4 Tren Jalan Kaki Viral, Termasuk Japanese Walking

750 x 100 AD PLACEMENT

Narayapost – Tren Jalan Kaki Viral. Di tengah kejenuhan gaya hidup sedentari, muncul beragam tren jalan kaki viral yang mencoba memberi napas baru agar aktivitas sederhana ini lebih menarik dan efektif. Tak hanya berjalan santai di sekitar kompleks, kini orang-orang bereksperimen dengan variasi gaya jalan kaki yang menjanjikan manfaat tambahan. Berikut empat tren jalan kaki viral yang makin populer dan layak Anda coba.

BACA JUGA : Garuda Tersungkur 0-1 Irak, Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

1. Hot Girl Walk

Pertama, Hot Girl Walk, tren yang populer di media sosial karena kesederhanaannya. Konsepnya: berjalan selama 30–60 menit sambil memadukannya dengan playlist favorit dan suasana positif. Tak ada target langkah yang kaku, yang penting adalah menjaga konsistensi dan menikmati momentum. Beberapa pelaku tren ini mengaku bahwa berjalan dengan mood yang baik membuat aktivitas jadi terasa ringan dan menyenangkan.

2. Japanese Walking

Kedua, Japanese Walking atau interval walking, yang paling mencuri perhatian belakangan ini. Metode ini mengombinasikan waktu berjalan cepat selama 3 menit dan waktu berjalan lambat selama 3 menit secara bergantian. Protokolnya sederhana: selang-selingi lima siklus selama 30 menit. Prinsip dasar ini terinspirasi dari penelitian di Jepang yang menunjukkan bahwa metode ini bisa meningkatkan kapasitas aerobik, kekuatan otot, serta mengatur tekanan darah dan kontrol gula darah.

“Walking cepat dan lambat secara bergantian ternyata dapat merangsang adaptasi metabolik lebih efisien,” ungkap Profesor Shizue Masuki, salah satu peneliti metode interval walking dari Universitas Shinshu.

Tren ini viral karena menyasak waktu lebih singkat namun tetap memberikan manfaat besar. Apalagi banyak orang merasa 10.000 langkah per hari sangat sulit dipenuhi di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Japanese walking memungkinkan Anda mendapatkan “intensitas” berjalan dalam waktu yang lebih pendek tanpa harus pindah ke olahraga berat.

3. Power Walk atau Brisk Walk

Ketiga, tren Power Walk atau Brisk Walk, yaitu berjalan cepat dengan langkah mantap, seringkali memasukkan elemen tangan yang ayun dinamis seperti gerakan kardio ringan. Tujuan utamanya adalah menjaga denyut jantung berada dalam zona “sedang” agar olahraga jalan ini tak sekadar santai, melainkan memberi rangsangan aerobik. Mereka yang rutin melakukan power walk mengklaim stamina membaik, mood positif, dan berat badan terkontrol.

4. Walking Meditation

Keempat, Walking Meditation gabungan aktivitas fisik dan latihan kesadaran (mindfulness). Dalam tren ini, langkah kaki diarahkan agar pelan tapi sadar: memperhatikan setiap pijakan, napas, dan lingkungan sekitar. Meski kecepatannya rendah, kualitas jalan menjadi fokus utama. Beberapa praktisi yoga dan meditasi menyebut bahwa walking meditation membantu mengurangi stres, menenangkan pikiran, dan memperkuat koneksi tubuh-pikiran.

Dari keempat tren itu, Japanese Walking menjadi tren paling mencolok karena dukungan riset dan kemudahan praktiknya. Menurut penelitian, ketika dilakukan empat kali seminggu selama beberapa bulan, pengguna metode ini menunjukkan peningkatan kapasitas aerobik, pengurangan tekanan darah, dan kenaikan kekuatan otot kaki dibandingkan dengan jalan kontinu biasa.

