Israel Beralih ke Mode Darurat Hadapi Serangan Balasan Iran

Arab Saudi mempertimbangkan opsi membalas serangan Iran, setelah ibu kota Riyadh menjadi target serangan Iran, Sabtu (28/2/2026). Foto: garyrosenblatt.substack.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Israel dikabarkan sedang bersiap menghadapi serangan rudal Iran, dan akan beralih ke mode darurat di sektor energi.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan, kebijakan itu bakal disampaikan oleh Menteri Energi Israel Eli Cohen terkait serangan balasan Iran ke negara itu.

“Mulai beralih ke mode darurat, dengan operasi kilang dikurangi dan sebagian infrastruktur gas alamnya dihentikan sementara,” tulis surat kabar tersebut, dikutip Al Jazeera.

Laporan tersebut menyebutkan, Grup Bazan Israel telah menutup sebagian fasilitas kilang Haifa, dan Menteri Cohen telah memerintahkan penghentian sementara beberapa platform gas lepas pantai, dan diperkirakan akan mengumumkan keadaan darurat di sektor gas alam.

Israel dan AS meluncurkan serangan gabungan ke Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat.

Iran lantas meluncurkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Serangan balasan itu menargetkan sejumlah titik di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.

Targetkan Pejabat Senior

Militer Israel menargetkan beberapa lokasi tempat para pejabat senior Iran berkumpul di ibu kota Teheran, saat melancarkan serangan pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

“Serangan pagi ini dilakukan secara serentak di beberapa lokasi di Teheran, tempat para pejabat senior di jajaran politik-keamanan Iran berkumpul,” ungkap pihak militer Israel.

Militer Israel tengah menilai hasil dari serangan tersebut, dan menambahkan bersiap jika agresi militer yang sedang berlangsung meluas ke arena tambahan.

BACA JUGA: Perang Dimulai, Amerika dan Israel Serang Iran

Stasiun penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan serangan gabungan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran menargetkan pemimpin tertinggi Iran, yaitu Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian.

Seorang jurnalis juga menyebutkan, Ali Shamkhani, penasihat Khamenei dan mantan menteri pertahanan Iran, turut menjadi sasaran.

“Dalam serangan pembuka kami, kami menargetkan tokoh-tokoh penting, orang-orang yang terlibat dalam rencana untuk menghancurkan Israel,” jelas sumber keamanan Israel kepada wartawan.

Israel menyebut serangan itu menargetkan fasilitas kepresidenan, kantor-kantor kementerian, hingga fasilitas militer Iran.

Warga Kuwait Sembunyi di Bawah Tanah 

Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengungkapkan, sirene dibunyikan dan warga diminta berlindung di ruang bawah tanah.

Pangkalan udara Ali Al-Salem milik negara tersebut diserang rudal Iran, meskipun berhasil mencegatnya.

Al Jazeera melaporkan, puing-puing rudal berserakan di sekitar pangkalan udara.

Pemerintah Kuwait meminta masyarakat tenang dan memastikan gas serta aliran listrik.

Kemendagri Kuwait juga meminta masyarakat menggunakan pintu darurat atau ruang bawah tanah untuk berlindung dan mencapai tempat perlindungan yang telah ditentukan.

IRGC mengonfirmasi rentetan serangan balasan rudal tersebut menargetkan titik-titik strategis militer AS di wilayah Teluk.

Titik-titik itu adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), serta Markas Armada Kelima AS (US Fifth Fleet) di Bahrain.

Target Sah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, semua lokasi yang menjadi tempat peluncuran serangan Israel dan Amerika Serikat, adalah target sah untuk serangan balasan Iran.

Araghchi mengatakan lokasi-lokasi serangan itu akan dianggap sebagai target yang sah bagi angkatan bersenjata Iran.

“Angkatan bersenjata Iran menganggap lokasi-lokasi tempat operasi AS dan Zionis sebagai target sah, serta lokasi-lokasi semua aksi terhadap operasi pertahanan Iran,” ucap Araghchi seperti dikutip AFP.

Iran juga mengatakan agresi terbaru Israel dan AS dilakukan saat Iran telah melakukan negosiasi terkait program nuklirnya.

“Sekarang rakyat Iran bangga karena telah melakukan segala yang diperlakukan untuk mencegah perang.”

“Sekarang saatnya untuk membela tanah air, dan menghadapi agresi militer musuh,” cetus pihak Kemlu Iran.

BACA JUGA: Iran Hadapi Operasi Singa Mengaum, Khamenei Diungsikan

Iran menegaskan siap membela diri terhadap serangan Israel dan AS.

“Sebagaimana kami siap untuk bernegosiasi, kami lebih dari siap sebelumnya untuk membela diri.”

“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas,” imbuh pernyataan itu.

Gelombang Rudal

Militer Israel mengeluarkan peringatan potensi rentetan rudal yang akan datang dari Iran dalam beberapa jam ke depan.

Israel menginstruksikan warganya berlindung.

Pernyataan ini dikeluarkan beberapa menit setelah pemberitahuan sebelumnya yang memperingatkan sistem pertahanan Israel sedang berupaya mencegat ancaman rudal Iran.

Militer Israel juga mengeluarkan peringatan khusus untuk daerah-daerah yang berpotensi terkena serangan.

“Dalam beberapa menit terakhir, Komando Pertahanan Dalam Negeri telah mengirimkan arahan pencegahan langsung ke telepon seluler di daerah-daerah terkait.”

“Masyarakat diminta bertindak secara bertanggung jawab dan mengikuti instruksi-instruksi tersebut menyelamatkan nyawa,” tutur Angkatan Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan.

Desak Setop Serangan

Di sisi lain, Qatar dan Arab Saudi mendesak Israel dan AS berhenti menyerang Iran.

Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani berbicara dengan Pangeran Mohammed bin Salman dari Arab Saudi, dan bertukar pandangan tentang perkembangan keamanan regional dan internasional.

Menurut transkrip percakapan telepon tersebut, Qatar dan Arab Saudi menekankan perlunya penghentian segera terhadap setiap eskalasi, dan kembali ke meja perundingan.

Salman menegaskan solidaritas dan dukungan penuh negaranya untuk Qatar, kecaman kerasnya terhadap penargetan wilayah Qatar dengan rudal balistik Iran, dan komitmennya memberikan semua dukungan yang mungkin kepada Qatar dalam semua langkah yang diambilnya untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya.

Sementara, Emir Qatar menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas sikap tegas Kerajaan Arab Saudi yang bersaudara, dan atas solidaritas persaudaraan yang tulus dan dukungan yang tak tergoyahkan untuk Qatar dan rakyatnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like