NarayaPost, Jakarta – Sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Patung Arjuna Wijaya alias Patung Kuda, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025) siang hingga petang.
Massa mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa, untuk menyikapi satu tahun kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Salah satu elemen mahasiswa yang turun pada aksi hari ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), yang terdiri dari berbagai kampus di Indonesia.
BACA JUGA: Ini Isu yang Bakal Diusung BEM SI Kerakyatan pada Aksi 20 Oktober 2025
Pantauan NarayaPost, mahasiswa yang turun aksi berasal dari Universitas Pamulang, STAI Al Hikmah, STAI Sadra, PTIQ, Forsema PTKIS, Universitas Cendekia Abditama, Universitas Jayabaya, FMN, dan GMNI.
Spanduk bertuliskan Indonesia Gawat Darurat dibentangkan para peserta aksi.
Polisi langsung menutup akses Jalan Medan Merdeka Selatan, setelah massa mahasiswa terus bertambah ramai.
17 Tuntutan
BEM SI membawa 17 tuntutan dalam aksi ini, yakni:
Sebanyak 1.743 personel aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa hari ini.
Kelompok pengemudi ojek online (ojol) juga ikut berunjuk rasa. Mereka menggelar aksi lebih dahulu sebelum mahasiswa.
Aparat dari satuan Sabhara berbaris membuat barier untuk membatasi lokasi aksi unjuk rasa demonstran.
BACA JUGA: Pemerintah Diminta Fokuskan MBG ke Wilayah Rentan dan Integrasikan dengan Layanan Kesehatan
Pagar besi warna hitam setinggi 1,5 meter juga dipasang untuk melapisi penjagaan.
Kendaraan taktis (rantis) water canon juga disediakan.
Sebagian massa sempat melempar botol plastik dan membakar tumpukan sampah di depan barikade besi polisi.
Namun, massa aksi kembali tenang setelah diingatkan oleh koordinator lapangan, dan aksi relatif berlangsung damai.
Cukup Satu Tahun
Massa dari BEM UI lebih dulu menggelar aksi unjuk rasa.
Mereka menggunakan tajuk #CukupSatuTahun, dan membawa delapan poin tuntutan, yakni:
Pada sore hari, massa aksi menyalakan lilin dan tabur bunga.
Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 18.00.
Massa mengakhiri aksi dengan menyalakan lilin dan flare, sebagai simbol kekecewaan terhadap rezin Prabowo-Gibran yang mereka nilai tidak pro rakyat. (*)