Survei Sebut Kelas Menengah Rata-rata Habiskan Rp1,5 Juta per Bulan

Ilustrasi Online Shopping, Photo by Microsoft Edge on Unsplash.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Lembaga survei KedaiKOPI kembali merilis hasil riset terbaru yang menggambarkan perilaku konsumsi dan daya beli masyarakat kelas menengah di Indonesia. Temuan ini mengungkap bagaimana kelompok tersebut menyesuaikan pengeluaran mereka di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Fokus riset juga menyoroti tingkat optimisme terhadap kondisi ekonomi saat ini serta bagaimana masyarakat mengatur prioritas pengeluaran rumah tangga.

Berdasarkan hasil survei, masyarakat kelas menengah kini lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pokok dibandingkan dengan pengeluaran hobi atau rekreasi. “Tiga dari lima masyarakat kelas menengah mempersepsikan naiknya pengeluaran rumah tangga dalam tiga bulan terakhir termasuk di dalamnya biaya pendidikan. Hal ini menyebabkan belanja kebutuhan pokok lebih diprioritaskan,” ujar peneliti senior KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, dalam pemaparan di Kantor KedaiKOPI, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Survei Ungkap Mayoritas Kelas Menengah Punya Tempat Tinggal

Temuan lain menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat kelas menengah sudah memiliki tempat tinggal sendiri. “Sebanyak 54,4 persen responden yang mengisi survei itu menyatakan sudah memiliki tempat tinggal dan tempat tinggalnya alhamdulillah lunas gitu ya, sudah tidak ada tanggungan lagi cicilan segala macam,” ungkapnya. Sementara itu, 19,3 persen responden tinggal di rumah kontrakan atau sewaan, dan 16,5 persen masih menumpang bersama keluarga.

BACA JUGA: Kata Bahlil Bila Sumber Daya Alam Indonesia Tak Jalankan Hilirisasi

KedaiKOPI juga menemukan tren baru dalam perilaku keuangan kelas menengah, di mana sebagian besar telah memanfaatkan fitur paylater untuk bertransaksi. “PayLater itu, jumlah yang memakainya itu 57 persen. Satu dari dua orang itu pasti pakai, pernah pakai PayLater,” jelas Ashma.

Selain kebutuhan pokok, masyarakat kelas menengah juga tetap menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk hiburan digital. “Kita melihat polanya bahwa layanan streaming ini sudah menjadi kebutuhan bagi kelas menengah karena cukup banyak yang berlangganan gitu. Dan konten yang paling banyak dikonsumsi adalah drama,” katanya.

Pengeluaran untuk Gaya Hidup Capai Rp500-1,5 Juta

Dari hasil survei tersebut, tercatat bahwa pengeluaran untuk gaya hidup seperti belanja dan hobi berada pada kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan. “Kalau pakai Jakarta, berarti setengahnya tadi Rp 2,5 juta kebutuhan hidup, kita ambil batas atasnya Rp 1,5 juta buat gaya hidup,” terang Ashma.

Fenomena “Rojali” (rombongan jarang beli) dan “Rohana” (rombongan hanya nanya) juga turut muncul dari hasil riset ini. Sebagian besar masyarakat kelas menengah pergi ke pusat perbelanjaan bukan untuk berbelanja, melainkan untuk rekreasi dan menikmati suasana. “Kenapa Rohana dan Rojali dilakukan gitu ya? Ternyata memang tujuannya beda. Tadi mereka balik bahwa ke mal itu kita cuma pengin jalan-jalan kok, pengen lihat-lihat,” ujarnya.

BACA JUGA: WiFi Bisa Lacak Orang Tanpa Perangkat, Ancaman Privasi Baru

Survei KedaiKOPI dilakukan pada 14–19 Oktober dengan metode Online-Computerized Assisted Self Interview (CASI), melibatkan 932 responden berusia 17–55 tahun dengan penghasilan bulanan antara Rp 3,5 juta hingga Rp 14,5 juta.

Adanya Perubahan Perilaku Konsumsi Masyarakat Kelas Menengah

Hasil survei KedaiKOPI menggambarkan perubahan perilaku konsumsi masyarakat kelas menengah yang kini lebih selektif dalam membelanjakan pendapatannya. Kenaikan biaya kebutuhan pokok dan pendidikan membuat prioritas belanja beralih ke kebutuhan esensial, sementara hiburan dan gaya hidup tetap dipertahankan dalam batas wajar.

Tren penggunaan fitur paylater juga menunjukkan adanya penyesuaian pola keuangan di tengah tekanan ekonomi. Di sisi lain, fenomena “Rojali” dan “Rohana” menegaskan bahwa aktivitas rekreasi kini lebih berorientasi pada pengalaman daripada transaksi, mencerminkan dinamika baru dalam pola konsumsi kelas menengah Indonesia.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like