NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan, kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia versus Ukraina hampir tercapai.
Ia menyebut pembicaraan terbaru menunjukkan kemajuan signifikan.
“Saya telah mengakhiri delapan perang dalam sembilan bulan, dan kami sedang mengupayakan perang terakhir itu.
“Tidak mudah, tapi saya rasa kita akan sampai,” kata Trump dalam acara pengampunan kalkun Thanksgiving di Gedung Putih, Selasa (25/11/2025).
Dalam satu bulan terakhir, klaim Trump, 25.000 tentara tewas dalam perang Rusai kontra Ukraina.
“Saya pikir kita sangat dekat dengan sebuah kesepakatan.”
BACA JUGA: Eropa Siapkan Usulan Damai Tandingan untuk Rusia-Ukraina
“Saya kira perang itu akan selesai lebih cepat, tapi saya rasa kita membuat kemajuan dalam waktu kurang dari setahun,” tuturnya.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan AS telah membuat kemajuan besar dalam upaya mengamankan perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia, tetapi beberapa poin sensitif masih membutuhkan pembahasan lanjutan.
“Ada beberapa rincian penting, namun tidak tak teratasi, yang harus diselesaikan dan membutuhkan pembicaraan lebih lanjut antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat,” tulis juru bicara Karoline Leavitt di platform X.
Akhir pekan lalu, pejabat AS dan Ukraina bertemu di Jenewa, untuk membahas proposal awal 28 poin dari AS, guna mendorong upaya perdamaian.
Setelah itu, kedua pihak menyatakan tengah menyusun kerangka perdamaian yang diperbarui dan diperhalus.
Proposal tersebut menimbulkan kekhawatiran di Kyiv dan di antara sekutu Ukraina, meski Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Senin malam, setelah negosiasi, rancangan rencana AS kini memiliki “lebih sedikit poin” dan “banyak elemen yang tepat.”
Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov pada Selasa mengatakan, Kyiv dan Washington mencapai “kesepahaman bersama” dalam pembicaraan Jenewa mengenai inti rencana AS itu.
Ia menambahkan, Kyiv berharap dapat mengatur kunjungan Zelenskyy ke AS “pada tanggal paling awal yang memungkinkan pada November,” untuk menyelesaikan langkah final dan mencapai kesepakatan dengan Trump.
Tak Ada Tenggat Waktu
Donald Trump mengatakan tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan kesepakatan damai Rusia-Ukraina, namun terdapat kemajuan dalam perundingan antara Moskow dan Kyiv.
Awal bulan ini, Trump mengisyaratkan pemerintahannya memandang 27 November, atau Hari Thanksgiving, sebagai batas waktu yang tepat bagi Kyiv untuk menerima rencana perdamaian yang diusulkan AS guna mengakhiri konflik dengan Rusia.
Berbicara kepada para wartawan dalam perjalanannya ke Florida, Trump mengatakan “tenggat waktu bagi saya adalah ketika (konflik) itu berakhir.”
Trump mengaku ada negosiasi baik yang sedang berlangsung, dan terdapat kemajuan dalam perundingan dengan Rusia.
“Kami melakukan pembicaraan yang baik.”
“Ini dimulai dengan Rusia, kami sedang melakukan beberapa perundingan dengan Rusia.”
“Ukraina berjalan dengan baik, saya pikir mereka cukup senang dengan itu.”
“Saya ingin melihat ini berakhir.”
“Kita tidak akan tahu untuk sementara waktu, tetapi kami membuat kemajuan,” ungkap Trump.
Trump menegaskan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy perlu menyelesaikan kesepakatan damai terlebih dahulu, sebelum berkunjung ke Amerika Serikat.
“Ia ingin datang, tetapi kita harus mencapai kesepakatannya terlebih dahulu,” tegas Trump.
Ketika ditanya secara spesifik mengenai 28 poin dalam rencana perdamaian Washington dan perbedaan yang masih ada, Trump mengatakan banyak dari perbedaan tersebut telah diselesaikan dengan cara yang sangat menguntungkan.
