NarayaPost – Indonesia bakal mengirimkan 996 atlet di ajang SEA Games 2025, yang digelar di Thailand, 5-20 Desember 2025.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, SEA Games ke-33 ini akan menjadi tolak ukur cabang olahraga (cabor) menuju Olimpiade 2028 di Amerika Serikat.
“Keikutsertaan Indonesia di SEA Games 2025 Thailand ini akan menjadi dasar kami di Kemenpora sebagai bahan evaluasi.”
“Kita akan mendorong roadmap menuju Olimpiade 2028,” kata Erick saat jumpa pers di Media Center Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, SEA Games akan menjadi tolak ukur kesiapan atlet nasional bersaing di tingkat dunia.
Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games Thailand ini juga menjadi bahan evaluasi dan sasaran antara menuju Asian Games 2026, SEA Games 2027, hingga Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
“Saya harap kita benar-benar serius dalam memperjuangkan martabat bangsa.”
“Saya meminta seluruh cabor yang berpartisipasi itu memberikan kontribusi medali,” imbuh Erick.
Dari 51 cabor yang dipertandingkan, Indonesia akan mengikuti 48 cabor.
Kemenpora bersama KONI, NOC serta CdM menargetkan posisi 3 besar klasemen akhir dengan menetapkan target 80 medali emas.
“Dari hasil paparan cabor, emasnya di angka 120 ya, alhamdulillah.”
“Tapi, hasil evaluasi kami baru di 80-an.”
“Artinya, kalau emas di 80-an sama targetnya seperti sebelum-sebelumnya di ranking 3,” paparnya.
Jumlah 996 kontingen menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kontingen terbesar ke-4, setelah tuan rumah Thailand 1.800an atlet, Filipina 1.200an atlet, dan Malaysia 1.100an atlet.
“Kami sangat serius mendukung.”
“Kita sisir anggaran yang awalnya pendanaan Rp10 miliar, alhamdulillah hari ini kita bisa lebih percaya diri naik dari Rp10-50-60 miliar.”
“Terima kasih kepada rekan-rekan Kemenpora yang mengikuti pemikiran dan misi yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden sehingga anggaran ini tembus di Rp66 miliar,” tuturnya.
Setiap cabor, lanjut Erick, harus serius dan dapat memberikan kontribusi medali di SEA Games Thailand.
Jika hal itu tidak terpenuhi, maka Kemenpora akan memberikan sistem promosi dan degradasi kepada cabor peserta.
“Dengan anggaran yang meningkat, kita bisa mengirimkan sesuai permintaan cabor-cabor, yaitu sejumlah 996 atlet.”
“Jadi, saya minta semua cabor membawa medali.”
“Nantinya akan ada promosi degradasi (di DBON).”
“Jika cabor tidak sesuai target, ya nanti silakan masuk ke mandiri.”
“Ini sejalan dengan fokus 17 cabor strategis yang diarahkan Bapak Presiden,” beber Erick.
BACA JUGA: Erick Thohir: IOC Rekomendasikan Indonesia Tidak Gelar Ajang Olahraga, Bukan Menghentikan
Kemenpora terus memperkuat tata kelola dan sistem pembinaan atlet usia dini hingga elite.
Pemerintah hadir mendukung persiapan kontingen melalui fasilitasi pemusatan latihan, pengiriman try out/try in, serta dukungan logistik dan kebutuhan teknis lainnya.
“Semua atlet yang dikirim adalah bukan atlet coba-coba, dan saya tidak memandang bulu umur.”
“Banyak atlet muda juga berprestasi ketimbang seniornya, yang seniornya harus tetap ngotot, yang muda membalap.”
“Tidak ada atlet dan pelatih titipan, kita target oriented dengan pendanaan seefisien mungkin,” tegas Erick.
SEA Games 2025 membuktikn komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembinaan prestasi, menuju puncak pretasi menuju Olimpiade 2028.
Bayu Priawan Djokosoetono, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025, mengungkapkan, pihaknya telah mengunjungi lebih dari setengah jumlah cabor yang mengikuti SEA Games Thailand.
“Kita berikan semangat dan menampung aspirasi mereka saat kami kunjungi.”
“Para atlet memiliki semangat juang luar biasa.”
“Mereka yakin memberikan prestasi yang terbaik untuk bangsa.”
“Kita cukup yakin, paling tidak peringkat yang sama bisa diraih di Desember nanti,” ucapnya. (*)