Amerika Tak Butuh Minyak Iran Kata Donald Trump

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku negaranya tak membutuhkan minyak Iran.

Dalam pidato nasionalnya, Rabu (1/4/2026), Trump mengatakan operasi militer AS terhadap Iran semata-mata untuk membantu para sekutu di Timur Tengah.

AS, kata Trump, sama sekali tak mengincar minyak Iran dalam perang saat ini.

“Kami tidak membutuhkan minyak mereka.”

“Kami tidak membutuhkan apa pun yang mereka miliki.”

“Kami berada di sana untuk membantu sekutu kami,” kata Trump dalam pidato yang disiarkan akun YouTube Gedung Putih.

Di bawah kepemimpinannya, Trump sesumbar AS merupakan produsen minyak dan gas nomor satu di bumi.

Terlepas dari jutaan barel minyak yang baru didapat dari Venezuela, AS sudah memproduksi lebih banyak migas, bahkan lebih daripada Arab Saudi dan Rusia jika digabung.

Minyak Venezuela diperoleh setelah AS meluncurkan serangan mendadak ke negara itu pada awal Januari, dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dengan dalih memberantas narkoterorisme.

“Bayangkan itu, Arab Saudi dan Rusia digabungkan, dan angka itu akan segera jauh lebih tinggi lagi.”

“Tidak ada negara seperti kita di dunia ini.”

“Kita berada di posisi yang sangat baik untuk masa depan.”

BACA JUGA: Israel Ogah Gabung Amerika Perang Darat Lawan Iran

“Amerika Serikat nyaris tidak mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan mengimpornya di masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trump kembali mengulangi klaimnya mengenai tujuan AS meluncurkan Operasi Epic Fury terhadap Iran.

“Seperti yang saya nyatakan dalam pengumuman Operasi Epic Fury, tujuan kami sangat sederhana dan jelas.”

“Kami secara sistematis membongkar kemampuan rezim (Iran) untuk mengancam Amerika atau memproyeksikan kekuatan di luar perbatasan mereka,” ucapnya.

Trump berulang kali mengeklaim angkatan laut dan angkatan udara Teheran saat ini sudah musnah.

Para pemimpin garis keras Iran, kata dia, sudah tewas, dan komando serta kendali atas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sedang dilumpuhkan, untuk menghapus ancaman.

“Angkatan laut mereka sudah lenyap, angkatan udara mereka sudah lenyap.”

“Rudal mereka hampir habis atau sudah dikalahkan.”

“Secara keseluruhan, hal ini akan menghancurkan militer Iran, menghancurkan kemampuan mereka dalam mendukung proksi teroris, dan mencegah mereka menciptakan bom nuklir,” beber Trump.

Trump mengeklaim AS sudah menang besar dalam perang ini.

Katanya, belum pernah ada dalam sejarah peperangan, pihak musuh mengalami kerugian sebegitu besarnya hanya dalam beberapa pekan.

Trump pun mengulangi pernyataan sebelumnya, perang AS-Israel vs Iran hampir selesai.

Rekrut Remaja 12 Tahun

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikabarkan merekrut remaja usia 12 tahun untuk berperan di bidang keamanan, di tengah perang melawan AS dan Israel.

Menurut laporan Human Rights Watch (HRW), IRGC telah menurunkan batas usia pelamar menjadi 12 tahun untuk divisi Prajurit Pembela Tanah Air Iran.

Iran tampaknya berusaha memobilisasi ribuan prajurit, setelah AS-Israel melancarkan perang terhadap mereka dan membunuh banyak tokoh terkemuka Teheran.

Anak-anak kini didorong mendaftar menjadi tentara.

Mereka dikerahkan untuk menjaga pos pemeriksaan, patroli operasional, patroli intelijen, dan konvoi kendaraan.

Ada pula peran pendukung seperti memasak dan perawatan medis.

BACA JUGA: Trump Ingin Segera Akhiri Perang Iran Meski Tanpa Kesepakatan

HRW menyebut poster perekrutan ini telah terlihat di sebuah kantor berita Iran, yang menunjukkan seorang anak laki-laki dan perempuan bersama dua orang dewasa, di mana salah satunya mengenakan seragam militer.

Menurut HRW, perekrutan ini melanggar hukum Iran, yang melarang perekrutan anak-anak di bawah 15 tahun ke dalam angkatan bersenjata.

Perekrutan remaja seperti ini juga disebut pelanggaran berat terhadap hak-hak anak, dan dipandang sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

Rahim Nadali, seorang pejabat IRGC, mengatakan kepada Defa Press Iran, pihaknya sedang mencari pelamar untuk mengisi peran-peran militer dan pendukung, yang menurut HRW akan membahayakan anak-anak, mengingat AS-Israel menargetkan fasilitas militer maupun sipil.

Ia sendiri mengeklaim banyak remaja dan pemuda yang berulang kali datang melamar untuk membela negeri.

“(Terkait dengan) patroli intelijen dan operasional, para remaja dan pemuda berulang kali datang dan mengatakan ingin ikut serta.”

“Untuk pos pemeriksaan Basij yang Anda lihat di berbagai kota sekarang, kami telah menerima banyak desakan dari anak muda dan remaja untuk hadir di sana.”

“Mengingat usia mereka yang mengajukan tuntutan, kami telah menetapkan usia (minimum) 12 tahun, artinya sekarang ada anak-anak berusia 12 dan 13 tahun yang ingin hadir di tempat ini,” ungkap Nadali, seperti dikutip The New Arab.

Nadali berujar, calon pelamar dapat mendaftar untuk bertugas di masjid-masjid Teheran yang menjadi tempat perekrutan paramiliter Basij.

Namun, HRW mencatat lokasi-lokasi tersebut telah menjadi sasaran utama AS-Israel selama perang ini.

“Tidak boleh ada alasan apa pun untuk kampanye perekrutan militer yang menargetkan anak-anak, apalagi anak berusia 12 tahun.”

“(Jika dilakukan) sepertinya pihak berwenang Iran bersedia mempertaruhkan nyawa anak-anak demi tenaga kerja tambahan,” ucap Direktur Hak Anak di HRW Bill Van Esveld. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like