NarayaPost – Serangan drone yang dilancarkan Ukraina dilaporkan menghantam Kota Saratov, Rusia, pada Sabtu (13/12), dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Mengutip AFP, Gubernur Wilayah Saratov Roman Busargin menyampaikan bahwa sebuah pesawat nirawak mengenai bangunan permukiman warga. “Dua orang tewas,” ujar Busargin dalam pernyataannya melalui Telegram. Ia menambahkan, “Akibat serangan drone tersebut, sejumlah unit apartemen di sebuah bangunan hunian mengalami kerusakan,” urainya.
Busargin juga menyatakan pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan keuangan bagi warga yang tempat tinggalnya terdampak serangan tersebut. Kota Saratov berada di tepi Sungai Volga dan berhadapan langsung dengan Kota Engels, yang diketahui menjadi lokasi pangkalan militer strategis Rusia.
BACA JUGA: Mahfud MD: Perpol 10/2025 Inkonstitusional
Wilayah ini sebelumnya juga pernah menjadi sasaran serangan drone dari Ukraina, meski dalam sejumlah kejadian Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh sebagian besar pesawat nirawak tersebut. Seiring berlanjutnya konflik, baik Rusia maupun Ukraina terus melancarkan serangan satu sama lain, termasuk dengan memanfaatkan teknologi drone.
Di tengah eskalasi tersebut, Amerika Serikat saat ini disebut tengah melakukan pembicaraan dengan Moskow dan Kiev sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang yang masih berlangsung.
Insiden di Saratov kembali menambah daftar panjang serangan lintas wilayah yang terjadi sejak konflik Rusia–Ukraina meletus. Serangan drone yang menghantam kawasan permukiman itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik, tetapi juga mempertegas bagaimana dampak perang semakin dirasakan hingga ke wilayah sipil. Kota yang berada di tepi Sungai Volga tersebut kini menjadi salah satu titik yang disorot, mengingat posisinya yang berhadapan langsung dengan Engels, lokasi pangkalan militer strategis Rusia.
Otoritas setempat memastikan langkah-langkah penanganan pascakejadian telah dilakukan, termasuk pendataan kerusakan dan rencana penyaluran bantuan keuangan bagi warga terdampak. Pemerintah daerah menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, memulihkan fasilitas hunian yang rusak, serta memberikan dukungan bagi keluarga korban. Aparat keamanan juga meningkatkan kewaspadaan di wilayah tersebut menyusul potensi ancaman lanjutan.
Serangan ini bukan yang pertama kali menyasar wilayah Saratov dan sekitarnya. Sebelumnya, Rusia beberapa kali melaporkan upaya serangan drone yang sebagian besar berhasil digagalkan. Namun, kejadian terbaru menunjukkan bahwa ancaman tersebut tetap ada dan dapat menimbulkan dampak signifikan, terutama ketika sasaran berada di kawasan padat penduduk.
Situasi ini menegaskan kompleksitas konflik yang tidak lagi terbatas pada garis depan pertempuran, melainkan merembet ke wilayah-wilayah yang sebelumnya relatif jauh dari medan perang.
BACA JUGA: Pasukan Stabilisasi Internasional Mendarat di Gaza Bulan Depan
Di sisi lain, penggunaan drone sebagai instrumen serangan terus menjadi ciri utama dalam dinamika perang modern antara kedua negara. Teknologi ini memungkinkan serangan dilakukan dengan cepat dan menjangkau area yang luas, namun sekaligus meningkatkan risiko terhadap warga sipil. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak internasional untuk terus memantau perkembangan konflik dan dampaknya terhadap keamanan regional.
Sementara itu, upaya diplomatik masih berlangsung di tengah intensitas serangan yang belum mereda. Amerika Serikat dilaporkan tengah menggelar pembicaraan dengan Moskow dan Kiev sebagai bagian dari inisiatif untuk mencari jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. Meski hasil dari perundingan tersebut belum terlihat secara konkret, langkah diplomasi ini menunjukkan adanya dorongan internasional untuk menghentikan eskalasi dan mengurangi korban lebih lanjut.
Dengan situasi yang terus berkembang, peristiwa di Saratov menjadi pengingat bahwa perang Rusia–Ukraina masih menyisakan ketidakpastian. Dampaknya tidak hanya tercermin dalam pergerakan militer, tetapi juga dalam kehidupan warga sipil yang berada di tengah pusaran konflik yang belum menemukan titik akhir.