SMA Taruna Nusantara Malang Dibuka, Perluas Akses Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang yang berlokasi di Jawa Timur, pada Selasa (13/1/2025). Peresmian kampus pendidikan menengah tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperluas akses pendidikan unggulan berbasis pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda Indonesia.

Prosesi peresmian berlangsung khidmat dan ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden Prabowo sebagai simbol dimulainya operasional SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan calon pemimpin bangsa dengan fondasi disiplin, nasionalisme, serta kecakapan akademik yang kuat.

SMA Taruna Nusantara Jadi Komitmen Pemerintah

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pernyataan resmi peresmian sekolah dengan menegaskan komitmen pemerintah terhadap pembangunan sektor pendidikan.

BACA JUGA: Citi PHK 1.000 Karyawan dalam Restrukturisasi Global

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Selasa 13 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang,” kata Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, keberadaan SMA Taruna Nusantara Malang diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki semangat pengabdian kepada negara.

“Semoga Tuhan Yang Maha Besar senantiasa melindungi kita sekalian dalam perjalanan kita membangun bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang maju, bangsa yang sejahtera,” ujarnya.

SMA Taruna Nusantara Punya Tiga Kampus

Prabowo juga menjelaskan bahwa SMA Taruna Nusantara saat ini telah memiliki tiga kampus aktif di Indonesia. Selain kampus yang baru diresmikan di Malang, sekolah serupa telah lebih dahulu berdiri di Magelang, Jawa Tengah, serta Cimahi, Jawa Barat. Ketiga kampus tersebut menjadi bagian dari jaringan pendidikan taruna yang berada di bawah pengawasan pemerintah.

Ia menyebut bahwa SMA Taruna Nusantara Magelang merupakan kampus tertua yang menjadi tonggak awal pengembangan sekolah taruna di Indonesia. Sekolah tersebut telah berdiri sejak 1990 dan dikenal sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan banyak alumni berkiprah di berbagai sektor strategis.

“Hari ini kita sudah punya tiga kampus. Magelang tentunya, kita sudah tambah juga di Malang di sini—saya resmikan hari ini—dan Cimahi,” tutur Prabowo.

Pembangunan Akan Terus Diperluas

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada tiga kampus yang telah ada. Ia memastikan bahwa pembangunan SMA Taruna Nusantara akan terus diperluas ke sejumlah wilayah lain sebagai bagian dari pemerataan pendidikan unggulan di Tanah Air.

Menurut Prabowo, saat ini pemerintah tengah membangun tiga kampus baru di berbagai daerah. Kampus tersebut masing-masing berlokasi di Kalimantan, tepatnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), kemudian di Minahasa, Sulawesi Utara, serta di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

“Kita sedang membangun di Kalimantan, yaitu di kawasan IKN. Kemudian di Sulawesi Utara di Minahasa, dan di Sumatera Selatan di Pagar Alam. Kita harapkan akhir Desember 2026, kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi,” ucapnya.

BACA JUGA: Sekolah Rakyat: Hapus Kemiskinan Atau Diskriminasi Pendidikan?

Banyak Generasi Muda yang Bisa Akses Pendidikan

Prabowo berharap, dengan bertambahnya jumlah di berbagai wilayah, semakin banyak generasi muda yang dapat mengakses pendidikan berkualitas sekaligus mendapatkan pembinaan karakter kepemimpinan sejak dini.

Dalam acara peresmian tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Mereka antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono.

Kehadiran para menteri tersebut menegaskan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pendidikan nasional, khususnya dalam memperkuat institusi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan generasi penerus bangsa.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like