Catat! Ini Rangkaian Acara Perayaan Imlek 2026 di Jakarta

Pemprov DKI Jakarta memastikan perayaan Imlek di Jakarta akan tampil lebih semarak dan berwarna.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menyambut Imlek 2026, Pemprov DKI Jakarta bakal menggelar beragam kegiatan akbar, yang berskala kota hingga internasional.

Semarak Imlek hadir memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, religius, dan berbudaya, sekaligus menjadi bagian dari hitung mundur menuju Jakarta 500 Tahun.

Perayaan Imlek ini juga menjadi wujud nyata perayaan kebersamaan dalam keberagaman, sekaligus penguatan daya tarik pariwisata urban Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan, perayaan Imlek di Jakarta bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi besar penguatan identitas kota.

Ia menyampaikan, rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya sebagai perayaan tradisi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi lintas budaya, komunitas, dan sektor, yang menegaskan Jakarta sebagai rumah bagi semua.

“Rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang inklusif, di mana tradisi, kreativitas, dan modernitas bertemu.”

“Ini adalah wujud komitmen Jakarta sebagai kota global yang menghargai keberagaman, sekaligus menjadikannya kekuatan untuk meningkatkan daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Berikut ini rangkaian acara yang dihadirkan Pemprov DKI Jakarta dalam semarak perayaan Imlek 2026:

Lomba Dekorasi Imlek Jakarta (12–17 Februari 2026)

Pemprov DKI Jakarta menginisiasi Lomba Dekorasi Imlek Jakarta sebagai simbol harmoni budaya yang terintegrasi secara estetis, di ruang publik dan kawasan komersial.

Menghadirkan perpaduan ornamen tradisional Imlek dengan modernitas urban, lomba ini mengajak para peritel, kawasan, dan pengelola gedung untuk berinovasi mempercantik wajah ibu kota.

Selain mendukung beautifikasi kota, instalasi dekoratif ikonis ini diharapkan menciptakan stopping power yang mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan, serta menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Festival Imlek Jakarta (13–17 Februari 2026)

Festival Imlek Jakarta akan digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, menghadirkan instalasi cahaya dan dekorasi visual bernuansa Imlek yang artistik.

Berbagai pertunjukan seni budaya Tionghoa turut memeriahkan festival ini.

Mengusung semangat Tahun Kuda Api sebagai simbol keberanian dan pembaruan, festival ini menjadi ruang inklusif yang menegaskan identitas warga keturunan Tionghoa sebagai bagian integral dari Jakarta, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata urban di tingkat global.

Simfoni Imlek Jakarta (13 Februari 2026)

Jakarta Imlek Symphony Colossal menjadi simbol persatuan dan harapan baru melalui harmoni musik.

Pertunjukan kolosal dengan lebih dari 50 alat musik Tionghoa serta tarian Selendang Dendang ini akan berlangsung selama ±1 jam di Bundaran HI, beriringan dengan Festival Imlek Jakarta.

Simfoni ini menegaskan Imlek bukan sekadar tradisi, tetapi semangat kebersamaan yang mencerminkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya.

Festival Pecinan Jakarta (15–17 Februari 2026)

Digelar di Anjungan Provinsi DKI Jakarta, TMII, Festival Pecinan Jakarta menjadi manifestasi kekayaan budaya Tionghoa, yang berabad-abad mewarnai identitas Jakarta.

Dengan latar TMII sebagai mikrokosmos Indonesia, festival ini menghadirkan pertunjukan Barongsai, Liong, serta instalasi seni, yang mengajak wisatawan domestik dan mancanegara menyelami sejarah dan narasi peranakan Jakarta.

Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding (15–17 Februari 2026)

Berlokasi di Blok M Hub, kawasan urban ikonik Jakarta, Harmoni Jakarta menampilkan kolaborasi seni, komunitas, dan inovasi kreatif.

Berbagai instalasi seni serta pertunjukan bernuansa Tionghoa yang dibalut modernitas, mempertegas transformasi Blok M sebagai ruang publik hidup, dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif.

Semarak Imlek Jakarta (16–17 Februari 2026)

Digelar di Monumen Nasional, Semarak Imlek Jakarta menghadirkan pertunjukan video mapping dan instalasi seni yang memadukan teknologi, seni, dan budaya Tionghoa.

Visual dinamis dengan simbol-simbol Imlek, menciptakan pengalaman imersif sekaligus ruang refleksi tentang keberagaman dan kebersamaan di Jakarta.

