NarayaPost – Amerika Serikat (AS) menyelesaikan proses pengunduran diri dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mereka tuding salah urus pandemi COVID-19.
AS juga menuduh WHO gagal melaksanakan reformasi internal dan rentan terhadap pengaruh politik dari sejumlah negara anggota.
Langkah ini sesuai janji pemilu Donald Trump.
Dalam pidato pertamanya usai dilantik sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2025, ia langsung memerintahkan AS mengambil langkah keluar dari WHO.
Trump juga mengumumkan pengunduran diri AS dari Kesepakatan Paris mengenai perubahan iklim, mengulang lagi langkah yang ia lakukan pada masa jabatan pertamanya.
Mundurnya AS dari WHO mencerminkan skeptisisme Trump terhadap multilateralisme, serta dipastikan akan berdampak besar pada upaya global dalam mencegah dan mengendalikan penyakit menular.
BACA JUGA: Daftar 66 Organisasi Internasional yang Ditinggal Pergi Amerika
AS merupakan kontributor finansial terbesar bagi organisasi kesehatan PBB yang bermarkas di Jenewa, Swiss ini.
WHO memiliki lebih dari 190 negara anggota, dan bertugas menyusun kebijakan kesehatan global yang koheren.
Dalam proses pembatalan keanggotaan AS di WHO selama setahun belakangan, pemerintahan Trump telah menghentikan pendanaan, menarik seluruh pejabat AS, dan mengalihkan semua aktivitas yang sebelumnya dilakukan via WHO menjadi pendekatan bilateral dengan negara-negara ataupun organisasi lain.
Kerja sama antara AS dengan WHO akan dilakukan secara terbatas dan hanya untuk memuluskan pengunduran diri AS dari badan itu.
Pembatalan keanggotaan WHO memerlukan pemberitahuan awal, yang sudah dilakukan AS tahun lalu, serta pelunasan semua biaya keanggotaan yang tertunggak.
Namun, menurut WHO, AS belum membayarkan tunggakan biaya keanggotaan pada 2024 dan 2025, yang jumlahnya mencapai 260 juta dolar AS.
Atas tunggakan yang belum terselesaikan tersebut, WHO akan membahas sah atau tidaknya pengunduran diri AS dari badan tersebut, dalam rapat organisasi pada Februari mendatang serta dalam kesempatan lain.
Menipu Amerika
Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Senin (20/1/2026) waktu setempat, untuk menarik AS dari WHO.
“WHO menipu kita.”
“Semua orang menipu AS dan itu sudah cukup.”
“Hal ini tidak akan terjadi lagi,” tegas Trump saat menandatangani perintah eksekutif setelah kembali ke Ruang Oval.
Trump mengungkapkan, AS membayar 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,15 triliun) kepada WHO.
“Rasanya agak tidak adil bagi saya, meskipun itu bukan alasannya, tetapi saya memutuskan untuk keluar.”
“Cina membayar 39 juta dolar AS (sekitar Rp6356 miliar), dan kami membayar 500 juta dolar AS, padahal Cina adalah negara yang lebih besar,” bebernya.
AS juga menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris 2016, karena menganggap perjanjian tersebut tidak adil dan berat sebelah.
Menghemat
WHO langsung melakukan penghematan, setelah AS mengumumkan keluar dari badan PBB itu.
“Kami menyesalkan keputusan itu dan berharap pemerintah baru (AS) akan mempertimbangkan kembali (keputusannya),” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menurut laporan Politico, mengutip surel internal WHO.
Tedros menambahkan, keputusan AS itu berdampak serius pada situasi keuangan WHO.
BACA JUGA: Donald Trump: Amerika Serikat PBB yang Sesungguhnya
Badan kesehatan global itu menghentikan perekrutan, kecuali untuk posisi yang sangat penting, dan mengurangi anggaran perjalanan secara signifikan.”
Semua rapat-rapat WHO akan digelar secara daring, kecuali untuk kasus-kasus yang sangat penting.
Pemberian bantuan teknis ke negara-negara akan dibatasi hanya untuk hal-hal paling penting.
WHO juga mengurangi pembelian peralatan TI, merundingkan ulang kontrak-kontrak penting, serta menunda renovasi kantor dan investasi modal organisasi.
AS adalah donor terbesar WHO, dengan kontribusi sebesar 1,284 miliar dolar (sekitar Rp20,7 triliun), menurut data badan PBB itu. (*)