NarayaPost – Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa upaya membawa Garuda tampil di ajang Piala Dunia bukanlah pekerjaan instan yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Menurut Herdman, pencapaian tersebut membutuhkan proses panjang, konsistensi, serta komitmen bersama dari seluruh elemen sepak bola nasional.
Dalam pernyataannya, Herdman menolak anggapan bahwa lolos ke Piala Dunia bisa diwujudkan melalui proyek cepat atau hasil “semalam”. Ia menekankan bahwa keberhasilan di level tertinggi sepak bola dunia selalu lahir dari tahapan yang berkesinambungan, mulai dari pembangunan mental pemain hingga penguatan fondasi tim secara menyeluruh.
Herdman memandang keputusannya bergabung dengan Timnas Indonesia sebagai kesempatan besar dalam perjalanan karier kepelatihannya. Ia datang pada momentum yang tidak mudah, setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Meski demikian, kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang memotivasi dirinya untuk membangkitkan kembali semangat tim dan menata ulang arah perjalanan sepak bola nasional.
BACA JUGA: Dukung Pemerintah, Ribuan Warga Iran Lakukan Aksi
“Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkan [perjalanan Timnas] dan memberikannya kepada para pemain. Karena saya menikmati momen ini. Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu,” kata Herdman.
Ia menilai, kegagalan yang baru saja dialami Indonesia seharusnya tidak dilihat sebagai akhir dari perjuangan. Sebaliknya, situasi tersebut bisa menjadi titik awal untuk membangun mental juara dan rasa lapar akan prestasi yang lebih tinggi. Herdman menyebut dirinya memahami tekanan besar yang menyertai jabatan pelatih kepala Timnas Indonesia, terutama dari ekspektasi publik dan para pendukung.
“Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka,” lanjutnya.
Pelatih asal Inggris tersebut memiliki rekam jejak yang kuat dalam membangun tim nasional. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat berhasil membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Herdman ditunjuk sebagai pelatih Kanada pada 2018, dan dalam kurun waktu empat tahun, ia mampu mengantar negara tersebut kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 36 tahun, sejak terakhir kali tampil pada edisi 1986.
Pengalaman itulah yang kini menjadi modal utama Herdman dalam menangani Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjalanan Kanada menuju Piala Dunia tidak terjadi secara cepat, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan, tekanan, serta kerja keras berkelanjutan.
“Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana,” ujarnya.
Herdman melihat Indonesia telah mengambil langkah besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas kompetisi domestik dan pembinaan pemain. Menurutnya, tugas berikutnya adalah memastikan langkah tersebut berlanjut ke tahap yang lebih tinggi dengan arah yang jelas dan konsisten.
“Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya,” tutur Herdman.
BACA JUGA: SMA Taruna Nusantara Malang Dibuka, Perluas Akses Pendidikan
John Herdman menambahkan, tekanan yang datang dari publik, media, dan para pendukung bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, tekanan tersebut justru akan menjadi kompas yang mengarahkan tim menuju target besar yang diimpikan.
“Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini. Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari,” tambahnya.
Dengan pendekatan jangka panjang dan pengalaman internasional yang dimilikinya, Herdman berharap dapat membawa Timnas Indonesia melangkah secara bertahap menuju level tertinggi sepak bola dunia.