Wamenag Ingin Penetapan Ramadan Jatuh Bersamaan

Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i berharap penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dapat berlangsung serempak, meskipun terdapat perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang selama ini digunakan oleh berbagai kalangan. Harapan tersebut disampaikannya di Kabupaten Tegal, Senin (16/2), menjelang pelaksanaan sidang isbat yang digelar pemerintah.

Romo Syafi’i menjelaskan bahwa perbedaan metode penentuan awal Ramadan merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, terdapat pendekatan hisab yang berbasis perhitungan astronomis, rukyat yang mengandalkan pengamatan langsung hilal, serta metode rukyatul hisab yang memadukan keduanya. Perbedaan sudut pandang tersebut, kata dia, secara ilmiah memungkinkan lahirnya hasil penetapan yang tidak selalu sama.

“Ya. Jadi kan ada yang sudut pandangnya itu hisab. Ada sudut pandangnya rukyat. Ada juga rukyatul hisab, digabung antara rukyat dengan hisab,” ujar Romo Syafi’i. Ia menekankan bahwa masing-masing metode memiliki dasar keilmuan yang kuat dan telah lama dipraktikkan oleh umat Islam di Indonesia.

BACA JUGA: Waspada Hujan Lebat Hingga 21 Februari 2026 di Wilayah Ini!

Wamenag Sebut Perbedaan Tak Berujung pada Hasil

Meski demikian, Romo Syafi’i mengingatkan bahwa perbedaan pendekatan tidak selalu berujung pada perbedaan hasil. Ia mencontohkan pengalaman tahun sebelumnya, ketika penetapan awal Ramadan tetap jatuh pada tanggal yang sama, meskipun metode yang digunakan oleh pemerintah dan organisasi keagamaan berbeda. Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya ruang temu di antara berbagai pendekatan yang ada.

“Jadi mungkin dengan disiplin ilmu yang berbeda, mungkin bisa terjadi hasil yang berbeda. Tapi kalau tahun yang lalu kan walaupun dengan cara pendekatan yang berbeda, hasilnya bisa sama,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia berharap kesamaan penetapan awal Ramadan juga dapat terwujud pada tahun ini demi menjaga persatuan dan ketenangan umat.

Harapan tersebut, lanjut Wamenag, bukan hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas. Ia secara khusus menyebut organisasi-organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang selama ini memiliki peran penting dalam membimbing umat. “Apakah tahun ini bisa sama? Saya kira itu harapan kita semua,” tuturnya.

Sidang Isbat Akan Digelar Sesuai Agenda

Terkait mekanisme penetapan, Romo Syafi’i memastikan bahwa sidang isbat tetap akan digelar sesuai agenda. Pemerintah menjadwalkan sidang tersebut pada Selasa (17/2) sore di Jakarta. Sidang isbat menjadi forum resmi untuk memutuskan awal Ramadan dengan mempertimbangkan data astronomi dan hasil pengamatan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA: Eropa Tak Ikut Perundingan Damai, Zelenskyy: Kesalahan Besar

Dalam sidang tersebut, Kementerian Agama akan memaparkan posisi hilal dari Sabang sampai Merauke. Data tersebut diperoleh dari jaringan pemantauan hilal nasional dan menjadi dasar dalam menentukan apakah hilal sudah memenuhi kriteria untuk penetapan awal Ramadan. Selain itu, sidang isbat juga melibatkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, serta lembaga terkait lainnya.

Sementara itu, Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 01/MLM/I.1/B/2026. Muhammadiyah sebelumnya sempat menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026, namun kemudian merevisi keputusan itu setelah melakukan peninjauan ulang terhadap data astronomis global.

Setelah dilakukan validasi terhadap parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah akhirnya memutuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M. Revisi ini menunjukkan adanya dinamika dan kehati-hatian dalam proses penetapan, sekaligus membuka peluang terjadinya kesamaan penetapan awal Ramadan secara nasional.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like