Survei Cyrus Network Ungkap 64,5% Publik Menilai Program MBG Berjalan Baik

Makan Bergizi Gratis, siswa-siswi yang antusias menerima MBG.

NarayaPost – Cyrus Network merilis hasil survei opini publik yang menyoroti pelaksanaan mudik serta sejumlah isu strategis nasional lainnya, termasuk tingkat kepuasan masyarakat terhadap program makan bergizi gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu kebijakan sosial yang mendapat perhatian luas karena menyasar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 64,5 persen responden menilai bahwa program MBG telah berjalan dengan baik. Penilaian ini berasal dari kelompok masyarakat yang telah mengetahui program tersebut, yang menunjukkan adanya penerimaan positif terhadap implementasi kebijakan ini di lapangan.

“Dari yang mengetahui, 64,5 persen mengatakan program ini sudah berjalan dengan baik,” ujar Syahril Ilhami dalam konferensi pers daring pada Selasa (14/4).

BACA JUGA: Erdogan: Aturan Israel Hukum Mati Tahanan Palestina Mirip Hitler

Survei Cyrus Network Sebut Pengenalan Program Jadi Angka yang Tinggi

Kegiatan pemaparan hasil survei ini menghadirkan sejumlah narasumber dari internal Cyrus Network, di antaranya La Ode Abdul Rahman sebagai peneliti ahli, serta Syahril Ilhami sebagai peneliti utama. Selain itu, diskusi juga melibatkan pembahas eksternal seperti Arya Fernandes yang menjabat Ketua Departemen Politik dan Perubahan Sosial di CSIS sekaligus Sekretaris Jenderal PERSEPI. Turut hadir pula Hafizhul Mizan yang memberikan perspektif tambahan terhadap hasil survei.

Dari sisi tingkat pengenalan program, survei menunjukkan angka yang sangat tinggi, yakni 98,6 persen responden mengaku telah mengetahui program MBG. Sementara itu, sebanyak 54,4 persen responden menyatakan telah merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi MBG sudah menjangkau sebagian besar masyarakat, meskipun belum sepenuhnya merata.

Lebih lanjut, survei juga mengungkap bahwa dukungan terhadap kelanjutan program MBG cukup kuat. Sebanyak 65,4 persen masyarakat mendorong agar program ini tetap dilanjutkan, dengan rincian 56 persen menyatakan mendukung dan 9,4 persen menyatakan sangat mendukung. Dukungan ini didasarkan pada berbagai manfaat yang dirasakan, seperti membantu pemenuhan gizi, mengurangi beban ekonomi keluarga, serta mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Program MBG Memiliki Dampak yang Cukup Luas

Selain itu, program MBG juga dinilai memiliki dampak yang lebih luas, seperti mendorong pemerataan kesejahteraan, memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda, serta mendukung keberlangsungan ekonomi petani dan pelaku UMKM lokal.

Meski demikian, tidak semua responden memberikan penilaian positif. Sebanyak 32,7 persen masyarakat menyatakan tidak mendukung program MBG. Beberapa alasan yang muncul antara lain terkait pelaksanaan yang dinilai belum optimal, kualitas makanan yang diragukan, besarnya anggaran yang digunakan, hingga anggapan bahwa program belum tepat sasaran.

Dari sisi persepsi dampak, mayoritas masyarakat menunjukkan optimisme terhadap program ini. Sebanyak 70,6 persen responden meyakini bahwa MBG dapat memberikan dampak ekonomi yang positif, sementara 66,4 persen percaya bahwa program ini akan membantu meningkatkan kesehatan generasi mendatang.

BACA JUGA: Negosiasi Buntu Dua Seteru

Usulan-Usulan Masyarakat Terkait Hasil Survei

Di sisi lain, sebanyak 45,6 persen masyarakat mengusulkan agar program MBG tetap dilanjutkan dengan catatan dilakukan berbagai perbaikan dalam pelaksanaannya. Hal ini menunjukkan adanya harapan agar program tidak hanya dipertahankan, tetapi juga disempurnakan agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Survei ini dilakukan pada 1 hingga 5 April 2026 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.260 responden yang tersebar di 126 desa atau kelurahan di 38 provinsi. Responden merupakan penduduk berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan komposisi seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Untuk menjaga kualitas data, dilakukan kontrol dan verifikasi secara ketat, termasuk pengecekan ulang terhadap 40 persen responden oleh supervisor dan koordinator lapangan. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar ±2,82 persen, sehingga hasilnya dinilai cukup representatif dalam menggambarkan opini publik secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like