Horor Penusukan Massal di Kereta Inggris, Pelaku Beraksi Sendirian

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost, London — Penusukan Massal di Kereta Inggris. Sebuah malam yang seharusnya rutinasional di remang-remang kereta menuju ibu kota berubah menjadi mimpi buruk saat seorang penumpang tiba-tiba menghunus pisau dan menyerang para penumpang lainnya secara acak. Insiden terjadi pada rute kereta komuter dari Doncaster menuju London, tepat setelah berhenti di stasiun Peterborough. Polisi kemudian menghentikan kereta di Huntingdon dan menangkap seorang pria berusia 32 tahun sebagai tersangka tunggal.

Kepolisian Inggris, seperti dilansir Reuters, Senin (3/11/2025), mengatakan bahwa penikaman mengerikan yang terjadi di dalam gerbong kereta api tersebut bukanlah aksi terorisme.

Penelusuran awal menunjukkan laporan sepuluh hingga sebelas orang terluka, termasuk seorang anggota kru kereta yang sempat mencoba melawan pelaku dan kini dalam kondisi kritis.

BACA JUGA : Negosiasi Proyek Pesawat Tempur KF-21 Masih Berlanjut, Faktor Uang Jadi Penentu

Kepolisian Inggris telah menangkap seorang pria berusia 32 tahun terkait penusukan massal di dalam rangkaian kereta api di negara tersebut. Pria tersebut diyakini sebagai satu-satunya tersangka dalam penyerangan brutal yang melukai 11 orang tersebut. Seorang juru bicara mengatakan bahwa tindakan pelaku tampak impulsif dan sendirian, sehingga tidak ada indikasi jaringan.

Saksi yang berada di dalam kereta menggambarkan suasana yang kacau: darah yang mengalir di kursi, penumpang yang berteriak dan berusaha melarikan diri, serta kehadiran cepat petugas bersenjata setelah pemberhentian darurat. Salah satu penumpang mengatakan bahwa ia sempat menempelkan tangannya di kursi yang kemudian terlihat penuh darah sebuah gambaran horor dalam kemapanan transportasi sehari-hari.

Polisi menegaskan bahwa kereta segera dihentikan dan dialihkan agar petugas bersenjata bisa naik. Pelaku ditemukan dalam keadaan ditaseri dan kemudian diborgol. Dari pemeriksaan awal, hanya ia yang ditetapkan sebagai tersangka, setelah seorang pria lain yang awalnya ditahan kemudian dibebaskan tanpa tuduhan. Sejumlah korban sudah dibebaskan dari rumah sakit, namun gene­ralisasi menunjukkan bahwa luka-luka berat masih perlu penanganan lebih lanjut.

Rute kereta tersebut merupakan salah satu jalur padat yang menghubungkan kawasan timur Inggris ke London. Karena itu, respons keamanan dan pengamanan transportasi publik secara nasional langsung ditingkatkan. Menteri Dalam Negeri Inggris menyampaikan rasa prihatin, dan monarki setempat juga menyatakan duka atas apa yang telah terjadi. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar waspada, namun tidak panik, serta menyerahkan investigasi kepada polisi dan tim antiterorisme yang mendukung prosesnya.

Penyelidikan secara menyeluruh, sebut Kepolisian Inggris, saat ini sedang berlangsung untuk menetapkan peristiwa-peristiwa yang melingkupi serangan tersebut dan latar belakang tersangka. Sebilah pisau juga telah ditemukan di lokasi penyerangan.

“Penyelidikan kami berjalan cepat dan kami meyakini kami tidak mencari orang lain lagi terkait dengan insiden ini,” tegas Wakil Kepala Kepolisian Transportasi Inggris, Stuart Cundy, dalam pernyataannya.

Sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit akibat penikaman tersebut. Pada Minggu (2/11) malam, lima korban luka di antaranya telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Enam korban luka lainnya masih menjalani perawatan medis, dengan salah satunya merupakan seorang awak kereta yang mengalami luka-luka setelah berupaya menghentikan pelaku penikaman. Sang awak kereta itu, sebut kepolisian, kini dalam kondisi yang mengancam nyawanya.

Perdana Menteri (PM) Keir Starmer menyebut penikaman itu sebagai “insiden yang mengerikan” yang “sangat memprihatinkan”. Sementara Raja Inggris Charles III mengatakan dirinya “benar-benar terkejut dan terguncang” oleh aksi penyerangan tersebut.

Secara substansial, insiden ini memunculkan sejumlah sorotan penting terhadap keamanan dalam transportasi kereta. Pertama, bagaimana sistem pengamanan di kereta padat penumpang bisa merespon dengan cepat ketika terjadi serangan semacam itu. Kedua, bagaimana pelaku bisa membawa pisau ke dalam kereta dan menyerang sejumlah korban dalam waktu singkat sebelum polisi mengintervensi. Dan ketiga, bagaimana trauma kolektif semacam ini berdampak pada kepercayaan publik terhadap keamanan moda transportasi yang selama ini dianggap cukup aman.

Untuk Inggris sendiri, di mana angka kejahatan dengan pisau telah naik signifikan dalam dekade terakhir, kejadian ini menjadi titik pengingat bahwa jaringan transportasi publik tidak kebal terhadap kekerasan modern. Aparat keamanan menegaskan bahwa polisi kereta (Railway Police) akan diperkuat, bersama dengan patroli bersenjata dan pemeriksaan acak di jalur-jalur yang rawan.

Bagi penumpang, perubahan bisa segera terasa. Kini, ketika mereka naik kereta komuter atau antar kota, ada kehadiran petugas bersenjata di platform atau dalam kereta, prosedur alarm keadaan darurat yang diaktifkan lebih cepat, serta imbauan agar penumpang tetap terjaga kewaspadaannya. Namun menurut beberapa pakar transportasi, yang jauh lebih penting adalah sistem pelatihan kru kereta dan pertolongan pertama yang bisa diberikan penumpang atau awak kereta saat situasi kritis.

BACA JUGA : Tari Hudoq Dayak: Warisan Mistis dari Tanah Kalimantan

Meskipun investigasi terkait penusukan Massal di Kereta Inggris masih berlangsung, satu hal sudah jelas: kereta yang selama ini menjadi lambang mobilitas aman telah digoyang oleh aksi kejahatan brutal. Korban, keluarga mereka, awak kereta, dan seluruh sistem transportasi bersama harus menghadapi dampak baik fisik maupun psikologis. Sebuah perjalanan yang mulanya rutin kini bisa meninggalkan bekas trauma bagi mereka yang terlibat.

Sebagai pembaca Narayapost, penting untuk memahami bahwa keamanan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama bukan hanya operator kereta dan pihak kepolisian, tetapi juga penumpang. Perilaku waspada, kenali titik pelarian darurat, dan laporkan perilaku mencurigakan bisa menjadi kontribusi kecil yang sangat berarti ketika keadaan darurat terjadi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like