Prabowo Subianto: Kita Tidak Boleh Tebang Pohon Sembarangan

Presiden Prabowo Subianto mengeklaim  pemerintah pusat telah bergerak cepat untuk mendukung percepatan pemulihan di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, pasca-bencana banjir bandang. Foto: BPMI Setpres
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto mengeklaim  pemerintah pusat telah bergerak cepat untuk mendukung percepatan pemulihan di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, pasca-bencana banjir bandang.

Kepada warga terdampak, Prabowo memastikan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar masyarakat terus diupayakan oleh pemerintah.

“Insyaallah bersama-sama kita akan memperbaiki keadaan ini.”

“Pemerintah akan turun, akan membantu semuanya,” ujarnya di posko pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (12/12/2025).

Prabowo lantas meminta maaf apabila masih terdapat layanan atau bantuan yang belum terselesaikan sepenuhnya.

Salah satu tantangannya, menurut Prabowo, kondisi lapangan yang cukup berat.

“Kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya. Sudah mulai?”

“Kita berusaha, kita tahu di lapangan sangat sulit.”

“Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama,” katanya.

Prabowo mengajak seluruh masyarakat tetap tabah dan menjaga semangat selama proses pemulihan.

Ia berharap aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar-mengajar bagi anak-anak, dapat segera berjalan normal kembali.

“Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal.”

BACA JUGA: Status Bencana Nasional Memperjelas Komando Penanganan

“Anak-anak yang tabah, yang semangat.”

“Kita cepat kembali supaya anak-anak semua cepat sekolah semuanya,” tuturnya.

Prabowo turut menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana, serta perlunya pengelolaan lingkungan dan tata ruang yang lebih baik.

Prabowo memerintahkah seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak alam.

“Kita tidak boleh tebang pohon sembarangan.”

“Saya minta pemerintah daerah semua lebih waspada, lebih awas.”

“Kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Endapan Lumpur

Presiden Prabowo Subianto hari ini meninjau wilayah terdampak bencana dengan mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Helikopter yang membawa Prabowo tiba di Lapangan Sepak Bola Bima Patra Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, usai lepas landas dari Pangkalan TNI AU Soewondo, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dari helipad, Prabowo beserta rombongan langsung menuju posko pengungsian di Jembatan Aceh Tamiang.

Di sepanjang perjalanan, terlihat jelas jejak bencana yang menyisakan kerusakan di sejumlah titik, termasuk masih adanya endapan lumpur di badan jalan dan pepohonan yang mengering akibat terjangan banjir bandang.

“Saya datang sesuai janji saya, waktu itu Tamiang masih terputus ya. Terputus.”

“Kapan sudah tembus? Berapa hari lalu? Seminggu lalu ya. Saya janji mau nengok beliau,” ucapnya.

BACA JUGA: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Hasil Buka Kebun Sawit

Setibanya di posko pengungsian, Prabowo disambut antusiasme anak-anak yang menyambut dengan nyanyian “Selamat datang, Bapak.”

Prabowo lalu menuju posko kesehatan yang tengah memberikan layanan medis kepada warga terdampak.

Kepada warga yang sedang berobat, Prabowo menanyakan keluhan yang dirasakan, dan mendoakan warga dapat sehat kembali.

Ia juga berdialog dengan para tenaga kesehatan yang sedang bertugas.

Usai meninjau posko kesehatan, Prabowo meninjau kawasan pemukiman warga di bawah jembatan yang terdampak bencana.

Dari titik ini, Prabowo melihat langsung rumah warga yang mengalami kerusakan dengan endapan lumpur yang tebal.

Potongan kayu, puing bangunan, serta barang-barang rumah tangga yang terseret arus air juga terlihat.

Di tenda pengungsian, Prabowo disambut hangat oleh anak-anak yang menghampirinya untuk bertemu dan berjabat tangan.

Prabowo pun membalas kehangatan anak-anak dengan memeluk, menggendong, bahkan mencium kening anak-anak.

Ucapan terima kasih turut dilontarkan warga sebelum Prabowo meninggalkan tenda pengungsian.

Suasana kota di sekitar kawasan terdampak juga menjadi perhatian Prabowo.

Tanah liat yang mengering mengubah sebagian besar permukaan jalan menjadi berdebu, sedangkan lapisan debu tebal masih menempel di dinding rumah dan kendaraan warga. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like