Iran Desak PBB Bertindak Sikapi Agresivitas Amerika

Negara-negara Arab yang berbatasan dengan Teluk Persia mendesak AS tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran. Foto: besacenter.org
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Pemerintah Iran mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertindak atas serangkaian pernyataan yang semakin agresif dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Teranyar, Washington menyatakan siap siaga untuk campur tangan dalam kerusuhan yang sedang berlangsung di Iran.

Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat (2/1/2026), Duta Besar Iran Amir Saeid Iravani menuduh Trump melakukan penghasutan kekerasan, kerusuhan, dan tindakan terorisme di Iran.

“Presiden Amerika Serikat secara terbuka mengancam Republik Islam Iran dengan penggunaan kekuatan dan intervensi, menyatakan ‘Kami siap siaga dan siap bertindak.”

“Pernyataan-pernyataan yang berulang dan disengaja ini menunjukkan pola perilaku melanggar hukum yang konsisten oleh Amerika Serikat,” isi surat itu, yang merinci sejarah panjang dugaan campur tangan AS dalam urusan Iran, termasuk kudeta tahun 1953, dukungan untuk Saddam Hussein selama Perang Iran-Irak, jatuhnya pesawat Iran Air Flight 655, dan pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani enam tahun lalu.

Protes besar-besaran meletus di Iran pada akhir Desember 2025, yang dipicu kesulitan ekonomi, termasuk nilai mata uang nasional yang sangat rendah.

Demonstrasi menyebar dan menjadi semakin keras, dengan serangan terhadap gedung-gedung pemerintah dan bentrokan dengan pasukan keamanan.

Beberapa korban jiwa juga dilaporkan di antara para demonstran dan pasukan keamanan.

Dalam unggahan di Truth Social pada Jumat, Trump mengatakan jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, AS akan datang untuk menyelamatkan mereka.

Hal ini memicu peringatan dari ketua parlemen Iran Mohammad Ghalibaf, yang menyatakan di X, pasukan AS di Timur Tengah akan dianggap sebagai target yang sah jika Washington ikut campur.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengakui hak warga negara untuk berdemonstrasi secara damai, tetapi menekankan tindakan kekerasan selama protes, serta campur tangan asing, tidak akan ditoleransi.

“Rakyat Iran yang Agung akan dengan tegas menolak campur tangan apa pun dalam urusan internal mereka.”

BACA JUGA: Menlu Iran: Amerika Serikat Tidak Jujur Dalam Hal Apa Pun

“Demikian pula, Angkatan Bersenjata kita yang Perkasa dalam keadaan siaga dan tahu persis ke mana harus membidik jika terjadi pelanggaran kedaulatan Iran.”

Surat duta besar Iran kepada PBB menyerukan Dewan Keamanan untuk dengan tegas dan kuat mengutuk pernyataan-pernyataan yang sembrono dan provokatif ini, dan menuntut AS mematuhi hukum internasional, menghentikan semua ancaman atau penggunaan kekerasan,” tulis Araghchi di X.

Demonstrasi besar-besaran di Republik Islam dimulai pada akhir Desember, ketika para pedagang di Teheran melakukan pemogokan setelah mata uang nasional, rial, mencapai titik terendah sepanjang sejarah.

Protes dengan cepat menyebar ke kota-kota lain dan berubah menjadi politis dan penuh kekerasan.

Protes ini adalah yang terburuk sejak kekacauan tahun 2022 yang dipicu kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang dituduh mengenakan hijab tidak pantas, saat berada dalam tahanan polisi.

Peristiwa itu memicu kerusuhan kekerasan selama berminggu-minggu, mengakibatkan lebih dari 200 kematian di seluruh negeri dan ribuan penangkapan.

BACA JUGA: Donald Trump: Amerika Serikat PBB yang Sesungguhnya

Video yang beredar daring menunjukkan massa telah menyerang gedung-gedung pemerintah dan fasilitas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Korban jiwa juga dilaporkan di antara para demonstran dan pasukan keamanan.

“Agen intelijen asing telah berupaya mengubah protes yang sah menjadi pertempuran perkotaan yang penuh kekerasan.”

“Teheran mampu membedakan antara demonstran dan tentara bayaran asing, dan tidak akan pernah memperlakukan rakyatnya dengan buruk,” tegas Ghalibaf.

Musuh bebuyutan Iran, Israel, secara terbuka mendukung kerusuhan tersebut.

Badan intelijen Mossad juga mengeklaim memiliki agen di lapangan.

Teheran memperingatkan pada hari Jumat, intervensi apa pun terhadap keamanan Iran akan diikuti dengan tanggapan yang akan disesali. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like