Jakarta Light Festival – Chinese New Year Edition (16–17 Februari 2026)

Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta akan disulap menjadi kanvas digital spektakuler melalui teknologi video mapping terkini.

Festival ini menciptakan dialog visual antara warisan kolonial Jakarta dan visi masa depan sebagai metropolis global yang inovatif.

Dengan atmosfer yang imersif dan sangat Instagrammable, festival ini mempertegas kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah event berkelas internasional.

Festival Klenteng Jakarta (Februari 2026)

Festival Klenteng Jakarta menjadi penghormatan terhadap warisan spiritual dan sejarah yang membentuk karakter pluralis Jakarta.

Melalui penelusuran klenteng-klenteng bersejarah, festival ini mengajak publik merayakan harmoni dalam keberagaman, sekaligus menegaskan Jakarta sebagai kota yang menjunjung toleransi dan menghargai narasi setiap komunitas.

Festival Cap Go Meh Jakarta (3 Maret 2026)

Menjadi penutup rangkaian perayaan Imlek, Festival Cap Go Meh Jakarta akan digelar di Pancoran Chinatown Point, bekerja sama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Festival ini menjadi puncak selebrasi budaya yang mempertemukan lintas generasi dan latar belakang, sekaligus memperkuat kohesi sosial dan semangat persatuan nasional di tengah transformasi Jakarta menuju Kota Global.

Rangkaian Perayaan Imlek Jakarta 2026 ini diharapkan menjadi pertunjukan kelas dunia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata Jakarta di mata wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing internasional.

“Dalam rangka hari Imlek ini, Jakarta menyambut cukup serius, mudah-mudahan besok banyak sekali acara untuk merayakan Imlek.”

“Artinya, kita libatkan seluruh gedung yang di sini bikin lomba, agar nanti jauh lebih meriah.”

“Nah, jadi dari 13 hingga 17 kita merayakan Imlek.”

“Kemudian yang menarik nanti, dari 17 menuju 18, ada transisi kita masuk Ramadan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, saat meninjau persiapan pelaksanaan Festival Imlek di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Lebih Semarak dan Berwarna

Pemprov DKI Jakarta memastikan perayaan Imlek di Jakarta akan tampil lebih semarak dan berwarna.

Berkolaborasi dengan pemerintah pusat, serangkaian acara untuk meramaikan perayaan Imlek pun telah disiapkan.

“Minggu lalu kami, antara pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta, sudah mengadakan rapat bersama untuk menyambut Imlek ini,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Di kawasan SCBD, lanjut Pram, hingga saat ini terdapat 93 pemilik gedung yang akan turut berkontribusi dalam penyelenggaraan festival lampion.

“Kami mencoba membuat masyarakat, pemilik gedung, berkontribusi untuk Festival Lampion di Jakarta.”

“Sekarang sudah ada 93 gedung yang akan bergabung,” ujarnya.

BACA JUGA: Jadwal Cuti Bersama ASN 2026

Pramono ingin setiap momen hari besar keagamaan ataupun kebudayaan dirayakan dengan penuh warna di Jakarta.

Dengan demikian, ibu kota menjadi lebih berwarna dan semarak setiap menyambut berbagai acara besar.

Seluruh rangkaian kemeriahan Imlek ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 Februari, sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Saat memasuki bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, nuansa Kota Jakarta pun juga akan berbeda.

“Suasananya total nanti akan kita ganti dengan menyambut puasa sampai dengan Idulfitri,” jelasnya.

Untuk memeriahkan perayaan tahun baru Imlek dan juga hari raya Idulfitri, Pemprov DKI kembali akan memberikan insentif pajak bagi pusat perbelanjaan yang menyelenggarakan pesta diskon untuk masyarakat.

BACA JUGA: Ini Strategi Pramono Anung Atasi Banjir Jakarta

“Ketika tanggal 18 sampai dengan Idulfitri, kami akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan kalau mereka memberikan diskon.”

“Supaya belanja di Jakarta juga menjadi lebih murah,” ucapnya.

Berkaca dari penyelenggaraan pesta diskon saat Natal dan Tahun Baru 2026, nilai transaksi yang dihasilkan selama periode tersebut mencapai Rp15,2 triliun.

“Dan itu rekor yang pernah diperoleh oleh Jakarta karena itu tadi, kami lombakan, kami berikan insentif pajak, dan jamnya juga diperbolehkan sampai jam malam,” terang Pramono.

Pramono meyakini, adanya pesta diskon di berbagai pusat perbelanjaan akan turut memeriahkan perayaan Imlek dan hari raya Idulfitri pada tahun ini. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like