NarayaPost – Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos 2025. Pemerintah memastikan program bantuan sosial (bansos) tahun 2025 akan tetap berjalan dan menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Berbagai jenis bantuan seperti BLT Kesra, PKH, BPNT, hingga BSU dipastikan kembali dicairkan secara bertahap mulai awal tahun depan. Masyarakat kini dapat melakukan pengecekan status penerima bantuan dengan cara yang mudah menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP masing-masing.
Pada tahun 2025, pemerintah menyiapkan beberapa jenis bantuan sosial yang mencakup berbagai kelompok masyarakat. Program utama yang tetap dilanjutkan meliputi:
Program Keluarga Harapan (PKH):
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT):
Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra):
Dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara, BLT Kesra diluncurkan pemerintah pada awal paruh kedua Oktober 2025 kemarin. Total, ada 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Kesra.
“Akan diterima oleh 35.046.783 keluarga penerima manfaat. Dan ini lebih tinggi dari BLT sebelumnya, dan ini bisa menjangkau kurang lebih 140 juta orang kalau kita berasumsi 1 KPM itu adalah ayah, ibu, dan 2 orang anak,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Besaran BLT Kesra adalah Rp 300.000/bulan/KPM. Berhubung BLT Kesra ini diberikan untuk Oktober-Desember, maka total bantuan yang diterima adalah Rp 900.000. Penyalurannya dilakukan lewat rekening Himbara dan PT Pos Indonesia.
Bantuan Subsidi Upah (BSU):
Untuk memudahkan masyarakat, Kemensos menyediakan berbagai cara untuk memeriksa apakah seseorang termasuk dalam daftar penerima bansos 2025. Pengecekan bisa dilakukan secara daring (online) maupun melalui perangkat desa.
Melalui Situs Resmi Kemensos:
Masyarakat hanya perlu menyiapkan NIK sesuai KTP dan nama lengkap sesuai dokumen kependudukan. Setelah memasukkan data ke dalam sistem, hasil verifikasi akan muncul apakah NIK tersebut terdaftar sebagai penerima bantuan atau tidak.
1. Buka tautan https://cekbansos.kemensos.go.id.
2. Isi data tempat tinggal, mulai dari provinsi sampai kelurahan/desa.
3. Input nama sesuai KTP.
4. Lengkapi captcha. Bila tidak jelas, ajukan captcha baru dengan menekan tombol refresh berwarna biru di sebelahnya.
5. Ketuk tombol ‘Cari Data’.
1. Unduh aplikasinya lewat Play Store atau App Store.
2. Buka aplikasi.
3. Di halaman awal, tanpa perlu login, klik menu ‘Cek Bansos’.
4. Masukkan data tempat tinggal, termasuk provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa.
5. Isi nama lengkap sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP).
6.Jawab soal singkat matematika yang dipersyaratkan.
7. Cek ulang seluruh isian. Apabila telah benar, klik ‘Cari Data’
8. Jika NIK KTP detikers tercatut sebagai penerima, maka akan ditampilkan informasi berupa tipe bansos hingga status penyaluran. Sebaliknya, bila tidak termasuk, maka notifikasi bertuliskan ‘Tidak Terdapat Peserta/PM’ akan keluar.
1. Klik tautan https://pip.kemendikdasmen.go.id.
2. Temukan kotak bertuliskan ‘Cari Penerima PIP’.
3. Isi NISN dan NIK.
4. Jawab soal hitungan sederhana yang diminta.
5. Klik tombol ‘Cek Penerima PIP’.
6. Status penerima akan muncul dengan otomatis.
Kemensos juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap situs atau tautan palsu yang mengaku menyediakan layanan pengecekan bansos. Seluruh informasi resmi hanya berasal dari kanal pemerintah.
BACA JUGA : Ini Alasan Mengapa Banyak Orang di RI Berobat ke LN
Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos 2025. Meski sistem digital semakin mudah diakses, kendala di lapangan tetap ada. Beberapa daerah masih menghadapi masalah seperti data kependudukan ganda, NIK tidak aktif, hingga jaringan internet yang terbatas. Pemerintah daerah diminta aktif membantu masyarakat dalam proses verifikasi agar tidak ada yang terlewat.
Kemensos juga bekerja sama dengan Dukcapil untuk memperbaiki sinkronisasi data kependudukan. Melalui sistem ini, NIK yang tidak valid atau ganda akan otomatis tersaring sebelum penyaluran bantuan dilakukan.
Pemerintah berharap, sistem terpadu berbasis NIK ini dapat menjadi fondasi dalam reformasi data sosial nasional, sehingga setiap bantuan di masa depan bisa disalurkan lebih efisien, cepat, dan transparan.
Dengan sistem yang terus diperbaiki, pemerintah optimistis program bansos 2025 akan lebih tepat sasaran, meminimalkan potensi penyalahgunaan, dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.