NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib yang memiliki peran strategis bagi masa depan Indonesia. Menurutnya bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan fondasi penting dalam mendorong kemandirian nasional, khususnya di sektor pangan dan energi. Prabowo mengungkapkan bahwa hampir seluruh negara di dunia membutuhkan dan meminta pasokan produk kelapa sawit dari Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar pada Senin (2/2). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi menjadi pilar utama dalam strategi pembangunan nasional yang tengah ia dorong. Salah satu instrumen penting untuk mewujudkan target tersebut, kata Prabowo, adalah optimalisasi potensi kelapa sawit.
“Kenapa kelapa sawit bagi saya katakan itu miracle crop. It is a miracle crop. Ada kelompok nyinyir, kenapa kelapa sawit. Prabowo mau bikin. Ya, untuk rakyat Indonesia,” ujar Prabowo. Ia menilai kritik terhadap mengabaikan manfaat besar yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama dalam konteks ketahanan ekonomi dan energi nasional.
BACA JUGA: Wamenkes Imbau Semua Pihak Waspada soal Virus Nipah
Prabowo menekankan bahwa itu merupakan komoditas strategis yang kegunaannya jauh melampaui produksi minyak goreng. Ia mengungkapkan, dalam berbagai kunjungan luar negeri, hampir semua pemimpin negara yang ditemuinya meminta Indonesia untuk terus memasok minyak mentah atau crude palm oil (CPO). Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata tingginya ketergantungan global terhadap produk sawit Indonesia.
“Saya ke dunia, keliling-keliling, hampir semua pemimpin negara minta ke saya. Kami mohon Indonesia, tolong supply, CPO. Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, tolong kelapa sawit. Artinya, it’s a very strategic commodity,” ungkapnya. Ia menilai posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa kelapa sawit memiliki puluhan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bahan baku cat tembok, aneka produk makanan, hingga sabun mandi, semuanya membutuhkan turunan. Menurutnya, hampir seluruh lapisan masyarakat dunia bergantung pada komoditas ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Karena dari kelapa sawit, kita bisa punya puluhan derivatif. Cat dinding butuh. Makanan, roti harus pakai minyak dan nanti minyak kelapa. Sabun, berapa miliar rakyat dunia harus mandi tiap hari. Kecuali yang malas mandi,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa prioritas utama pemanfaatan di dalam negeri adalah untuk mendukung program energi, khususnya biodiesel. Pada tahun ini, pemerintah mencanangkan peningkatan mandatori biodiesel menjadi 50 persen atau B50. Menurutnya, kebijakan ini akan memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil.
BACA JUGA: Prabowo Minta UI Tembus Top 100 Universitas Dunia
“Tapi yang lebih utama, kita bisa bikin solar. Jadi, kita nanti biodiesel, biosolar itu akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar,” jelas Prabowo. Ia menambahkan, penggunaan biodiesel yang disubsidi pemerintah akan membuat energi lebih terjangkau bagi rakyat, sementara masyarakat mampu tetap bebas menggunakan bahan bakar non-subsidi dengan harga pasar global.
Selain biodiesel, Prabowo juga menyoroti potensi limbah kelapa sawit, seperti minyak jelantah, yang dapat diolah menjadi bahan bakar pesawat atau avtur. Ia bahkan mencanangkan kebijakan pembatasan ekspor limbah sawit agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan dalam negeri.
“Kita nanti produsen avtur. Bisa yang terbesar di dunia. Bahkan limbahnya, jelantah itu bahan untuk avtur. Sehingga, maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit. Ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat di Indonesia dulu,” pungkas Prabowo.