Mudik Lebaran: 23 Ribu Kendaraan Masuk Jateng Hingga 14 Maret

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost — Arus mudik Lebaran mulai terlihat di sejumlah jalur utama menuju Jawa Tengah. Hingga 14 Maret 2026, tercatat sekitar 23 ribu kendaraan masuk Jateng melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang. Peningkatan volume kendaraan ini menjadi indikasi awal dimulainya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Data tersebut dihimpun dari laporan PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB) dan Trans Marga Jateng (TMJ). Berdasarkan catatan resmi, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah dari arah Jakarta melalui GT Kalikangkung mencapai 23.468 unit selama periode 13 Maret pukul 06.00 WIB hingga 14 Maret pukul 06.00 WIB.

Selain kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah, tercatat pula kendaraan yang keluar menuju arah Jakarta melalui gerbang tol yang sama. Dalam periode yang sama, jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jawa Tengah mencapai 16.361 unit.

BACA JUGA : Iran Prediksi Perang Lawan AS-Israel Berakhir Sebelum 21 Maret

Arus Mudik Lebaran Mulai Meningkat

Peningkatan arus kendaraan ini bertepatan dengan dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026, yakni operasi pengamanan yang digelar oleh Polda Jawa Tengah untuk mengawal kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa aparat terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan di sejumlah jalur utama.

“Pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah melalui GT Kalikangkung sudah mulai mengalami peningkatan.” ucap Artanto, Sabtu (14/3).

Menurutnya, pihak kepolisian terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama periode mudik.

Pergerakan Kendaraan di Jalur Tol Semarang

Selain GT Kalikangkung, pergerakan kendaraan juga tercatat di jalur tol lainnya di wilayah Semarang. Di Gerbang Tol Banyumanik, kendaraan yang bergerak menuju arah Surabaya mencapai 29.521 unit.

Sementara itu, kendaraan yang masuk ke wilayah Semarang dari arah Surabaya melalui gerbang tol yang sama tercatat sebanyak 19.359 unit.

Data tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah mulai meningkat meskipun puncak arus mudik Lebaran diperkirakan masih akan terjadi beberapa hari menjelang hari raya.

Antisipasi Kemacetan dan Kecelakaan

Polda Jawa Tengah bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan selama masa mudik Lebaran.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur mudik

  • melakukan rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan

  • meningkatkan patroli keselamatan di jalur tol dan arteri

  • menyiapkan layanan kesehatan bagi pemudik

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jauh.

Pemudik juga diingatkan untuk beristirahat secara berkala agar tidak mengalami kelelahan selama perjalanan.

BACA JUGA : Trump Bilang Iran Tak Pantas Ikut Piala Dunia 2026

Puncak Arus Mudik Diprediksi Mendekati Lebaran

Meskipun arus kendaraan mulai meningkat sejak pertengahan Maret, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi mendekati hari raya Idulfitri.

Pada periode tersebut, volume kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah biasanya meningkat drastis karena banyak pekerja yang baru mulai melakukan perjalanan setelah libur kerja dimulai.

Karena itu, aparat keamanan dan pengelola jalan tol terus melakukan pemantauan serta menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas.

Dengan adanya koordinasi antara kepolisian, pengelola jalan tol, serta instansi terkait, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman dan lancar bagi seluruh masyarakat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like