Melalui kegiatan sarasehan tersebut, Johan Rosihan menegaskan kembali pentingnya kaderisasi sebagai sarana mencetak generasi baru yang berkarakter serta berpijak pada nilai iman, takwa, dan akhlak mulia. Ia menilai bahwa pendidikan politik tidak boleh berhenti pada aspek teknis, tetapi harus menjadi gerakan moral yang menumbuhkan integritas dan kecintaan terhadap bangsa.
Johan berharap, dari proses kaderisasi yang berlandaskan spiritualitas dan nilai kebangsaan ini, akan lahir pemimpin yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi Indonesia, sejalan dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.








