Ini Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Bali

Pulau Bali yang mematok target wisatawan mancanegera sekitar 6,6 juta.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Dinas Pariwisata (Dispar) Bali menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 6,6 juta sepanjang tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari rencana strategis jangka menengah yang telah disusun pemerintah daerah hingga 2030, dengan fokus tidak hanya pada kuantitas, tetapi juga kualitas kunjungan wisata.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, menyampaikan bahwa target rinci yang dipasang untuk tahun ini adalah 6,625 juta kunjungan wisman. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan target tahun 2025 yang berada di kisaran 6,5 juta kunjungan.

“Untuk target wisman tahun ini, kami menargetkan 6,625 juta, jadi itu sudah ada di renstra (rencana strategis), ya sampai 2030 ada,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

BACA JUGA: Iran Ingin Hukum Amerika Agar Tak Agresif Lagi

Kunjungan Wisatawan Bali Lampaui Ekspektasi

Meski target 2025 berada di angka 6,5 juta, realisasi kunjungan wisatawan ke Bali justru melampaui ekspektasi. Sepanjang tahun tersebut, jumlah wisman tercatat mencapai 6,9 juta kunjungan. Capaian ini menunjukkan bahwa daya tarik Bali sebagai destinasi wisata internasional masih sangat kuat, bahkan di tengah berbagai tantangan global.

Namun demikian, Dispar Bali kini mulai menggeser pendekatan dalam pengembangan sektor pariwisata. Fokus tidak lagi semata pada peningkatan jumlah wisatawan, melainkan juga pada kualitas kunjungan, termasuk lama tinggal dan pengeluaran wisatawan selama berada di Bali.

Dalam upaya mencapai target 2026, berbagai strategi mulai disiapkan. Salah satu langkah utama adalah mengurangi ketergantungan terhadap wisatawan dari kawasan Eropa dan Amerika, serta memperluas pasar ke kawasan Asia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan dan transit menuju Bali.

“Kami banyak mohon saran kepada Kemenpar dan pelaku pariwisata yaitu mencoba mengurangi ketergantungan pada rute transit yang rentan, kemudian mencoba mendorong wisatawan dari negara tetangga yang lebih dekat,” jelas Ida Ayu.

Kawasan Prioritas Pengembangan Meliputi Asia Pasifik

Beberapa kawasan yang menjadi prioritas pengembangan pasar meliputi Asia Pasifik, seperti Australia, Asia Tenggara, Asia Timur, serta Asia Selatan, khususnya India. Negara-negara tersebut dinilai memiliki potensi besar karena jaraknya relatif dekat serta konektivitas penerbangan yang lebih stabil.

Berdasarkan data kunjungan tahun 2025, Australia masih menjadi penyumbang wisman terbesar ke Bali. Posisi berikutnya diisi oleh China, India, Korea Selatan, Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Malaysia, Singapura, dan Jerman. Namun, situasi global membuat beberapa negara Eropa dan Amerika menghadapi tantangan, terutama terkait isu keamanan dan jalur perjalanan.

Karena itu, Dispar Bali melihat peluang untuk lebih memaksimalkan pasar dari negara-negara Asia dan kawasan sekitar. Selain Australia dan India, negara seperti China, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura menjadi fokus utama dalam strategi pemasaran pariwisata ke depan.

Bali Tak Abaikan Peran Penting Wisatawan Domestik

Di sisi lain, Bali juga tidak mengabaikan peran penting wisatawan domestik. Pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa wisatawan Nusantara memiliki kontribusi besar dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Oleh karena itu, selain mengejar pasar internasional, Dispar tetap mengandalkan kunjungan wisatawan dalam negeri sebagai penopang sektor pariwisata.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Harga BBM Belum Naik 1 April 2026

Selain memperluas pasar utama, Dispar Bali juga mendorong pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri, untuk membantu menjajaki potensi pasar baru yang selama ini belum tergarap optimal.

Salah satu negara yang dinilai memiliki potensi besar adalah Kanada. Berdasarkan informasi dari perwakilan diplomatik Indonesia di negara tersebut, wisatawan Kanada diketahui memiliki ketertarikan tinggi terhadap Bali, terutama karena suasananya yang tenang dan nyaman. Bahkan, wisatawan dari negara ini cenderung memiliki durasi tinggal yang lebih lama, bisa mencapai dua minggu.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bali optimistis dapat mencapai target kunjungan wisman tahun 2026 sekaligus meningkatkan kualitas sektor pariwisatanya. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri pariwisata Bali di tengah dinamika global yang terus berubah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like