WHO Ungkap Fasilitas Kesehatan di Iran Rusak hingga Ratusan

NarayaPost – World Health Organization (WHO) pada Jumat (3/4) mengeluarkan peringatan serius terkait meningkatnya serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran. Dalam laporan terbarunya, WHO menyebutkan bahwa setidaknya 307 fasilitas kesehatan dan darurat telah mengalami kerusakan akibat konflik yang terus memanas. Situasi ini menandai eskalasi yang mengkhawatirkan, karena sektor kesehatan yang seharusnya dilindungi justru menjadi salah satu korban utama dalam dinamika perang.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama di ibu kota Teheran. Dalam pernyataannya melalui platform X, Tedros menegaskan bahwa peningkatan serangan ini memperlihatkan bagaimana konflik di kawasan Timur Tengah telah meluas hingga mengganggu layanan kesehatan yang vital bagi masyarakat sipil. Ia juga menyoroti bahwa serangan semacam ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan tenaga medis dan pasien.

Salah satu fasilitas yang terdampak parah adalah Institut Pasteur Teheran. Lembaga riset kesehatan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat serangan udara, hingga tidak lagi dapat beroperasi. Kerusakan ini tidak hanya menghentikan layanan kesehatan yang diberikan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas penelitian medis yang penting, termasuk dalam pengembangan vaksin dan penanganan penyakit menular.

BACA JUGA: Trump Makin Serius Mau Tinggalkan NATO

WHO Catat Fasilitas Kesehatan Jadi Target Serangan Langsung

WHO mencatat bahwa sejak konflik meningkat pada 1 Maret 2026, lebih dari 20 fasilitas kesehatan telah terverifikasi menjadi target serangan langsung. Selain rumah sakit dan pusat riset, serangan juga dilaporkan menghantam perusahaan farmasi serta berbagai infrastruktur kesehatan lainnya di Teheran. Kondisi ini memperburuk akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di tengah situasi darurat akibat konflik bersenjata.

Data dari Palang Merah Iran bahkan menunjukkan angka yang lebih luas, dengan total 307 fasilitas kesehatan dan layanan darurat mengalami kerusakan sejak konflik dimulai. Angka ini mencerminkan skala dampak yang sangat besar terhadap sistem kesehatan nasional Iran, yang kini berada di bawah tekanan berat baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.

Konflik ini sendiri bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran dengan tuduhan pengembangan senjata nuklir. Tuduhan tersebut kemudian dibantah oleh pemerintah Iran. Sejak saat itu, ketegangan meningkat dan meluas, memicu rangkaian serangan yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk kesehatan.

BACA JUGA: Israel Ogah Gabung Amerika Perang Darat Lawan Iran

Faskes Tak Boleh Jadi Target Konflik Bersenjata

Dalam konteks hukum internasional, fasilitas kesehatan sejatinya memiliki perlindungan khusus. Berdasarkan Konvensi Jenewa, rumah sakit, tenaga medis, serta infrastruktur kesehatan tidak boleh dijadikan target dalam konflik bersenjata. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Meningkatnya serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran menimbulkan kekhawatiran global, terutama terkait potensi krisis kemanusiaan yang lebih luas. Gangguan terhadap layanan kesehatan dapat memperburuk kondisi korban luka, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, serta melemahkan sistem kesehatan dalam jangka panjang. WHO pun mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati hukum internasional dan memastikan perlindungan terhadap fasilitas kesehatan serta tenaga medis.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa dalam konflik modern, dampak perang tidak lagi terbatas pada medan tempur, tetapi juga merambah sektor-sektor vital yang menyangkut keselamatan sipil. Tanpa upaya perlindungan yang memadai, sistem kesehatan dapat runtuh, meninggalkan konsekuensi kemanusiaan yang jauh lebih besar dibandingkan kerusakan fisik semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like