Amin Said Husni Ganti Gus Ipul dari Sekjen PBNU

Sekjen PBNU pengganti Gus Ipul, Amin Said Husni.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU mengalami pergantian. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul digantikan oleh Amin Said Husni, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK).

Kabar tersebut dibenarkan langsung oleh Amin. “Iya. Betul. Itu keputusan Rapat Harian Tanfidziyah PBNU tadi sore,” ujar Amin saat dikonfirmasi, Jumat (28/11).

Gus Ipul Mengemban Amanah Ketua PBNU

Sementara itu, Gus Ipul kini mengemban posisi sebagai Ketua PBNU.

BACA JUGA: Pemberantasan Korupsi di RI Disebut Prabowo Sudah Berat

Pergantian ini juga dikonfirmasi oleh Ketua Lakpesdam PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla. Ia menyampaikan bahwa Gus Ipul resmi tidak lagi menjabat sebagai Sekjen PBNU per Jumat (28/11).

“Benar (Gus Ipul tak lagi menjabat),” kata Ulil dalam konfirmasi terpisah.

Keputusan Mengganti Sekjen PBNU Langkah yang Tepat

Ulil menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui Rapat Harian Tanfidziyah PBNU yang digelar hari ini. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah rotasi jabatan Sekjen dan Bendahara Umum (Bendum).

“Rapat Harian Tanfidziyah PBNU hari ini, Jumat (28/11), baru saja membuat beberapa keputusan, antara lain: merotasi jabatan Sekjen dan Bendum,” ujarnya.

Dalam hasil keputusan itu, Gus Ipul berpindah dari posisi Sekjen menjadi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media. Ulil menambahkan bahwa rotasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan mengatasi hambatan birokrasi.

Rotasi Dilakukan untuk Kinerja Organisasi

“Rotasi ini dilakukan untuk menjamin efektivitas dan kinerja organisasi, serta mengatasi ketersendatan birokrasi organisasi PBNU. Antara lain isu: mandeknya banyak SK di meja Sekjen yang menghambat jalannya organisasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sesuai AD/ART, kewenangan penuh atas rotasi jabatan berada pada pengurus tanfidziyah PBNU. “Sesuai AD/ART dan peraturan perkumpulan, keputusan rotasi jabatan di lingkungan pengurus tanfidziyah berada sepenuhnya di tangan pengurus tanfidziyah PBNU,” kata Ulil.

Tak Hanya Amin Said Husni Jadi Sekjen, Ada Juga Perubahan Lain

Selain perubahan Sekjen, PBNU juga melakukan rotasi jabatan Bendahara Umum. Gudfan Arif Ghofur kini berpindah menjadi Ketua PBNU bidang Kesejahteraan, sedangkan posisi Bendum diisi oleh H. Sumantri Suwarno. “Gudfan Arif Ghofur dirotasi dari jabatan Bendum menjadi Ketua PBNU bidang Kesejahteraan. Jabatan Bendum digantikan oleh H. Sumantri Suwarno,” terang Ulil.

Hingga kini, Gus Ipul belum memberikan pernyataan terkait pergantian tersebut.

Pergantian Struktur Sebagai Wujud Tata Kelola Internal

Pergantian struktur di tubuh PBNU melalui rotasi jabatan Sekjen dan Bendahara Umum menandai langkah organisasi untuk mempercepat perbaikan tata kelola internal. Keputusan yang diambil dalam Rapat Harian Tanfidziyah PBNU itu tidak hanya mengalihkan posisi Saifullah Yusuf dari Sekjen menjadi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, tetapi juga mengangkat Amin Said Husni sebagai Sekjen baru.

Di saat yang sama, perubahan pada posisi Bendahara Umum, dengan dipindahkannya Gudfan Arif Ghofur dan digantinya oleh H. Sumantri Suwarno, menunjukkan bahwa rotasi dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur.

BACA JUGA: Tragedi Nahas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Tewaskan Ratusan Korban

Penjelasan yang disampaikan oleh KH Ulil Abshar Abdalla menggarisbawahi bahwa keputusan ini bertujuan mengatasi hambatan birokrasi yang selama ini memperlambat jalannya organisasi, termasuk persoalan berkas-berkas yang dinilai mandek di meja Sekjen.

Ulil juga menegaskan bahwa seluruh proses rotasi berada dalam koridor AD/ART PBNU, sehingga keputusan tersebut berada sepenuhnya dalam kewenangan pengurus tanfidziyah.

Dengan diumumkannya pergantian ini, PBNU menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi melalui penyegaran struktur. Meski Gus Ipul belum memberikan keterangan terkait perubahan posisinya, keputusan ini menandai babak baru dalam upaya memperkuat sistem kerja internal demi kelancaran administrasi dan pelaksanaan program organisasi ke depan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like