NarayaPost – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa hingga pekan kedua Desember 2025 telah terdata sekitar 36 ribu titik lahan yang siap dibangun untuk Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
Pada Juli lalu, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan lebih dari 80 ribu Koperasi Desa maupun Kelurahan Merah Putih secara serentak di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang juga diikuti secara virtual oleh seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
“Selain 36 ribu titik yang siap dibangun, per hari ini pula ada sekitar 28 ribu titik yang sedang dibangun Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry Juliantono saat meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).
BACA JUGA: PP Muhammadiyah Instruksi Infak Jum’at untuk Korban Sumatera
Koperasi di Tukangkayu yang berada di kawasan perkotaan Banyuwangi tersebut menjadi proyek percontohan nasional, menyediakan layanan simpan pinjam serta kebutuhan pokok dengan harga murah bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras, gula, dan elpiji 3 kilogram, melalui kerja sama dengan mitra strategis seperti Bulog dan Pertamina.
Ferry memperkirakan puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih yang dibangun di seluruh Indonesia akan selesai dan mulai beroperasi pada Maret–April 2026, sesuai target yang ditetapkan Presiden Prabowo.
“Sesuai yang diinginkan Bapak Presiden, Kopdes Merah Putih ini bagaimana desa atau kelurahan tidak hanya menjadi objek, tapi jadi subjek atau pelaku ekonomi, sehingga masyarakat juga bisa akses permodalan di koperasi ini,” ucap Ferry.
Ia menambahkan bahwa fungsi koperasi tersebut tidak hanya sebagai gerai kebutuhan pokok, tetapi juga dapat menjadi tempat penampungan produk UMKM desa atau kelurahan, termasuk hasil pertanian.
Perkembangan pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih menunjukkan bahwa program yang dicanangkan pemerintah terus bergerak menuju target operasional pada Maret–April 2026.
Data yang disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa hingga pekan kedua Desember 2025, puluhan ribu titik lahan telah memasuki tahap siap bangun, sementara puluhan ribu lainnya sedang dalam proses konstruksi. Angka tersebut menggambarkan skala implementasi program yang sebelumnya telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada peluncuran serentak di Klaten pada Juli lalu.
Peresmian Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu di Banyuwangi menjadi salah satu contoh konkret bagaimana model koperasi ini dirancang untuk berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat. Dengan menyediakan fasilitas simpan pinjam serta kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi melalui kerja sama dengan Bulog dan Pertamina keberadaan koperasi ini diarahkan untuk menjadi contoh implementasi di kawasan perkotaan.
BACA JUGA: Rapat Pleno Penjabat Ketum PBNU, Khofifah-Gus Ipul Hadir
Penjelasan Ferry mengenai proyeksi penyelesaian pembangunan seluruh titik koperasi memperlihatkan bahwa pemerintah menempatkan program ini sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, keberadaan Kopdes Merah Putih juga diproyeksikan memiliki fungsi tambahan sebagai ruang untuk menampung produk UMKM dan hasil pertanian lokal.
Pernyataan Ferry bahwa program ini diharapkan mampu menjadikan desa dan kelurahan sebagai “subjek atau pelaku ekonomi” memberikan gambaran tentang arah pembangunan koperasi yang dipersiapkan untuk berjalan dalam jangka panjang. Dengan progres pembangunan yang telah berjalan di puluhan ribu titik, rangkaian implementasi Kopdes Merah Putih memasuki fase penting menuju operasional penuh pada tahun 2026 sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.