NarayaPost – Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 telah keluar. Setelah dinyatakan lolos SNBP, peserta seharusnya melakukan daftar ulang di kampus tujuannya.
Namun, bagaimana jika peserta malah tidak melakukan daftar ulang? Apakah ada konsekuensi yang didapatkan?
Jawaban untuk pertanyaan tersebut sempat dijelaskan oleh Koordinator SNBP, Riza Satria Perdana. Selain otomatis gugur dari kesempatan menjadi mahasiswa baru, peserta juga bisa terkena blacklist.
BACA JUGA : Trump Ingin Segera Akhiri Perang Iran Meski Tanpa Kesepakatan
“Maka bisa jadi di tahun depannya, itu bisa jadi tidak dikasih jadwal, apa namanya, kuotanya nggak dikasih untuk masuk ke PTN itu dari SMA tersebut, begitu,” kata Riza dalam Sosialisasi Daring: Pendaftaran dan Pembuatan Portofolio SNBP di YouTube SNPMB ID, dikutip Kamis (2/4/2026).
Konsekuensi yang lebih berdampak dalam jangka panjang menurut Riza adalah peserta tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada tahun berapa pun.
“Bahkan kalau sampai tidak mendaftar SNBP (daftar ulang), sudah diterima nggak daftar, maka konsekuensinya adalah dia nggak bisa ikutan SNBT di tahun berapa pun, begitu ya,” katanya.
Selain itu, peserta juga dapat diblacklist dari jalur mandiri. Sehingga Riza mengajak peserta yang berniat demikian untuk memikirkannya.
“Dan kemudian berikutnya di seleksi mandiri di tahun ini juga nggak bisa daftar, begitu. Kalau tahun depan mungkin bisa, begitu,” tegasnya.
Lebih parah, konsekuensi atas tidak diambilnya prodi di sebuah kampus setelah lolos SNBP dapat berpengaruh pada reputasi sekolah asal. Hal ini tentunya berdampak bagi adik kelasnya.
“Yang sangat dirugikan adalah sekolahnya dan adik-adik kelasnya, begitu ya. Karena bisa jadi kalau dicatet tadi itu,” ya.
Riza tak menutup kemungkinan jika ada kampus yang mencatat siapa saja peserta yang tak daftar ulang setelah lolos SNBP. Ia mengibaratkan siswa tersebut sudah diberi karpet merah, tinggal masuk kampus, tetapi malah tidak diambil.
BACA JUGA : Ini Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Bali
“Jadi ada sekian banyak perguruan tinggi yang saya tahu, begitu, dia mencatat, oh ada siswa dari SMA ini sudah diberi, apa namanya, kemudahan untuk mendaftar lewat SNBP, ternyata nggak dipakai, begitu,” katanya.
“Karena begini ya, ini kan yang namanya SNBP itu kayak digelarin karpet merah, begitu ya, si siswa itu untuk masuk ke sebuah perguruan tinggi, begitu ya,” sambungnya.
Riza mengimbau peserta agar memikirkan hal ini dengan baik. Jangan sampai merugikan banyak pihak, utamanya bagi dirinya sendiri.
“Jadi itu, yang sangat dirugikan sebenarnya bukan yang bersangkutan,” tegas Riza.
Panitia SNPMB mengimbau agar siswa tidak asal memilih program studi saat mendaftar SNBP. Keputusan harus didasarkan pada minat, kemampuan, dan rencana masa depan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Jika masih ragu, siswa disarankan untuk tidak melakukan finalisasi pendaftaran SNBP sejak awal.
Kasus lolos SNBP 2026 tidak daftar ulang bukan sekadar persoalan individu, melainkan memiliki konsekuensi luas dalam ekosistem pendidikan nasional.
Siswa yang tidak mengambil kursi berisiko kehilangan kesempatan masuk PTN melalui jalur lain, sementara sekolah juga dapat terdampak dalam bentuk pengurangan kuota di masa depan.
Dengan aturan yang tegas ini, calon mahasiswa diharapkan lebih bijak dalam menentukan pilihan agar tidak merugikan diri sendiri maupun pihak lain.