Ruben Amorim Dipecat oleh MU, Ini Alasannya!

Mantan Pelatih Kepala Manchester United, Ruben Amorim. Foto: Kompas.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Manchester United (MU) secara resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih kepala Ruben Amorim pada Senin (5/1). Keputusan tersebut diambil tak lama setelah Setan Merah gagal meraih kemenangan dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Leeds United pada pekan ke-20 Liga Inggris musim 2025/26 di Stadion Elland Road, Minggu (4/1).

Manajemen MU Pertimbangkan Penuh Sebelum Pecat Ruben Amorim

Dalam pengumuman resminya, manajemen MU menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan menyeluruh terhadap performa tim sepanjang paruh pertama musim. Hingga pekan ke-20, MU masih bertengger di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 31 poin dari 20 pertandingan, hasil yang dinilai belum mencerminkan target klub untuk bersaing di papan atas Liga Inggris.

“Ruben diangkat pada November 2024 dan memimpin tim ke final Liga Europa di Bilbao pada Mei. Dengan Manchester United berada di posisi 6 di Liga Inggris, manajemen klub dengan berat hati telah mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” tulis pernyataan resmi MU.

BACA JUGA: Produksi Beras Naik Drastis, Segini Perkiraan Angkanya!

Manajemen klub juga menegaskan bahwa perubahan di kursi pelatih diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi tim untuk memperbaiki posisi di klasemen pada sisa musim kompetisi. “Ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk finis setinggi mungkin di Liga Inggris. Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya kepada klub dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Darren Fletcher akan memimpin tim melawan Burnley pada hari Rabu,” lanjut pernyataan tersebut.

Darren Fletcher Ditunjuk Sebagai Pelatih Interim

Untuk sementara waktu, MU menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim sembari menunggu penunjukan pelatih permanen. Fletcher diharapkan mampu menjaga stabilitas ruang ganti dan memaksimalkan potensi skuad dalam jadwal padat kompetisi domestik.

Sejumlah media Inggris seperti BBC Sport dan The Guardian menilai pemecatan Amorim tidak semata-mata dipicu oleh hasil imbang melawan Leeds, melainkan akumulasi performa yang dianggap tidak konsisten. MU tercatat gagal menang dalam dua laga terakhir Liga Inggris, serta kerap kehilangan poin saat menghadapi tim-tim yang berada di bawah mereka di klasemen.

Selain hasil pertandingan, faktor taktis juga menjadi sorotan. Amorim dinilai kesulitan menerapkan filosofi permainan yang sebelumnya sukses ia jalankan di Sporting CP. Skema tiga bek yang menjadi ciri khasnya dinilai belum sepenuhnya cocok dengan karakter pemain MU, terutama di sektor pertahanan dan sayap. Beberapa pemain kunci juga disebut belum menunjukkan performa optimal akibat seringnya perubahan posisi dan peran di lapangan.

BACA JUGA: Usai Nicolas Maduro, Trump Bidik Gustavo Petro

Jarak Poin Antar Klub Semakin Besar

Laporan Sky Sports menyebut bahwa manajemen MU mulai kehilangan kesabaran karena jarak poin dengan empat besar semakin melebar, sementara performa tandang tim relatif stagnan. Dari 10 laga tandang Liga Inggris musim ini, MU hanya mampu meraih tiga kemenangan, sebuah catatan yang dinilai tidak sejalan dengan ambisi klub.

Di luar aspek teknis, tekanan internal dan ekspektasi tinggi suporter turut memengaruhi keputusan klub. Amorim memang sempat mendapat pujian setelah membawa MU ke final Liga Europa pada Mei lalu, namun kegagalan menjaga konsistensi di kompetisi domestik membuat posisinya semakin tertekan.

Dengan sisa musim yang masih panjang, MU berharap pergantian pelatih dapat menjadi momentum kebangkitan. Manajemen klub menargetkan finis setinggi mungkin di Liga Inggris serta menjaga peluang di kompetisi Eropa. Keputusan memecat Ruben Amorim pun dipandang sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan musim, meski diakui sebagai keputusan berat oleh jajaran petinggi klub.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like