Airlangga Hartarto Ungkap WFH Sekali Sepekan Segera Diterapkan!

Airlangga Hartarto, Indonesia’s coordinating minister for economic affairs, at the World Governments Summit in Dubai, United Arab Emirates, on Wednesday, Feb. 12, 2025. The summit runs until Feb. 13 under the theme ‘Shaping Future Governments’. Photographer: Christopher Pike/Bloomberg via Getty Images.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Ia menyebut proses perumusan kebijakan tersebut telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Airlangga Hartarto Sebut WFH Ditetapkan Bulan Maret

“Pokoknya akan akan ditetapkan bulan ini. Ya secepatnya kan bulan ini tinggal berapa hari kan. Ya jadi masih ada waktu,” ujar Airlangga kepada wartawan di Istana Negara, Jumat (27/3).

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat finalisasi kebijakan di tengah berbagai pertimbangan ekonomi dan efisiensi energi. WFH menjadi salah satu opsi strategis yang dinilai dapat memberikan dampak ganda, baik dalam penghematan maupun peningkatan produktivitas tertentu.

BACA JUGA: TNI Ganti Kabais, Kasus Andrie Yunus Masih Tak Jelas

Menkeu Purbaya Konfirmasi Keputusan WFH Telah Diambil

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah mengonfirmasi bahwa keputusan terkait WFH sebenarnya sudah diambil. Namun, sesuai mekanisme koordinasi, pengumuman resmi akan disampaikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Purbaya menekankan bahwa kebijakan WFH tidak bisa dilihat semata-mata dari potensi penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, dampak kebijakan ini harus dianalisis secara lebih luas, terutama terhadap aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

“Hemat saya mungkin nggak di sananya (hemat BBM). Karena ekonomi aktifnya naik, bisnis naik cepat, konsumsi naik. Tapi kalau pajak saya juga naik, selaras dengan itu kan saya untung juga,” kata Purbaya.

Airlangga Hartarto: Pemerintah Tak Hanya Fokus Pengurangan Biaya Energi

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek pengurangan biaya energi, tetapi juga melihat peluang peningkatan perputaran ekonomi. Dengan mobilitas yang lebih efisien, aktivitas bisnis dinilai bisa berjalan lebih cepat dan fleksibel, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah juga mempertimbangkan bahwa kebijakan ini berpotensi meningkatkan penerimaan negara. Ketika aktivitas ekonomi meningkat, basis pajak pun ikut bertambah, sehingga memberikan efek positif terhadap pendapatan negara.

Dalam skema yang sedang dibahas, hari Jumat disebut sebagai opsi paling realistis untuk penerapan WFH. Pemilihan hari ini bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pertimbangan produktivitas kerja.

“Dipilih (hari) yang berdampak paling kecil ke produktivitas, Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil,” ujarnya.

Penerapan WFH Tak Ganggu Jam Kinerja

Dengan jam kerja yang relatif lebih singkat dibanding hari lainnya, penerapan WFH pada Jumat diharapkan tidak mengganggu kinerja secara signifikan. Sebaliknya, kebijakan ini justru bisa memberikan fleksibilitas bagi pekerja tanpa mengurangi output secara keseluruhan.

Meski demikian, pemerintah belum memastikan apakah kebijakan WFH akan diberlakukan secara wajib bagi sektor swasta. Untuk tahap awal, implementasi kebijakan ini dipastikan akan diterapkan terlebih dahulu di lingkungan instansi pemerintahan.

BACA JUGA: Kembali ke Skuad, Elkan Baggott Perkuat Lini Belakang Timnas

Langkah ini dinilai sebagai bentuk uji coba sebelum kebijakan diperluas ke sektor yang lebih luas. Pemerintah tampaknya ingin memastikan efektivitas kebijakan tersebut, baik dari sisi produktivitas kerja maupun dampaknya terhadap ekonomi nasional.

Jika hasilnya dinilai positif, bukan tidak mungkin kebijakan serupa akan direkomendasikan atau bahkan diadopsi oleh sektor swasta. Namun, fleksibilitas tetap menjadi kunci, mengingat karakteristik tiap sektor industri yang berbeda-beda.

Dengan demikian, kebijakan WFH yang tengah difinalisasi ini tidak hanya mencerminkan upaya efisiensi, tetapi juga strategi adaptif pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang terus berkembang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like