Amerika Tiru Taktik Iran Pakai Drone Murah di Palagan

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPostPerang koalisi Amis (Amerika-Israel) melawan Iran, membuat Amerika Serikat (AS) meniru cara perang Negeri Para Mullah tersebut dalam menggunakan drone.

AS untuk kali pertama menggunakan drone kamikaze berbiaya murah dalam pertempuran di Iran.

Delapan bulan setelah diperkenalkan di Pentagon, pesawat nirawak yang diberi nama Lucas ini meniru drone murah Shahed-136 milik Iran.

Drone Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS) yang diproduksi oleh SpektreWorks di Arizona, diperkenalkan pada Juli 2025.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan, LUCAS didesain meniru Shahed.

Ahli drone menyebut, desain LUCAS memiliki kesamaan dengan Shahed Iran, yang disuplai Teheran ke Rusia untuk perang di Ukraina.

BACA JUGA: Harga Mahal Nuklir Iran

Pesawat nirawak merupakan elemen sentral dalam perang modern, setelah efektif digunakan dalam perang Ukraina, salah satunya Shahed yang diterbangkan Rusia dalam perang tersebut.

Sektor ini juga termasuk yang paling kompetitif di industri pertahanan AS, dengan SpektreWorks bersaing untuk kontrak Pentagon melawan perusahaan pertahanan besar dan gelombang startup yang didukung Silicon Valley seperti Anduril, Shield AI, dan AeroVironment AVAV.O.

Pengujian LUCAS yang dilakukan secara cepat menandai pergeseran dari jadwal adopsi senjata Pentagon, yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dari pengembangan awal hingga penerapan operasional.

Pejabat pertahanan menyatakan, jadwal yang dipercepat mencerminkan pelajaran yang dipetik dari pengamatan perang pesawat nirawak di Ukraina, di mana kedua belah pihak menggunakan ribuan sistem tak berawak berbiaya rendah.

Peluncuran LUCAS dilakukan saat Pentagon berupaya memperluas kapasitas industri AS untuk memproduksi pesawat nirawak murah dan dapat ‘dikorbankan’ dengan cepat dalam “Drone Dominance Program” senilai US$1 miliar, yang disetujui dalam “One Big Beautiful Bill Act of 2025.”

LUCAS menggunakan arsitektur terbuka yang memungkinkan penggunaan muatan dan sistem komunikasi yang berbeda.

Pesawat nirawak ini dapat dioperasikan ntuk serangan maupun sebagai drone target.

Drone ini dapat diluncurkan dari darat.

Dengan harga sekitar US$35 ribu per unit, drone ini jauh lebih murah dibandingkan MQ-9 Reaper, yang harganya berkisar US$20 juta hingga US$40 juta, namun dapat digunakan ulang dan jauh lebih canggih.

Pemerintah AS memegang hak kekayaan intelektual desain LUCAS.

Artinya, beberapa pabrikan dapat memproduksi sistem ini, meskipun saat ini SpektreWorks memegang kontrak produksi.

Murah Lawan Mahal

Drone Shahed-136 buatan Iran digunakan secara masif dalam perang melawan koalisi Amis.

Sejak diserang pada 28 Februari, Iran mengerahkan ribuan drone Shahed untuk membombardir kedutaan besar AS di Timur Tengah, sistem radar, bandara, hingga gedung-gedung tinggi terkait AS dan Israel di kawasan.

Para ahli mengatakan drone Shahed dikerahkan sebagai taktik Iran untuk melemahkan musuh-musuhnya.

Drone berbiaya murah dan mudah diproduksi ini tampak mulai berhasil menguras aset AS.

Dalam sebuah pengarahan, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Dan Caine mengatakan, armada nirawak Iran merupakan ancaman nyata bagi Washington.

Caine menyebut drone-drone itu menjadi target efektif sistem pertahanan udara AS, yang ia klaim berhasil melawan mereka.

Sistem pertahanan udara mahal AS dipakai hanya untuk menumpas drone murah, yang harganya jauh di bawah sistem rudal Washington.

Satu drone Shahed Iran diperkirakan memiliki harga antara US$30.000-50.000 (sekitar Rp505 juta-843 juta), sedangkan pesawat atau sistem rudal Patriot AS bernilai 10 kali lipat dari itu.

Teheran dinilai berhitung cermat dalam menghadapi kekuatan militer yang lebih unggul.

Kesadaran ini mendorong Iran mengeksplorasi peperangan asimetris, yakni membuat frustrasi musuh yang lebih besar dan kuat secara teknologi, dengan kemampuan seadanya namun efektif.

Pengerahan drone menjadi contoh utama dalam strategi tersebut.

Shahed diproduksi dengan biaya murah menggunakan komponen dual-use dan diluncurkan dari belakang truk.

BACA JUGA: Iran Siap Permalukan Pasukan Darat Amerika Jika Menginvasi

Drone-drone tersebut bisa dirakit diam-diam, tidak seperti rudal yang butuh infrastruktur besar dan produksinya mencapai jutaan dolar.

Penggunaan aset mahal dan sulit diproduksi untuk menjatuhkan senjata tak canggih seperti drone Shahed, menunjukkan kegagalan AS dalam mengambil pelajaran dari Ukraina.

Di perang Rusia-Ukraina, Kremlin menggunakan drone Shahed Iran untuk membuat Kyiv kewalahan.

Menurut laporan C4ADS, Rusia memborong 6.000 unit teknologi tersebut dari Iran pada November 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, 57.000 drone semacam ini telah diluncurkan Rusia ke kota-kota dan infrastruktur Ukraina hingga sekarang.

Untuk mencegat dan mempertahankan diri dari drone jenis ini, Ukraina membangun dan menggunakan sistem multi-arah yang melibatkan kelompok bergerak, pesawat nirawak pencegat, dan rudal-rudal lainnya.

Sistem mahal rudal Patriot AS adalah salah satu sistem pertahanan udara yang dipakai Ukraina melawan Rusia.

AS cuma bisa memproduksi sekitar 600 unit rudal Patriot per tahun.

Dengan kondisi ini, Iran dinilai sangat bisa membalikkan situasi.

Iran bisa menembakkan amunisi murah mereka sebanyak dan selama mungkin, sambil menyaksikan stok pertahanan AS menipis.

Spesifikasi

Drone Shahed-136 memiliki panjang 3,5 meter dengan bentang sayap 2,5 meter.

Beratnya sekitar 200 kilogram dan kecepatan luncurnya maksimal 185 km/jam.

Jangkauan Shahed-136 mencapai sekitar 2.000 kilometer.

Sebagian besar Shahed-136 umumnya bergerak lambat.

Drone ini juga cuma bisa membawa bahan peledak seberat 50 kilogram, hanya bisa merusak gedung pencakar langit dan tidak bisa meruntuhkannya.

Namun, suara bisingnya, ukurannya yang besar, serta kemampuan terjun bebasnya, mampu menciptakan teror.

Shahed biasanya diprogram untuk jalur penerbangan yang kompleks dan terbang rendah di atas tanah, untuk menghindari deteksi radar.

Di Ukraina, drone ini dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh operator, sehingga memungkinkan mereka mengubah haluan pada menit-menit terakhir.

Shahed-136 dirancang pada akhir dekade lalu, dan pertama kali terlihat pada Juli 2021 dalam serangan terhadap kapal tanker minyak milik Israel, Mercer Street. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like