Aksi Mahasiswa Sikapi Setahun Rezim Prabowo-Gibran Berlangsung Damai

Aksi unjuk rasa mahasiswa menyikapi satu tahun kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di sekitar Patung Arjuna Wijaya alias Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, berakhir pada Senin (20/10/2025) petang. Foto: Yaspen Martinus
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost, Jakarta – Sejumlah elemen mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Patung Arjuna Wijaya alias Patung Kuda, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025) siang hingga petang.

Massa mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa, untuk menyikapi satu tahun kinerja pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu elemen mahasiswa yang turun pada aksi hari ini adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), yang terdiri dari berbagai kampus di Indonesia.

BACA JUGA: Ini Isu yang Bakal Diusung BEM SI Kerakyatan pada Aksi 20 Oktober 2025

Pantauan NarayaPost, mahasiswa yang turun aksi berasal dari Universitas Pamulang, STAI Al Hikmah, STAI Sadra, PTIQ, Forsema PTKIS, Universitas Cendekia Abditama, Universitas Jayabaya, FMN, dan GMNI. 

Spanduk bertuliskan Indonesia Gawat Darurat dibentangkan para peserta aksi.

Polisi langsung menutup akses Jalan Medan Merdeka Selatan, setelah massa mahasiswa terus bertambah ramai.

17 Tuntutan

BEM SI membawa 17 tuntutan dalam aksi ini, yakni:

  • Evaluasi total program MBG;
  • Bebaskan seluruh tahanan masa aksi;
  • Hentikan segala bentuk intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap rakyat, serta wujudkan komitmen kebebasan bersuara;
  • Evaluasi total Kabinet Merah Putih dan copot menteri bermasalah;
  • Reformasi menyeluruh lembaga legislatif;
  • Evaluasi sistem pendidikan nasional dan realisasikan 20% APBN untuk sektor pendidikan;
  • Jaminan kesejahteraan tenaga pendidik;
  • Evaluasi anggaran pertahanan dan keamanan negara;
  • Bubarkan komando teritorial;
  • Tolak pasal bermasalah dalam RUU yang tidak pro rakyat;
  • Menuntut penguatan implementasi UU TPKS beserta aturan turunannya sebagai perlindungan hukum korban kekerasan seksual, serta optimalkan pendidikan moral sebagai pencegahan penyimpangan seksual dan perilaku seks bebas;
  • Sahkan RUU yang pro rakyat (RUU Perampasan Aset, PPRT, dan Masyarakat Hukum Adat);
  • Hentikan eksploitasi tambang yang merusak lingkungan di seluruh Indonesia;
  • Tolak food estate dan wujudkan kedaulatan pangan;
  • Tegaskan sikap pemerintah untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara yang menolak kemerdekaan Palestina serta wujudkan komitmen pemerintah menolak kedatangan atlet Israel ke Indonesia;
  • Mendesak pemerintah agar memberikan edukasi secara menyeluruh sebelum pelaksanaan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) di seluruh wilayah Indonesia; dan
  • Evaluasi serta pengawasan lebih ketat dalam program koperasi desa.

Sebanyak 1.743 personel aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa hari ini.

Kelompok pengemudi ojek online (ojol) juga ikut berunjuk rasa. Mereka menggelar aksi lebih dahulu sebelum mahasiswa.

Aparat dari satuan Sabhara berbaris membuat barier untuk membatasi lokasi aksi unjuk rasa demonstran.

BACA JUGA: Pemerintah Diminta Fokuskan MBG ke Wilayah Rentan dan Integrasikan dengan Layanan Kesehatan

Pagar besi warna hitam setinggi 1,5 meter juga dipasang untuk melapisi penjagaan.

Kendaraan taktis (rantis) water canon juga disediakan.

Sebagian massa sempat melempar botol plastik dan membakar tumpukan sampah di depan barikade besi polisi. 

Namun, massa aksi kembali tenang setelah diingatkan oleh koordinator lapangan, dan aksi relatif berlangsung damai.

Cukup Satu Tahun

Massa dari BEM UI lebih dulu menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka menggunakan tajuk #CukupSatuTahun, dan membawa delapan poin tuntutan, yakni:

  • Hentikan represifitas dan kriminalisasi terhadap seluruh rakyat Indonesia, serta bebaskan semua massa aksi;
  • Cabut komando teritorial TNI dan laksanakan reformasi Polri;
  • Wujudkan sistem ekonomi yang progresif dan pro rakyat;
  • Wujudkan demokrasi sejati yang sesuai dengan prinsip ekososialisme yang berkelanjutan;
  • Wujudkan pendidikan gratis yang inklusif dan berkualitas;
  • Ciptakan kesehatan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat; serta
  • Cabut kebijakan anti-rakyat dan tegakkan hukum berkeadilan. 

Pada sore hari, massa aksi menyalakan lilin dan tabur bunga.

Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 18.00. 

Massa mengakhiri aksi dengan menyalakan lilin dan flare, sebagai simbol kekecewaan terhadap rezin Prabowo-Gibran yang mereka nilai tidak pro rakyat. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like