Banjir Dahsyat di Meksiko: Puluhan Tewas dan Infrastruktur Hancur

Banjir di Meksiko menewaskan 28 orang
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost -Banjir dahsyat di Meksiko, puluhan tewas dan infrastrutur turut hancur. Hujan deras yang mengguyur wilayah tengah dan tenggara Meksiko dalam beberapa hari terakhir memunculkan banjir dan longsor parah yang menyebabkan setidaknya 28 orang tewas serta kerusakan signifikan pada rumah tinggal, fasilitas publik, dan jaringan transportasi. Dikutip dari AP News, Problematika ini terasa paling parah di negara bagian Hidalgo, di mana 16 jiwa melayang dan lebih dari 1.000 rumah rusak akibat luapan sungai dan tanah longsor. Sedangkan di wilayah Puebla, 9 orang dilaporkan tewas, 13 orang masih hilang, dan sekitar 80.000 penduduk terdampak langsung akibat hujan ekstrem dan efek luapan sungai.

Banjir ini disebabkan oleh intensitas curah hujan yang luar biasa tinggi selama periode beberapa hari serta didorong oleh pembentukan sistem cuaca aktif di Teluk Meksiko yang mendorong aliran udara lembap ke daratan. Selain itu, ditambah lagi kondisi topografi yang berbukit dan sistem drainase yang tak mampu menampung volume air besar pun memperparah gelombang limpasan ke pemukiman. Bahaya dari banjir ini bukan hanya dari genangan air yang menghanyutkan, tetapi juga longsoran tanah, keruntuhan infrastruktur, dan kegagalan jaringan listrik serta komunikasi semua faktor yang memperumit evakuasi dan penyelamatan korban.

BACA JUGA: 4 Tren Jalan Kaki Viral, Termasuk Japanese Walking

Jumlah Korban Jiwa dan Kerugian Akibat Banjir Dahsyat

Banjir dan longsor hebat yang melanda Meksiko tidak hanya merenggut puluhan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas umum dan infrastruktur vital. Di negara bagian Hidalgo, setidaknya 59 rumah sakit dan klinik, serta 308 sekolah mengalami kerusakan berat akibat genangan air dan longsor. Sementara itu, di Veracruz, dua orang dilaporkan meninggal dan lebih dari 5.000 rumah mengalami kerusakan, sehingga sekitar 900 warga diharuskan mengungsi ke tempat penampungan darurat. Situasi diperburuk dengan terus tingginya intensitas hujan yang memperlambat proses evakuasi dan pemulihan.

Dampak pada sektor infrastruktur transportasi dan energi juga sangat signifikan. Hampir 1.000 kilometer jalan rusak di sedikitnya enam negara bagian, termasuk jalur utama yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan pusat-pusat logistik dan kesehatan. Selain itu, lebih dari 320.000 pelanggan listrik dilaporkan mengalami pemadaman, menyebabkan gangguan besar terhadap komunikasi dan aktivitas ekonomi. Pemerintah federal telah mengerahkan tim bantuan dan darurat ke lokasi terdampak, namun distribusi logistik menghadapi hambatan akibat jalan terputus dan jembatan ambruk di beberapa daerah pedalaman.

Respons dan Upaya Pemerintah Kepada Masyarakat

Pemerintah Meksiko bergerak cepat dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Sekitar 8.700 personel militer dikerahkan untuk mendukung operasi penyelamatan, evakuasi korban, dan distribusi logistik ke daerah-daerah terdampak parah. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum memimpin koordinasi nasional dengan memerintahkan pembukaan jalur darurat, pemulihan jaringan listrik, dan pembersihan akses utama yang tertutup lumpur dan puing. Dalam pernyataannya, Sheinbaum menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan dukungan penuh kepada negara bagian terdampak, baik dalam bentuk bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga penempatan sementara bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.

BACA JUGA: Garuda Tersungkur 0-1 Irak, Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026

Meski operasi tanggap darurat terus berjalan, kondisi di lapangan masih dinilai kritis, terutama di wilayah pedesaan dan daerah berbukit yang sulit dijangkau. Sejumlah penampungan sementara telah dibuka, namun tantangan logistik dan cuaca ekstrem memperlambat distribusi bantuan. Pemerintah juga mulai melakukan evaluasi kerusakan infrastruktur, seperti jalan raya, jembatan, dan sistem drainase. Pemulihan layanan dasar, seperti pasokan listrik dan air bersih, dijadikan prioritas, mengingat lebih dari 320.000 pelanggan listrik sempat mengalami pemadaman. Di saat yang sama, otoritas meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor, terutama dengan prakiraan hujan lanjutan yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

Dengan kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya stabil dan risiko bencana susulan yang tetap tinggi, pemerintah Meksiko menegaskan bahwa status siaga akan terus diberlakukan di wilayah terdampak. Penanganan pasca-banjir difokuskan pada percepatan pemulihan infrastruktur, perlindungan kelompok rentan, dan mitigasi risiko bencana di masa mendatang. Krisis ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan iklim dan tata kelola lingkungan yang tangguh, terutama di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global.

 

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like