NarayaPost, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir.
“Saya kira ini awalan yang baik, intinya itu ya.”
“Jadi, kita datang untuk menyatakan dukungan dan memberi support, yang penting gencatan senjata sudah berjalan, kemudian segera pasukan Israel akan ditarik.”
“Indonesia tentunya selalu diajak untuk ikut mendukung proses besar ini.”
“Memang ini tekad kita sebagai bangsa,” katanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2025), dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden.
Indonesia, lanjut Prabowo, hadir di forum tersebut untuk mendukung penuh upaya perdamaian dan penghentian kekerasan di Gaza.
BACA JUGA: Donald Trump Puji Prabowo Subianto: Sosok Luar Biasa dari Indonesia
Selain penarikan pasukan Israel dan penyelesaian isu kemanusiaan, kata Prabowo, kesepakatan lain termasuk pembebasan para sandera.
“Tentunya sesuai tahapan-tahapan, sandera-sandera sudah dilepas, masih ada beberapa yang mungkin yang jenazahnya yang belum ketemu,” imbuhnya.
Menurut Prabowo, dukungan terhadap Palestina merupakan komitmen moral dan politik yang telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
“Tekad saya, puluhan tahun saya membela Palestina, puluhan tahun sejak saya masih muda, kita terus-menerus mendukung kemerdekaan Palestina, rakyat Palestina,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai sosok luar biasa.
Pujian itu dilontarkan Trump di ruang konferensi International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025) waktu setempat.
Di sana, para pemimpin dunia berkumpul untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang panjang di Gaza, Palestina.
Usai penandatanganan, Donald Trump memberikan keterangan pers di hadapan awak media internasional.
Dengan gaya khasnya, Trump mengapresiasi sejumlah pemimpin dunia yang hadir dan berperan dalam terwujudnya kesepakatan damai tersebut.
“Bersama dengan kita adalah Presiden Prabowo, sosok luar biasa dari Indonesia,” puji Trump, sembari menoleh ke arah Prabowo, yang berdiri di antara para pemimpin negara lain, dikutip dari laman presidenri.go.id, Selasa (14/10/2025).
BACA JUGA: Trump Tandatangani Deklarasi Perdamaian Gaza
Kedua kepala negara lantas melangkah mendekat dan berjabat tangan.
Pernyataan Trump tersebut menggambarkan pengakuan dan penghargaan terhadap peran penting Indonesia dalam diplomasi perdamaian kawasan.
Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kehadiran Indonesia dalam KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh mencerminkan komitmen dan konsistensi untuk terus mendorong stabilitas, kemanusiaan, dan keadilan global.
Dalam bagian lain pidatonya, Trump kembali menyinggung Indonesia dengan nada penuh penghargaan.
“Indonesia sudah kita bahas.”
“Saya hanya ingin mengatakan itu adalah negara besar, negara yang kuat, dan kinerjanya sangat luar biasa,” ujar Trump.
Jabat tangan antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump menandai semangat baru kerja sama lintas kawasan dalam mewujudkan perdamaian abadi.
Bagi Indonesia, keterlibatan aktif dalam proses perdamaian di Gaza juga menjadi refleksi dari komitmen jangka panjang untuk turut menjaga tatanan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban, sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
Turut hadirnya Prabowo dalam forum ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Republik Indonesia terhadap perdamaian dunia dan diplomasi kemanusiaan, sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh menjadi momentum penting bagi komunitas internasional untuk memperkuat kolaborasi menuju Timur Tengah yang damai, stabil, setara dan sejahtera, sekaligus meneguhkan kembali semangat solidaritas global dalam menjaga perdamaian.
Perang Berakhir
Donald Trump menyampaikan, kesepakatan yang dicapai merupakan hasil kerja sama panjang berbagai pihak di kawasan dan dunia internasional.
“Setelah bertahun-tahun penderitaan dan pertumpahan darah, perang di Gaza telah berakhir.”
“Bantuan kemanusiaan telah mengalir, termasuk ratusan truk yang berisi bantuan pangan dan kesehatan,” ungkap Trump.
Warga sipil, lanjutnya, telah kembali ke rumah, serta para sandera telah berkumpul kembali dengan keluarga mereka.
Trump juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin negara di kawasan Timur Tengah dan dunia yang berkontribusi dalam perundingan perdamaian.
Langkah selanjutnya adalah rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza, dengan dukungan berbagai negara untuk membangun kembali infrastruktur, layanan publik, dan kehidupan masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Bantuan internasional, menurut Trump, akan difokuskan untuk memperbaiki kondisi kemanusiaan, dan memastikan Gaza menjadi wilayah yang damai dan aman bagi seluruh warganya. (*)