NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer.
Sebab, Pemerintah Inggris menolak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya, untuk meyerang Iran.
Trump lantas membandingkan Starmer dengan mantan PM Inggris Winston Churchill.
“Yang sedang kita hadapi bukan Winston Churchill,” ujar Trump, seperti dikutip dari The Guardian.
Trump secara terbuka mengkritik sikap Inggris yang tidak langsung mendukung serangan awal terhadap fasilitas rudal Iran.
Meski pada akhirnya Inggris menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk serangan terhadap fasilitas rudal Iran, Trump tetap menyatakan ketidakpuasannya.
Kepada The Sun pada Senin (2/3/2026), Trump mengatakan hubungan AS dan Inggris tak seperti dulu lagi akibat keputusan tersebut.
Kepada The Telegraph, Trump juga menyebut Starmer terlalu lama memberikan izin penggunaan pangkalan Inggris.
Dalam pertemuan di Ruang Oval bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz, Trump kembali mengkritik Inggris dengan menyebut negara itu sangat tidak kooperatif dengan pulau bodoh yang mereka miliki, merujuk pada Diego Garcia.
Trump membandingkan posisi Starmer dengan dukungan Prancis dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte terhadap serangan tersebut.
“Dia tidak membantu.”
“Saya tak pernah menyangka akan melihat hal itu.”
BACA JUGA: Harga Mahal Nuklir Iran
“Saya tak pernah menyangka dari Inggris.”
“Kami mencintai Inggris.”
“Ini dunia yang berbeda sekarang.”
“Ini jenis hubungan yang sangat berbeda dengan negara Anda dibandingkan sebelumnya.”
“Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas tidak seperti dulu,” keluh politisi dari Partai Republik tersebut.
Starmer sebelumnya dipuji atas kemampuannya menjaga hubungan dengan Trump yang dikenal kontroversial.
Pada Senin di hadapan parlemen Inggris, Starmer menyampaikan keraguannya terhadap tindakan militer AS di Iran, dan mempertanyakan legalitasnya.
Starmer menegaskan, Inggris tidak mendukung “perubahan rezim dari langit,” dan membela keputusannya untuk tidak mengizinkan pangkalan Inggris digunakan dalam serangan awal.
Namun, ia menyatakan Inggris tetap mengizinkan penggunaan Diego Garcia dan RAF Fairford untuk tindakan defensif, untuk melindungi warga negara dan pasukan Inggris, serta negara-negara sekutu di Timur Tengah yang terdampak gelombang serangan balasan dari Iran atas aksi militer AS-Israel.
“Presiden Trump telah menyatakan ketidaksetujuannya atas keputusan kami untuk tidak terlibat dalam serangan awal, tetapi adalah tugas saya menilai apa yang menjadi kepentingan nasional Inggris.”
“Itulah yang telah saya lakukan, dan saya berdiri teguh pada keputusan itu,” tegas Starmer.
Ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Inggris Emily Thornberry, ikut menanggapi komentar Trump.
BACA JUGA: Iran Bilang Trump Ubah Slogan America First Jadi Israel First
“Saya tak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya apa yang akan dipikirkan Churchill tentang Trump.”
“Dia jelas bukan Franklin D Roosevelt,” ucapnya.
Jajak pendapat dari YouGov menunjukkan 49 persen warga Inggris menentang serangan AS ke Iran, sementara 28 persen mendukungnya.
Survei tersebut mengungkapkan pula, 32 persen responden mendukung penggunaan pangkalan RAF untuk melancarkan serangan asalkan targetnya terbatas pada lokasi rudal, sementara 50 persen menolaknya.
Tak cuma Inggris, Trump juga mengkritik keras Spanyol, karena tidak mendukung penuh serangan AS ke Iran.
Trump bahkan mengancam menghentikan seluruh hubungan dagang dengan Spanyol.
Spanyol tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer Rota dan Moron untuk menyerang Iran.
“Spanyol sangat buruk,” cetus Presiden ke-45 dan 47 AS itu.
Ia mengaku telah meminta Menteri Keuangan AS memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menegaskan, pemerintahnya hanya mengizinkan penggunaan pangkalan militer yang sesuai Piagam PBB.
Pemerintah Spanyol menyatakan hubungan dagang dengan AS bersifat saling menguntungkan, dan harus dijalankan dengan menghormati hukum internasional serta perjanjian bilateral Uni Eropa-AS.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menyerukan dialog untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Ia menegaskan, menentang rezim di Teheran tidak berarti mendukung intervensi militer yang dianggap tidak sah dan berbahaya. (*)