Ditolak Gabung, Ukraina Minta Jaminan Keamanan dari NATO

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta gencatan senjata selama dua bulan, untuk melakukan referendum terkait kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Foto: www.washingtontimes.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akhirnya mengurungkan niat bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sebagai imbalannya, Zelenskyy meminta jaminan keamanan dari Barat, dan tetap menolak desakan Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan wilayah-wilayahnya kepada Rusia.

Sikap Zelenskyy itu disampaikan sebelum pembicaraan dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump; Steve Witkoff, dan menantu Trump; Jared Kushner, Minggu (14/12/2025).

“Sejak awal, keinginan Ukraina adalah bergabung dengan NATO, karena ini merupakan jaminan keamanan yang nyata.”

“Namun, beberapa mitra dari AS dan Eropa tidak mendukung tujuan ini,” ungkapnya kepada awak media.

Karena AS dan beberapa negara Eropa menolak Ukraina gabung NATO, Zelenskyy mengharapkan Barat menawarkan serangkaian jaminan yang serupa dengan yang ditawarkan kepada anggota NATO.

BACA JUGA: Sekjen NATO Dinilai Rusak Negosiasi Damai Rusia-Ukraina

“Jaminan yang serupa dengan pasal 5 (NATO) dari AS dan para mitra Eropa, serta dari negara-negara lain, Kanada, Jepang, akan memberikan peluang untuk mencegah kedatangan pasukan Rusia lainnya.”

“Ini sudah menjadi kompromi dari pihak kami,” tegasnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menganggap upaya Ukraina gabung NATO sebagai ancaman besar bagi keamanan Rusia.

Hal itu pula yang menjadi alasan Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022.

Kremlin menuntut Ukraina membatalkan upaya keanggotaan aliansi tersebut, sebagai bagian dari setiap kesepakatan perdamaian yang prospektif.

Zelenskyy menekankan, jaminan keamanan apa pun harus mengikat secara hukum dan didukung oleh Kongres AS.

Zelenskyy mengataku belum siap mengungkap rincian spesifik jaminan keamanan yang diusulkan, dan akan mengumumkannya dalam satu atau dua hari ke depan.

Perdamaian Bermartabat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bakal merundingkan perjanjian politis untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, bersama para pejabat AS dan Eropa di Berlin, Jerman, dalam beberapa hari mendatang.

Menurut Zelenskyy, Kiev sedang menyiapkan hal-hal yang akan dibahas di Jerman, di mana Berlin akan menjadi tuan rumah berbagai agenda diplomatik, termasuk pengarahan oleh negosiator senior Ukraina, Rustem Umerov, dan tim negosiasi negara tersebut mengenai diskusi yang telah dilakukan.

Dalam pertemuan tersebut, kata Zelenskyy, Kepala Staf Umum Andrii Hnatov, serta perwakilan dari sektor pertahanan dan keamanan Ukraina, akan membahas detail jaminan keamanan untuk Kiev.

Sedangkan para pejabat pemerintah akan berdiskusi dengan AS dan Eropa tentang pemulihan dan pembangunan pasca-perang.

“Yang terpenting, saya akan bertemu dengan utusan Presiden (AS) Donald Trump, dan dengan mitra Eropa kami, juga banyak pemimpin, untuk membahas mengenai dasar perdamaian, kesepakatan politik untuk mengakhiri perang,” ungkap Zelenskyy.

Zelenskyy mengatakan upaya tersebut untuk memastikan perdamaian bermartabat bagi Ukraina, dan untuk menjamin konflik tidak akan terulang di masa depan.

BACA JUGA: Belgia dan Jerman Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Rusia

Pernyataan tersebut muncul setelah kantor Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan ia akan menjamu Zelenskyy dan beberapa pemimpin Eropa di Berlin pada Senin, untuk membahas perkembangan terbaru dalam negosiasi perdamaian.

Di hari yang sama, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Umerov mengatakan, ia akan bekerja seaktif dan sekonstruktif mungkin dengan semua pihak yang benar-benar dapat membawa kesepakatan tersebut ke kondisi normal.

“Kami membahas penyelarasan posisi lebih lanjut, masalah keamanan, dan langkah selanjutnya dalam memajukan rencana perdamaian,” tulis Umerov di Facebook.

Juru bicara pemerintah Jerman Stefan Kornelius pada Jumat mengatakan, Merz pertama-tama akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Zelenskyy tentang kerja sama ekonomi Jerman-Ukraina, dan status negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung.

“Selanjutnya pada malam hari, sejumlah kepala negara dan pemerintahan Eropa, serta perwakilan Uni Eropa dan NATO terkemuka, akan bergabung dalam diskusi,” tambah Kornelius, tanpa memberikan detail tentang peserta atau agenda pertemuan.

Sebelumnya pada Sabtu, Kantor Berita Jerman (dpa) mengutip sumber pemerintah yang mengatakan bahwa penasihat kebijakan luar negeri dari AS, Ukraina, Jerman, dan negara-negara lain akan melanjutkan pembicaraan di Berlin pada Minggu, mengenai kemungkinan gencatan senjata. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like