NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto membacakan tiga pantun, pada peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
“Saudara-saudara, saya mau tutup pidato saya sekarang.”
“Saya mau tutup dengan pantun.”
“Pohon beringin tegak berjaga. Daunnya rindang peneduh kita. Selamat ulang tahun Partai Golkar. Selamat ulang tahun almamater saya. Terus bersatu, bahu membahu membantu rakyat Indonesia,” kata Prabowo disambut riuh hadirin yang kompak menyerukan “cakep” di setiopa bait, sebagai balasan.
Prabowo mengaku tidak ingin kalah dengan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
“Pantun kedua, enggak mau kalah saya sama Bahlil.”
BACA JUGA: Mulai Januari 2026 Prabowo Bakal Datangkan 200 Helikopter Baru
“Beringin tumbuh akarnya kuat. Tahan badai tak mudah goyah. Melihat Golkar hari ini penuh semangat. Terus-teruslah berkarya untuk Indonesia Raya,” ucap Prabowo.
Prabowo kemudian melanjutkan pantun ketiga.
“Partai Golkar berlambang pohon beringin. Ketua umumnya pemuda dari timur. Bahlil Lahadalia namanya. Kulitnya hitam giginya putih. Kalau ketawa manis sekali. Kalau bekerja semangatnya tak pernah luntur,” tutur Prabowo yang kembali disambut meriah oleh hadirin.
Puji Bahlil
Presiden Prabowo Subianto memuji Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, karena memutar video Soemitro Djojohadikoesoemo, dalam peringatan HUT Ke-61 Partai Golkar.
“Karena memang saya belajar politik di Partai Golkar.”
“Beliau memang pintar menarik hati ya.”
“Video yang dikasih lihat, video aku pakai jaket kuning,” cetus Prabowo.
Mendengar ucapan itu, Bahlil tertawa di kursinya, sambil menepukkan tangan ke pahanya.
Prabowo pun merasa semakin kagum dengan Bahlil, saat video sang ayah, Soemitro Djojohadikoesoemo, sebagai Menteri Perdagangan dan Industri era Presiden Ke-2 RI Soeharto, diputar.
Dalam narasi video itu, disebutkan Presiden Ke-2 RI Soeharto membangkitkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi, dengan dibantu oleh pakar yang mumpuni terutama Soemitro Djojohadikoesoemo, yang kala itu juga menjadi salah satu penasihat ekonomi Soeharto.
Melihat video sang ayah yang tengah memakai jas itu diputar, Prabowo tampak tersenyum dari kursinya.
“Taruh lagi fotonya almarhum Bapak saya.”
“Waduh, tambah jatuh hati.”
“Kau memang pintar sekali.”
“Tapi tidak, saya terus terang saja saya merasa nyaman di sini.”
BACA JUGA: Pemerintah Tangani Bencana Banjir di Sumatera Secara Nasional
“Dari aku masuk, aku lihat muka-muka kawan saya semua di sini, kawan dan senior semua di sini,” imbuh Prabowo.
Prabowo pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Golkar.
Pada 2008, Prabowo mengundurkan diri lalu mendirikan Partai Gerindra, dan menjabat sebagai ketua umum hingga kini.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Partai Golkar, yang menjadi mitra strategis dalam memperkuat kinerja pemerintahan selama setahun terakhir.
“Golongan Karya partai yang punya sejarah.”
“Terima kasih, saudara-saudara, saya merasa diperkuat di sini karena kader-kader yang kau berikan kepada aku, mereka bekerja dengan sangat baik,” cetusnya.
Prabowo menambahkan, fondasi utama pemerintahan saat ini adalah komitmen menjalankan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang terus mengingatkannya memegang teguh amanat konstitusi.
Prabowo menyebut UUD 1945 bukan sekadar mantra politik, tetapi pedoman yang harus dijalankan secara nyata, terutama pasal-pasal fundamental seperti pasal 33 yang mengatur perekonomian nasional.
Ia menegaskan, keberhasilan negara hanya dapat dicapai melalui persatuan, keberanian politik, dan pelaksanaan konstitusi tanpa ragu.
“Kalau saya punya keyakinan, kalau kita laksanakan pasal 33, kita laksanakan semua pasal di Undang-undang Dasar 1945, pasti kita berhasil,” tegasnya. (*)