Newsmax melaporkan pada Selasa, mengutip seorang negosiator Ukraina, isu-isu yang belum terselesaikan dalam kesepakatan damai Ukraina mencakup hal-hal “sulit” seperti masalah wilayah, status aset Rusia yang dibekukan, dan jaminan keamanan Ukraina.
Trump mengatakan, rencana asli 28 poin yang diusulkan pemerintahannya tetap “disempurnakan” dengan masukan tambahan dari kedua belah pihak dan “hanya beberapa poin perbedaan yang tersisa.”
Trump mengatakan, utusan khususnya, Steve Witkoff, akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow minggu depan.
Proses Rumit
Donald Trump menuturkan, konflik Ukraina “bergerak satu arah”, dan sebagian wilayah “pada akhirnya dapat menjadi milik Rusia.”
Berbicara kepada wartawan dalam penerbangan Air Force One menuju Florida pada Selasa, Trump mengatakan perkembangan di lapangan menunjukkan perubahan yang mengarah pada keuntungan Rusia dalam beberapa bulan ke depan.
Trump mengungkapkan pembahasan terkait penetapan ulang perbatasan masih berlangsung.
“Mereka membicarakan wilayah yang bisa bergerak ke dua arah, mencoba merapikan perbatasan… ini proses yang rumit.”
“Apakah Anda ingin bertempur dan kehilangan 50.000–60.000 orang lagi, atau menyelesaikannya sekarang?”
“Dalam beberapa kasus, wilayah justru bergerak ke arah lain, jadi mereka bernegosiasi dan mencoba merampungkannya,” beber Trump.
BACA JUGA: Donald Trump Setujui 28 Poin Perdamaian Rusia-Ukraina
Trump menegaskan, Rusia bersedia memberikan konsesi.
“Mereka membuat konsesi; konsesi terbesar adalah menghentikan pertempuran dan tidak mengambil lebih banyak wilayah,” ungkap Trump.
Ia menilai langkah itu sebagai sinyal positif dalam upaya menghentikan perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun itu.
Rencana penyelesaian konflik Ukraina berisi 28 poin mencakup pengurangan bantuan militer AS, pengakuan resmi terhadap Gereja Ortodoks Ukraina yang diakui Gereja Ortodoks Rusia, pemberian status resmi bagi bahasa Rusia di Ukraina, pengurangan kekuatan militer Ukraina, serta larangan kehadiran pasukan asing dan senjata jarak jauh di wilayah Ukraina.
Rencana tersebut juga mengasumsikan AS dan negara lain akan mengakui Krimea dan Donbas sebagai wilayah sah Rusia.
Kalah
Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat Daniel Driscoll mengatakan kepada Kyiv, Ukraina menghadapi kekalahan dalam waktu dekat dan situasinya akan semakin memburuk, sebut laporan NBC News mengutip sejumlah sumber.
“Pesannya adalah, pada dasarnya, kalian sedang kalah,” kata salah satu sumber, seraya menambahkan Ukraina diminta menerima kesepakatan damai yang ditawarkan.
Media AS itu melaporkan pada Selasa, Driscoll diduga bertemu pejabat Rusia di Abu Dhabi pada 24 November, beberapa hari setelah menyampaikan rencana perdamaian yang disusun AS kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 20 November.
Menurut NBC News, Driscoll mengatakan kepada pejabat Ukraina dalam pertemuan di Kyiv pekan lalu, pasukan mereka berada dalam posisi sangat genting di garis depan.
Dua sumber menuturkan, Driscoll memperingatkan Ukraina, situasi akan semakin memburuk karena Rusia meningkatkan serangan udara dan memiliki kemampuan melanjutkan pertempuran tanpa batas waktu.
Ia menekankan, Rusia memiliki keunggulan kapasitas militer yang memungkinkan mereka mempertahankan operasi jangka panjang.
Sementara, Ukraina menghadapi keterbatasan amunisi dan tenaga.
Driscoll mengatakan lebih baik Ukraina menerima penyelesaian damai saat ini daripada menghadapi posisi tawar yang lebih lemah di masa depan. (*)