NarayaPost – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), dalam kondisi aman dan terkendali jelang Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri. Pemerintah, kata dia, telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan energi agar kebutuhan masyarakat selama periode konsumsi tinggi tersebut dapat terpenuhi dengan baik.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri agenda di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2). Ia menegaskan bahwa stok BBM dan LPG nasional masih berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan energi selama Ramadan dan Lebaran.
“Hari Raya Puasa dan Hari Raya Idulfitri, baik LPG maupun BBM, saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup di atas batas minimum daripada stok nasional,” ujar Bahlil. Menurutnya, pengelolaan stok energi dilakukan secara ketat melalui koordinasi antara pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan terkait.
BACA JUGA: Trump Bakal Tambah Kapal Induk Jika Negosiasi Iran Gagal
Bahlil menjelaskan, untuk jenis BBM solar, Indonesia saat ini masih melakukan impor dalam jumlah tertentu. Namun, impor tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan secara keseluruhan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan solar dengan kualitas tinggi. Ia menyebutkan bahwa produksi dalam negeri telah mampu mencukupi kebutuhan solar dengan spesifikasi tertentu, seiring dengan beroperasinya kilang Balikpapan.
“Antisipasi kita sekarang, kalau untuk solar, industri kita sudah beroperasi di kilang Balikpapan, itu cukup untuk C-48. Tapi untuk solar kualitas tinggi kita masih tetap impor, seperti C-51 dan beberapa spesifikasi lain,” kata Bahlil. Dengan demikian, impor dilakukan lebih pada penyesuaian kualitas, bukan karena keterbatasan volume produksi nasional.
Sementara itu, untuk jenis bensin, Bahlil memastikan stok untuk berbagai kadar Research Octane Number (RON) berada dalam kondisi aman. Bensin dengan RON 92, 95, hingga 98 yang tergolong non-subsidi saat ini masih memiliki cadangan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Nah, untuk bensin RON 92, 95, 98, ini kan RON yang bukan subsidi, stoknya sekitar 18 hari. Jadi tidak ada isu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan konsumsi BBM, terutama menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran, yang biasanya diiringi peningkatan penggunaan kendaraan pribadi.
BACA JUGA: Catat! Ini Rangkaian Acara Perayaan Imlek 2026 di Jakarta
Ketika ditanya mengenai realisasi impor BBM untuk memenuhi pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta jelang Ramadhan, Bahlil menjelaskan bahwa terdapat mekanisme Business to Business (B2B) yang dapat digunakan. Jika SPBU swasta membutuhkan tambahan pasokan, mereka dapat langsung melakukan kerja sama B2B dengan pihak terkait.
“BBM untuk stok kita, batas minimum 18 hari, semuanya tidak ada masalah. Stok BBM kita itu cadangan 21 hari, batas minimum 18 hari, dan semuanya ada. Jadi silakan B2B saja,” tegasnya. Ia kembali menekankan bahwa secara nasional, pasokan BBM aman dan tidak ada potensi gangguan distribusi yang signifikan.
Dengan kondisi stok yang dinilai aman dan terkendali, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar distribusi BBM dan LPG tetap lancar di seluruh wilayah Indonesia.