NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumphttps://www.donaldjtrump.com/ mengatakan, Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran selama dua pekan.
“Ya, mereka (Lebanon) tidak termasuk dalam kesepakatan itu, karena ada Hizbullah.”
“Mereka tidak termasuk dalam kesepakatan itu.”
“Itu juga akan diurus,” ujar Trump kepada PBS News dalam sebuah wawancara via telepon, Rabu (8/4/2026),, menjawab pertanyaan mengapa Lebanon masih menjadi sasaran serangan.
Laporan kantor berita semiresmi Iran, Fars pada hari yang sama, menyebut jalur pelayaran kapal tanker minyak telah ditangguhkan melalui Selat Hormuz, menyusul serangan terbaru Israel terhadap Lebanon.
Iran sedang memfinalisasi persiapan untuk melancarkan operasi pencegahan terhadap target-target militer di Israel, menyusul pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel di Lebanon, demikian dilaporkan Fars, mengutip sumber-sumber keamanan dan militer.
BACA JUGA: Gencatan Senjata Dua Minggu, Trump Penuhi 10 Tuntutan Iran
Pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara di seluruh Lebanon pada Rabu, yang menewaskan sedikitnya 87 orang dan melukai 722 lainnya, menurut para pejabat terkait, dengan kawasan padat penduduk di Ibu Kota Beirut menjadi salah satu area yang paling parah terdampak.
Sebelumnya, Kantor Berita Iran Tasnim melaporkan, Iran dapat menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan AS, jika Israel melanjutkan serangannya terhadap Lebanon.
Kesalahpahaman
Senada, Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu mengatakan, penghentian permusuhan di Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, dan menyebut isu tersebut sebagai kesalahpahaman.
“Saya pikir ini berasal dari kesalahpahaman yang wajar.”
“Saya pikir pihak Iran mengira gencatan senjata mencakup Lebanon, padahal tidak.”
“Kami tidak pernah membuat janji itu.”
“Kami tidak pernah mengindikasikan itu akan terjadi.”
“Yang kami katakan adalah gencatan senjata akan difokuskan pada Iran dan pada sekutu Amerika, yaitu Israel dan negara-negara Arab Teluk,” tuutr Vance kepada wartawan sebelum bertolak ke Hungaria.
Masuk 10 Syarat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Israel mengakhiri serangan terhadap Lebanon menjadi salah satu syarat yang diajukan Teheran dalam kesepakatan gencatan senjata dengan AS.
Menurut media Iran, hal tersebut disampaikan Pezeshkian kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron lewat sambungan telepon pada Rabu.
Ia mengatakan, penghentian serangan Israel di Lebanon termasuk di antara 10 syarat yang dilampirkan pada perjanjian dengan Washington.
Pezeshkian juga menekankan, Prancis memiliki peran penting sebagai salah satu penjamin gencatan senjata sebelumnya di Lebanon.
Ia menegaskan, Teheran telah bertindak secara bertanggung jawab dengan menerima usulan gencatan senjata, dan telah menunjukkan kesediaannya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
Kedua pemimpin berbicara melalui telepon, sehari setelah AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata yang bertujuan untuk membuka jalan bagi kesepakatan akhir, untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari.
BACA JUGA: Trump dan Iran Saling Ancam Bawa-bawa Neraka
Meskipun ada perjanjian gencatan senjata selama dua minggu, Israel tetap melancarkan gelombang serangan udara yang luas di seluruh Lebanon pada Rabu, menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, menurut Pertahanan Sipil Lebanon.
Sementara, pejabat Iran dan Pakistan mengatakan perjanjian itu juga mencakup Lebanon, Israel bersikeras Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata tersebut.
Keraguan Jelang Perundingan
Delegasi tingkat tinggi Iran tiba di Islamabad untuk melakukan pembicaraan dengan AS, meski ada keraguan atas pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata baru oleh Israel.
Islamabad akan menjadi tuan rumah pembicaraan antara delegasi dari AS dan Iran, setelah gencatan senjata selama dua minggu disepakati pada Selasa (7/4/2026) malam, mengakhiri kebuntuan yang menegangkan.
“Meski ada keraguan dari opini publik Iran karena pelanggaran gencatan senjata berulang oleh rezim Israel untuk menyabotase inisiatif diplomatik.”
“Atas undangan Yang Terhormat PM Shehbaz Sharif, delegasi Iran tiba malam ini di Islamabad untuk pembicaraan serius berdasarkan 10 poin yang diusulkan oleh Iran,” kata Duta Besar Iran Reza Amiri Moghadam di X, Kamis.
AS akan diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance dan Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
Format pembicaraan masih belum diketahui. (*)