ICBM Korut Makin Canggih, Korsel Ingatkan Dunia Tak Lengah

Rudal korut semakin kuat
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – ICBM Korut Makin Canggih, Korsel ingatkan untuk tetap waspada. Lee Jae Myung, Presiden Korea Selatan, menyampaikan kegelisahannya atas perkembangan pesat program senjata nuklir Korea Utara. Dalam kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, Lee mengungkap bahwa Korut kini berada pada tahap akhir pengembangan rudal balistik antarbenua/intercontinental ballistic missile (ICBM) yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke wilayah Amerika Serikat. Satu-satunya hambatan yang tersisa menurutnya adalah teknologi re-entry atmosfer.

Dia juga menyatakan bahwa situasi ini bukan sekadar ancaman militer biasa, melainkan tantangan strategis yang bisa mengubah keseimbangan keamanan global. Ia menilai, luar biasa risiko jika Korut berhasil meluncurkan ICBM dengan presisi dan stabilitas operasional tinggi. Presiden Lee pun mendesak investor global agar tetap yakin bahwa keamanan regional akan tetap dijaga, agar kepercayaan tetap tumbuh ke Korea Selatan sebagai pasar investasi.

Korea Utara saat ini mengoperasikan setidaknya empat fasilitas untuk pengayaan uranium. Salah satu yang paling signifikan adalah kompleks nuklir Yongbyon, yang telah lama menjadi pusat utama dalam program nuklir Pyongyang. Informasi ini memperkuat dugaan bahwa Korea Utara tengah meningkatkan kapasitas produksinya secara sistematis.

BACA JUGA : 20+ Destinasi Wisata Puncak Bogor yang Wajib Dikunjungi

Pengumuman tersebut segera memicu kekhawatiran di kawasan, terutama dari negara-negara tetangga dan komunitas internasional yang selama ini memantau aktivitas nuklir Korut. Mereka menilai perluasan fasilitas ini berpotensi memperburuk ketegangan regional dan menghambat upaya diplomasi denuklirisasi yang selama ini masih belum menunjukkan hasil berarti.

Peringatan Terkait ICBM Milik Korut

Dalam konferensi pers resminya, Menteri Korea Selatan Chung Dong-young menyatakan kekhawatiran serius terkait dugaan cadangan uranium milik Korea Utara yang telah diperkaya dalam jumlah besar. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan intelijen dan analisis teknis, Korea Utara diduga telah berhasil memperkaya sekitar 2.000 kilogram uranium hingga pada tingkat tinggi, yang memungkinkan bahan tersebut digunakan untuk kepentingan militer, khususnya senjata nuklir.

Chung menambahkan bahwa apabila seluruh jumlah uranium tersebut benar-benar dialihkan untuk produksi senjata, maka secara teoritis Korea Utara memiliki potensi untuk merakit puluhan bom nuklir. “Hal ini mendesak untuk dihentikan. Bahkan saat ini, sentrifugal uranium di empat lokasi di Korea Utara diperkirakan masih beroperasi dan terus menambah bahan nuklir,” pungkas Chung. Pemerintah Korea Selatan mendesak agar dunia internasional terus memperkuat tekanan diplomatik guna menghentikan program nuklir Korea Utara yang dinilai semakin berkembang pesat.

Tanggapan Kim Jong Un Tentang Tekanan Komunitas Internasional

Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menunjukkan sikap yang tegas dan agresif dalam merespons tekanan dari komunitas internasional terkait program nuklir negaranya. Melalui pernyataan resmi yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim menyerukan pengalihan besar-besaran sumber daya nasional untuk memperkuat apa yang ia sebut sebagai “perisai dan pedang nuklir” yaitu istilah yang merujuk pada sistem pertahanan dan kemampuan serangan nuklir Korea Utara.

Kim menegaskan bahwa keberadaan kekuatan nuklir adalah kunci untuk mempertahankan kedaulatan nasional di tengah apa yang ia gambarkan sebagai “lingkungan keamanan yang bermusuhan dan tidak stabil.” Menurutnya, Korut tidak punya pilihan selain mempercepat pengembangan persenjataan strategis, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) dan bom nuklir berdaya hancur tinggi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait kemajuan teknologi nuklir Korea Utara yang semakin mendekati kemampuan negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Sikap dari Kim Jong Un dapat memperkuat spekulasi bahwa Pyongyang sedang mempersiapkan uji coba nuklir berikutnya dalam waktu dekat, setelah sebelumnya menunjukkan beberapa peluncuran rudal jarak jauh sebagai unjuk kekuatan militer.

BACA JUGA : Konsumsi Madu Ternyata Ada Waktu Terbaiknya, Kapan?

ICBM Korut yang semakin canggih bukan hanya soal ancaman langsung. Jika Korea Utara berhasil menghantarkan bom nuklir ke daratan Amerika Serikat, efek domino atas stabilitas kawasan Asia Timur dan pasar global bisa berdampak sangat besar. Korea Selatan pun harus memperkuat pertahanan udara dan menggandeng Amerika Serikat serta Jepang dalam patroli bersama dan latihan militer tingkat tinggi. Tantangan bagi diplomasi sekarang adalah bagaimana memadukan tekanan militer dan diplomatik secara efektif agar upaya perdamaian tidak kehilangan momentum.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like