Meski demikian, tren jalan kaki ini perlu diadaptasi sesuai kondisi individu. Bagi mereka yang belum aktif bergerak dalam waktu lama, memulai dengan power walk ringan atau walking meditation bisa menjadi pintu masuk yang lebih aman. Konsultasi dengan tenaga medis juga disarankan jika memiliki kondisi jantung, pernapasan, atau masalah sendi.

Salah satu pemakai Jepang walking di Jakarta, Indri Wulandari, berbagi pengalamannya. Awalnya ia ragu apakah metode ini lebih efektif dari jalan santai biasa. Namun setelah tiga minggu, ia merasakan perubahan:

“Saya lebih cepat merasa hangat, napas sedikit berat di bagian fast walk, dan mood saya lebih stabil.” Indri menambahkan bahwa ia memadukan metode ini dengan stretching ringan agar otot kaki tidak kaku.

Beberapa ahli kebugaran juga menekankan bahwa tren berjalan viral ini bukannya pengganti total olahraga lain seperti lari atau latihan beban, tetapi bisa menjadi komponen penting dalam rutinitas harian.

“Berjalan itu low-impact, cocok untuk sebagian besar orang, dan tren seperti Japanese walking atau power walk bisa meningkatkan efektivitasnya,” ujar Fitness Coach Eka Putri dari pusat kebugaran lokal.

Eka berpesan untuk memulai dengan bertahap.

“Anda bisa mulai dengan 10 menit per sesi dan meningkat hingga 30 menit. Jangan langsung memaksakan lima siklus interval kalau tubuh belum terbiasa,” ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya sepatu yang nyaman dan permukaan jalan yang aman agar risiko cedera minimal.

Tren jalan kaki ini sejalan dengan riset-riset yang mulai menyoroti bahwa tidak harus banyak langkah untuk mendapatkan manfaat. Beberapa studi menyebut bahwa 4.000–7.500 langkah saja pada level intensitas menengah sudah bisa memberi perlindungan terhadap risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular jika dilakukan secara konsisten.

Namun, meski viral dan menjanjikan, tren-tren ini tidak lepas dari kritik. Beberapa pakar mengingatkan bahwa efektivitas jangka panjang harus diuji dalam kerangka studi besar dan beragam populasi. Ada juga risiko bahwa tren viral cepat dilupakan jika tidak ada dukungan motivasi internal atau lingkungan pendukung.

Untuk masyarakat Indonesia, tren jalan kaki viral ini memberi kesempatan bagi siapa saja dengan modal minimal, tanpa peralatan berat untuk aktif bergerak. Baik Anda tinggal di perkotaan dengan trotoar, atau kawasan perumahan dengan jalan tenang, tren ini bisa disesuaikan.

Agar tren ini aman dan efektif, berikut beberapa tip praktis:

  • Mulailah dari intensitas rendah, kemudian naikkan secara bertahap

  • Perhatikan sinyal tubuh: bila merasa pusing, nyeri, atau sesak, hentikan dan istirahat

  • Gunakan sepatu nyaman dan permukaan jalan yang aman

  • Kombinasikan dengan stretching ringan sebelum dan sesudah jalan

  • Konsistensi lebih penting daripada intensitas tinggi secara sporadis

  • Catat progres (misalnya durasi total, jumlah sesi) agar motivasi tetap terjaga

BACA JUGA : Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Kementan dalam Survei Litbang Kompas

Tren jalan kaki viral seperti Hot Girl Walk, Japanese Walking, Power Walk, dan Walking Meditation tak hanya soal gaya atau “challenge” di media sosial. Ia mengajak kita kembali pada prinsip sederhana: bergeraklah secara konsisten, tetapi dengan niat dan kesadaran. Ketika setiap langkah membawa manfaat bagi tubuh dan pikiran, tren tersebut lebih dari sekadar viral ia menjadi kebiasaan sehat yang bisa bertahan lama.

Semoga tren ini tidak hanya lewat sebagai fad sesaat, tetapi benar-benar membantu lebih banyak orang menjalani hidup lebih aktif, seimbang, dan bugar.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like