Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Tunggu Keputusan Prabowo

TNI menyiapkan 20.000 prajurit untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina. Foto: tniad.mil.id
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – TNI siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, setelah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan mandat.

“TNI sudah mempersiapkan satuannya untuk tugas-tugas perdamaian di bawah PBB,” kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Bandara IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11/2025).

Walau sudah mendapat persetujuan dari PBB, Sjafrie mengaku jajarannya masih harus menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengirimkan pasukan.

“Kita tunggu keputusan politik dari pemerintah,” ujarnya.

Seleksi Prajurit

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayor Jenderal (Mar) Freddy Ardianzah mengungkapkan, seleksi prajurit untuk dikirim sebagai pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, masih berlangsung.

“Untuk proses seleksi masih di tingkat matra masing-masing berupa perencanaan.”

“Sambil menunggu mandat final Dewan Keamanan (DK) PBB dan keputusan politik pemerintah,” ungkap Freddy di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Proses seleksi, lanjutnya, meliputi beragam tahapan, salah satunya pengalaman prajurit dalam menjalani misi kemanusiaan di dalam maupun luar negeri.

Setelah proses seleksi di setiap matra selesai, barulah pihak Mabes TNI akan menerima daftar nama-nama prajurit tersebut.

“Belum ada daftar nama yang diterima Mabes TNI.”

BACA JUGA: Dua Jalan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

“Yang dilakukan baru sebatas pendataan kesiapan satuan di tiga Matra sesuai Protap Operasi Luar Negeri,” jelas Freddy.

Dewan Keamanan PBB pada Senin (17/11/2025) mengadopsi resolusi yang disponsori Amerika Serikat (AS), untuk membentuk Pasukan Stabilitasi Internasional (International Stabilisation Force/ISF) di Jalur Gaza.

Menurut resolusi tersebut, ISF akan beroperasi di Gaza melalui kerja sama dengan Israel dan Mesir, dengan mandat awal selama dua tahun.

Pasukan tersebut bertugas mengamankan perbatasan Gaza, melindungi warga sipil, menyalurkan bantuan kemanusiaan, melatih kembali kepolisian Palestina, serta mengawasi proses pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.

Sebanyak 13 negara anggota DK PBB mendukung resolusi tersebut, sedangkan Rusia dan Cina abstain.

Siapkan Peralatan Kesehatan

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan peralatan kesehatan, untuk dikirim bersama pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, peralatan kesehatan itu bkal dikerahkan bersama pengiriman 20.000 personel di bidang kesehatan dan Zeni Konstruksi.

“Seperti fasilitas rumah sakit lapangan, peralatan medis emergensi, ambulans, perlengkapan air bersih dan sanitasi, serta kemampuan konstruksi Zeni termasuk alat berat dan sarana rekonstruksi,” ungkap Freddy di Jakarta, Sabtu (15/11/2025).

BACA JUGA: Jejak Pasukan Garuda Jaga Perdamaian Dunia

Berbagai peralatan kesehatan itu, lanjut Freddy, bakal dipakai untuk melayani warga korban perang.

Sedangkan peralatan konstruksi yang dibawa pasukan Zeni akan digunakan untuk membangun beberapa fasilitas umum untuk warga.

Kata Freddy, 20 ribu personel TNI bakal yang dikirim sudah memiliki pengalaman dalam menjalankan misi perdamaian.

Mereka, kata Freddy, hanya perlu melakoni beberapa pelatihan untuk memantapkan persiapan ke Gaza.

“Personel tersebut berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan OMSP (operasi militer selain perang) dan misi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).”

“Sehingga kemampuan dasar, interoperabilitas, kesiapsiagaan logistik, dan operasi di berbagai medan sudah terbentuk,” jelas Freddy.

20 Ribu Prajurit

TNI menyiapkan 20.000 prajurit untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, penyiapan pasukan dalam jumlah besar itu berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” ungkap Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Pasukan itu, lanjut Sjafrie, bakal menjalankan beberapa tugas kemanusiaan, seperti memberikan layanan kesehatan kepada warga yang jadi korban perang, hingga membangun infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat setempat.

“Pasukan yang akan datang itu sifatnya untuk menjaga perdamaian itu bisa berlangsung lebih lama, menuju kepada perundingan politik,” jelasnya.

Sjafrie juga memastikan TNI AU akan terus memberikan bantuan rutin berupa logistik melalui metode airdrop, seperti yang telah dilakukan tahun ini.

Lalu, kapan pasukan perdamaian itu dikirim ke Gaza? Sjafrie belum bisa memberikan tenggat waktu secara rinci.

Dia hanya menegaskan, keputusan pengiriman pasukan akan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like