Tak Dibantu Lawan Iran, Amerika Pertimbangkan Tinggalkan NATO

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan, negaranya kecewa anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menolak membantu melawan Iran.

Rubio menambahkan, masalah ini akan ditinjau kembali setelah konflik melawan Iran berakhir.

“Saya pikir itu sangat mengecewakan.”

“Presiden (Donald Trump) dan negara kita harus meninjau kembali semua ini setelah operasi ini selesai.”

“Jika NATO hanya berarti kami membela Eropa ketika mereka diserang, tetapi mereka menolak memberikan hak penggunaan pangkalan saat kami membutuhkannya, itu bukan pengaturan yang baik.”

“Sulit bagi kami untuk tetap terlibat dan mengatakan ini menguntungkan bagi Amerika Serikat,” tutur Rubio kepada Al Jazeera, Senin (30/3/2026), ketika ditanya apakah ia percaya Uni Eropa atau NATO telah mengkhianati Washington dengan menolak membantu.

Menteri tersebut menegaskan kembali dukungannya terhadap aliansi militer itu, seraya menyebut hak penggunaan pangkalan memberi AS pengaruh, fleksibilitas, dan kemampuan operasi global.

Namun, Rubio menyatakan Washington dapat meninjau ulang perjanjian jika akses tersebut ditolak saat konflik.

Macan Kertas 

Presiden AS Donald Trump menilai NATO sama sekali tak membantu negaranya perang melawan Iran.

Meski mengaku tak butuh bantuan NATO, Trump tetap kecewa aliansi pertahanan itu sama sekali tidak membantu AS menghadapi serangan balasan Iran, usai Washington-Israel melancarkan serangan awal ke Teheran pada 28 Februari lalu.

“AS tidak membutuhkan apa pun dari NATO, tetapi ‘jangan pernah lupakan’ momen yang sangat penting ini,” tulis Trump di Social Truth, Kamis (26/3/2026).

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Trump juga menyampaikan AS sangat kecewa kepada NATO.

“Saya akan mengatakannya secara terbuka.”

“Kami sangat kecewa dengan NATO, karena NATO sama sekali tidak melakukan apa pun,” tegas Trump.

BACA JUGA: Kecewa Tak Dibantu NATO Lawan Iran, Trump: Macan Kertas!

Dia juga berpendapat NATO tidak akan pernah datang untuk menyelamatkan mereka.

“Saya pernah mengatakan 25 tahun lalu, NATO adalah macan kertas.”

“Tetapi yang lebih penting, kita akan datang menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak akan pernah datang menyelamatkan kami,* tutur Trump, dikutip dari Anadolu Agency.

Trump sebelumnya menegaskan AS tidak membutuhkan NATO.

Ia bahkan mencaci sikap aliansi dan menyebutnya sebagai kesalahan yang sangat bodoh.

Pada Selasa (17/3/2026), Trump mengatakan AS tidak lagi membutuhkan dukungan angkatan laut Jepang dan sekutu lainnya, untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.

BACA JUGA: Rendahkan MBS, Trump: Dia Harus Bersikap Baik pada Saya

Ia mengeklaim keberhasilan militer telah dicapai dalam perang melawan Iran.

Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap anggota NATO lainnya, Australia, Jepang, dan Korea Selatan, setelah mereka menunjukkan sedikit minat untuk menerima permintaannya yang berulang kali, untuk mengirim kapal perang ke koridor maritim penting tersebut, yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia.

“Karena kita telah mencapai keberhasilan militer yang begitu besar, kita tidak lagi ‘membutuhkan,’ atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO — KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA! Demikian juga Jepang, Australia, atau Korea Selatan,” tulisnya di media sosial.

Trump menyatakan harapan Inggris, Cina, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan akan bekerja sama dengan AS untuk membantu menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan aman.

Jepang dan negara-negara Asia lainnya sangat bergantung pada Timur Tengah untuk energi.

Jepang bergantung pada kawasan tersebut untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, yang sebagian besar melewati jalur air sempit antara Iran dan Oman.

Namun, sulit bagi Jepang mengirim Pasukan Bela Diri ke zona perang karena Konstitusi pasifisnya.

Trump mengatakan sebagian besar sekutu lain dari NATO telah memberi tahu AS, mereka tidak ingin bergabung dengan kampanye militer AS-Israel melawan Iran.

“Saya tidak terkejut dengan tindakan mereka, karena saya selalu menganggap NATO, di mana kita menghabiskan ratusan miliar dolar per tahun untuk melindungi negara-negara yang sama ini, sebagai jalan satu arah.”

“Mereka seharusnya sangat berterima kasih,” imbuh Trump.

Di masa jabatan pertamanya, Trump berulang kali mencela NATO.

Menurut beberapa laporan pejabat Gedung Putih, dia secara terbuka mempertimbangkan untuk menarik diri dari aliansi pertahanan itu.

Diminta Akhiri Ambisi

Rubio juga mendesak Iran berkomitmen mengakhiri ambisi nuklirnya, di tengah negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

“Saya pikir mereka harus mengambil langkah-langkah nyata, guna mengakhiri ambisi apa pun untuk memiliki senjata nuklir,” kata Rubio, menjawab pertanyaan terkait konsesi minimum Teheran untuk mengakhiri konflik itu.

Jika Iran ingin memproduksi energi nuklir, lanjut Rubio, maka mereka harus mematuhi mekanisme yang sudah mapan, seperti yang dilakukan beberapa negara, mengimpor bahan bakar nuklir.

“Mereka tidak boleh memiliki sistem yang memungkinkan mengubah nuklir menjadi senjata,” tegasnya.

Di hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi parlemen negara itu sedang mempertimbangkan penarikan Iran dari Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).

Iran menegaskan kembali, tidak ada upaya untuk membuat senjata nuklir. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like