NarayaPost – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyambangi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/11/2025).
Kehadiran Mu’ti menjadi perhatian saat ia tiba sekitar pukul 18.34 WIB dengan mengenakan batik cokelat dan peci hitam. Ia datang bersama Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Gogot Suharwoto, lalu langsung menuju ruang perawatan korban.
Mu’ti irit bicara, ia meminta kepada awak media untuk menunggu terlebih dulu, agar ia menjenguk korban. “Iya saya mau jenguk dulu ya nanti setelah selesai saya ngomong ya terima kasih,” ucap Mu’ti singkat kepada awak media sebelum memasuki ruangan.
BACA JUGA: Partai Amanat Nasional Dukung Soeharto-Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional
Ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menyebabkan puluhan siswa menjadi korban. Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, jumlah korban mencapai 96 orang, di mana 29 di antaranya masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda.
“Dari jumlah awal 96 korban saat kejadian, saat ini yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih ada 14 kemudian di Rumah Sakit Yarsi ada 14 dan satu lagi di RS Pertamina sehingga total yang masih dirawat kurang lebih 29 orang,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan di RSI Cempaka Putih, Sabtu (8/11/2025).
Sementara korban dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan jalan, dengan sebagian besar mengalami gangguan pendengaran akibat dampak ledakan tersebut.
Kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih menandai perhatian pemerintah terhadap para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kehadiran Mu’ti bersama jajaran Kementerian Pendidikan menunjukkan langkah cepat dalam memastikan penanganan medis berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moral bagi siswa, guru, dan keluarga yang terdampak.
Di tengah suasana pemulihan, pihak rumah sakit terus melakukan perawatan intensif terhadap korban yang masih mengalami luka cukup serius, sementara sejumlah siswa lain telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan stabil.
BACA JUGA: Le Cordon Bleu, Sekolah Masak Paling Bergengsi di Dunia
Data kepolisian mencatat total 96 korban dalam peristiwa tersebut, dengan 29 di antaranya masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda, yaitu RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya memastikan bahwa proses investigasi terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah negeri itu. Pihak kepolisian juga tengah menelusuri kemungkinan kelalaian atau faktor teknis yang memicu insiden, sembari memastikan keamanan di area sekolah telah terkendali.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 menjadi perhatian publik karena melibatkan banyak pelajar sebagai korban. Dalam konteks ini, langkah pemerintah yang segera meninjau korban dinilai sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan peserta didik di lingkungan pendidikan.
Penanganan medis, pemulihan psikologis disediakan oleh pemerintah melalui laman aduan. Tentu. adanya penyelidikan mendalam diharapkan dapat berjalan seimbang agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Hingga kini, suasana di sekitar rumah sakit dan sekolah masih dijaga ketat, sementara proses pemulihan korban terus berlangsung dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dari pemerintah, tenaga medis, serta keluarga korban yang berharap kondisi para siswa segera membaik.