Gempa 6,9 SR Guncang Filipina, Korban Jiwa Terus Bertambah

Filipina diguncasng gempa bumi 6,9 SR
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Gempa 6,9 SR guncang Filipina korban jiwa dilaporkan terus bertambah. Gempa kuat berkekuatan 6,9 Skala Richter mengguncang lepas pantai provinsi Cebu, Filipina, sekitar pukul 21.59 waktu setempat pada 30 September 2025. Pusat gempa diperkirakan berada sekitar 17 km timur laut Kota Bogo. Guncangan hebat ini menyebabkan keruntuhan bangunan, longsor, dan pemadaman listrik secara luas. Dikutip dari APNews, sebanyak 14 orang dilaporkan tewas di Bogo, sedangkan 6 korban lainnya berasal dari San Remigio, termasuk personel darurat dan seorang anak.

Rex Ygot, pejabat mitigasi bencana setempat, menyatakan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban berjalan sulit karena akses yang terhambat akibat reruntuhan dan tanah longsor. “Transportasi alat berat menuju daerah terdampak sangat sulit,” ujar Ygot kepada AP. Di tengah malam, penduduk banyak yang lari ke ruang terbuka karena takut gempa susulan, dan laporan menyebut ratusan rumah, jalan, dan fasilitas publik mengalami kerusakan parah. Otoritas lokal juga mencatat pemadaman listrik dan kekurangan pasokan air yang memperlambat respons penyelamatan.

BACA JUGA : Vonis 1,5 Tahun Bui untuk Razman In Absentia: Apa Artinya?

Pernyataan Terkait Gempa Bumi

Presiden Filipina menyebut kejadian ini sebagai “tragedi besar” dan memerintahkan pelepasan dana darurat serta mobilisasi militer dan tim SAR ke lokasi terdampak. Pemerintah nasional juga meminta bantuan internasional agar evakuasi dan pemulihan dapat berjalan cepat. Sementara itu, beberapa warga yang selamat menceritakan pengalaman mencekam saat guncangan datang di malam hari yakni dinding retak, lampu padam, dan derap langkah kaki yang tidak seimbang saat mereka mencoba menyelamatkan keluarga mereka.

Pihak PHIVOLCS (Badan Vulkanologi dan Seismologi Filipina) telah mengeluarkan peringatan tsunami singkat yang kemudian dicabut, dan hingga kini tercatat puluhan gempa susulan. Warga setempat diminta untuk tetap waspada terhadap aktivitas gempa lebih lanjut. Selain itu, pemerintah lokal bersama lembaga bencana nasional menyusun data kerusakan dan memprioritaskan pengiriman bantuan medis, makanan, dan tenda darurat ke titik-titik pengungsian.

Dampak Kerugian dan korban Jiwa

Kerusakan material akibat gempa yang mengguncang Cebu tercatat cukup luas dan parah. Sejumlah bangunan di kawasan pemukiman dan bisnis mengalami keruntuhan dinding serta retakan besar pada struktur utama. Beberapa fasilitas umum, seperti rumah sakit kecil dan sekolah dasar, juga dilaporkan rusak berat. Jalan-jalan utama mengalami retak memanjang, menyulitkan akses kendaraan penyelamat untuk menjangkau wilayah terdampak. Di sejumlah lokasi, warga terpaksa mengungsi ke lapangan terbuka karena rumah mereka sudah tidak aman dihuni.

Salah satu insiden tragis terjadi di kompleks olahraga San Remigio yang ambruk saat tengah menggelar pertandingan lokal. Ketika guncangan terjadi, suasana panik membuat penonton dan pemain berhamburan, memicu desak-desakan yang menyebabkan beberapa orang terluka. Listrik padam di berbagai wilayah Cebu dan sekitarnya, memperburuk upaya evakuasi pada malam hari. Sejumlah gereja tua yang merupakan situs bersejarah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Pemerintah daerah menyebut bahwa proses pendataan kerusakan masih berlangsung, dan jumlah kerugian material diperkirakan mencapai jutaan peso.

BACA JUGA : Donal Trump Mengumumkan Rencana Perdamaian 20 Poin

Gempa 6,9 SR guncang Filipina, korban jiwa terus bertambah yang menewaskan setidaknya 31 orang, menurut laporan Associated Press. Sebanyak 14 korban jiwa tercatat di kota Bogo, sedangkan 6 orang lainnya berasal dari San Remigio, termasuk seorang anak dan dua petugas darurat yang tengah bertugas saat bangunan runtuh akibat guncangan. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa puing bangunan atau terjebak di lokasi yang rusak parah, termasuk kompleks olahraga dan permukiman padat. Pemerintah daerah menyatakan bahwa proses identifikasi korban masih berlangsung, sementara tim penyelamat terus berupaya menjangkau daerah yang paling parah terdampak gempa.

Pemerintah Filipina menetapkan status tanggap darurat di wilayah terdampak dan mengerahkan ratusan personel militer, polisi, serta relawan untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan logistik, dan pencarian korban yang masih hilang. Palang Merah Filipina juga telah membuka posko bantuan di beberapa titik, sementara Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) menyalurkan makanan, air bersih, serta kebutuhan darurat lainnya. Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan bahwa pemulihan infrastruktur serta pendataan kerugian akan menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa hari ke depan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like