NarayaPost – Amerika Serikat (AS) dikabarkan siap menyerang Iran, paling cepat pada Sabtu (21/2/202) akhir pekan ini.
CBS News melaporkan, para pejabat keamanan nasional terkemuka telah memberi tahu Donald Trump soal hal itu.
Namun, Trump belum menyetujui apa pun.
Sumber itu menambahkan, Iran menjadi pusat perhatian di Ruang Situasi Gedung Putih pada Rabu (18/2/2026).
Setiap pasukan AS yang ditugaskan di wilayah tersebut, dilaporkan dijadwalkan berada di posisi mereka pada pertengahan Maret.
Pentagon untuk sementara memindahkan beberapa personel AS dari Timur Tengah, sebagian besar ke Eropa atau kembali ke negara asal, untuk mengurangi risiko sebelum potensi operasi atau kemungkinan pembalasan Iran.
BACA JUGA: Trump Dukung Israel Serang Rudal Balistik Iran
Ini adalah protokol pra-aksi standar, menurut sumber internal.
Meski begitu, diplomasi masih terus digalakkan.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio dilaporkan berencana mengunjungi Israel dalam waktu sekitar dua minggu, untuk berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Selama pertemuan Desember di Mar-a-Lago, Trump diduga mengatakan kepada Netanyahu, ia akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran, jika AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di Timur Tengah, dan kelompok kapal induk lain USS Gerald Ford sedang dalam perjalanan.
Iran memastikn bakal membalas jika terjadi serangan.
Tunda Rapat Kabinet
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunda pertemuan kabinet keamanan negara itu, karena perkiraan menunjukkan kemungkinan serangan AS terhadap Iran dapat dimulai dalam beberapa hari.
Kabar itu dilaporkan media berbahasa Ibrani pada Rabu (18/2/2026).
Harian Israel Yedioth Ahronoth melaporkan, penilaian di dalam Israel menunjukkan Presiden AS Donald Trump cenderung melancarkan serangan militer skala besar terhadap target Iran.
Hal ini terjadi di tengah negosiasi yang macet dan penolakan Teheran menerima tuntutan Amerika Serikat.
Pertemuan kabinet politik-keamanan, yang dijadwalkan pada Kamis, ditunda hingga Minggu depan.
Para menteri tidak diberitahu alasan penundaan tersebut.
Menurut laporan tersebut, ada peningkatan perasaan di Israel, jangka waktu semakin menyempit.
“Setelah pembicaraan pada Selasa selama dua minggu, dan sebelumnya sekitar satu bulan, sekarang ada indikasi jangka waktunya diukur hanya dalam beberapa hari,” tulis media tersebut.
Bangun Perisai Beton
Citra satelit menunjukkan Iran baru-baru ini membangun perisai beton di atas fasilitas baru di situs militer yang sensitif, dan menutupinya dengan tanah.
Upaya perlindungan ini dilakukan di tengah ancaman serangan Amerika Serikat yang kerap dilontarkan Donald Trump.
Gambar-gambar dari satelit menunjukkan Iran telah mengubur pintu masuk terowongan di lokasi nuklir yang dibom oleh AS selama perang 12 hari dengan Israel, pada Juni lalu.
Pangkalan rudal Iran yang terkena dampak serangan juga diperbaiki.
Gambar-gambar tersebut memberikan gambaran sekilas tentang aktivitas Iran di beberapa lokasi yang menjadi pusat ketegangan dengan Israel dan AS.
Washington berupaya menegosiasikan kesepakatan dengan Teheran tentang program nuklirnya, sambil mengancam tindakan militer jika pembicaraan gagal.
BACA JUGA: Pesawat Siluman B-2 Siaga Antisipasi Negosiasi AS dan Iran Gagal
Sementara, media Iran melaporkan pada Rabu, Iran dan Rusia akan melakukan manuver angkatan laut di Laut Oman pada Kamis.
“Latihan angkatan laut gabungan Republik Islam Iran dan Rusia akan berlangsung besok di Laut Oman dan di Samudra Hindia bagian utara.”
“Tujuannya adalah untuk memperkuat keamanan maritim dan memperdalam hubungan antara angkatan laut kedua negara,” lapor kantor berita ISNA, mengutip juru bicara latihan, Laksamana Muda Hassan Maghsoudloo, tanpa menyebutkan durasi latihan tersebut.
Pada Senin, Garda Revolusi, sayap ideologis militer Iran, juga meluncurkan latihan di Selat Hormuz yang strategis, sebuah tantangan bagi pasukan angkatan laut AS yang ditempatkan di wilayah tersebut.
Iran mengumumkan pada Selasa, mereka akan menutup sebagian selat utama tersebut selama beberapa jam karena alasan keamanan selama latihan mereka. (*)