Ancaman Baru Trump Bagi yang Tak Dukung AS Rebut Greenland

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan tak akan menggunakan kekuatan militer untuk mendapatkan Greenland.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal memberlakukan tarif impor tambahan, kepada negara-negara yang tidak mendukung upaya AS mencaplok Greenland.

“Saya mungkin akan mengenakan tarif terhadap negara-negara lain jika mereka tidak mendukung soal Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional.”

“Jadi, saya mungkin akan melakukannya,” ujarnya dalam sebuah acara tentang layanan kesehatan, Jumat (16/1/2026).

Di acara tu, Trump memuji kebijakan tarifnya telah mendorong negara lain menurunkan harga obat-obatan di AS.

Sikap Trump yang bersikukuh ingin menguasai Greenland, wilayah otonomi Denmark yang strategis dan kaya sumber daya alam, memicu penolakan keras dari para pemimpin Eropa.

Ia menegaskan pulau terbesar di dunia itu harus dikuasai demi keamanan nasional AS, karena kehadiran Cina dan Rusia di kawasan Arktik semakin meningkat.

Boikot Piala Dunia

Boikot terhadap pelaksanaan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dapat dipertimbangkan sebagai langkah protes terhadap klaim Washington atas Greenland.

“Memboikot turnamen harus dipertimbangkan hanya sebagai langkah terakhir untuk menyadarkan Presiden Trump terkait isu Greenland,” kata juru bicara kebijakan luar negeri Partai Kristen Demokrat Jerman CDU/CSU Jurgen Hardt, Jumat.

Koran Bild melaporkan, Hardt menyoroti sikap Trump yang telah memperlihatkan betapa pentingnya Piala Dunia bagi dia.

Hampir 17.000 pencinta sepak bola membatalkan tiket Piala Dunia mereka, menyusul seruan boikot dalam rangka memprotes kebijakan AS.

Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Turnamen tersebut, yang pertama kalinya melibatkan 48 tim peserta, akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Jangan Permainkan Kedaulatan

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure mengingatkan mitranya dari AS, Scott Bessent, Greenland merupakan bagian berdaulat dari sebuah negara berdaulat, dan tidak boleh diperlakukan sembarangan.

Dalam pertemuan dengan Bessent di Washington, Senin, Lescure menyampaikan kekhawatiran mendalam Eropa terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengeklaim Greenland.

“Greenland adalah bagian berdaulat dari sebuah negara berdaulat yang merupakan bagian dari Uni Eropa.”

BACA JUGA: Rusia Tuding Uni Eropa Jadikan Iran Pengalihan Isu Greenland

“Itu tidak boleh dipermainkan,” tegas Lescure kepada Financial Times.

Ia menegaskan, setiap upaya mencaplok Greenland akan dianggap sebagai pelanggaran garis merah dan berpotensi membahayakan hubungan ekonomi AS dengan Eropa.

Namun, Lescure menghindari pertanyaan mengenai kemungkinan Uni Eropa menjatuhkan sanksi jika AS benar-benar mengambil alih pulau tersebut.

“Jika itu terjadi, kita tentu akan berada di dunia yang sama sekali baru dan harus menyesuaikan diri,” imbuhnya.

Meski terdapat ketegangan dengan Washington terkait isu Greenland, tarif, serta regulasi Uni Eropa terhadap perusahaan teknologi, Lescure menekankan Eropa tetap perlu bekerja sama dengan AS.

Perkuat Posisi

Rusia bakal terus memperkuat kemampuan pertahanan mereka di Arktik, sebagai respons atas situasi di Greenland.

“Negara kami akan terus dengan tegas mempertahankan posisinya di wilayah tersebut.”

“Kami akan melanjutkan kebijakan kami untuk memperkuat kedaulatan nasional di zona Arktik.”

“Pertama-tama, kemampuan pertahanan dan infrastruktur Jalur Laut Utara kami sendiri,” ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Kamis.

Zakharova mencatat, AS menetapkan Greenland sebagai wilayah kepentingan AS, dengan narasi yang tidak berdasar tentang ancaman Rusia.

“Kami setuju dengan posisi Cina tentang tidak dapat diterimanya rujukan terhadap aktivitas tertentu Rusia dan Cina di sekitar Greenland, sebagai alasan untuk peningkatan ketegangan saat ini.”

BACA JUGA: Trump Bilang Denmark Jaga Greenland Pakai Kereta Luncur Anjing

“Kami juga yakin, peningkatan ketegangan yang muncul di wilayah Arktik adalah konsekuensi langsung dari tindakan Aliansi Atlantik Utara,” tuturnya.

Zakharova mendesak setiap perbedaan mengenai Greenland diselesaikan melalui negosiasi sesuai hukum internasional, dan dengan mempertimbangkan kepentingan penduduknya.

Menurut Zakharova, NATO telah mengubah wilayah Arktik menjadi arena persaingan geopolitik, dan bersedia menggunakan cara militer untuk memperkuat posisinya.

“Mereka sendiri yang pertama kali menciptakan gagasan ada beberapa yang disebut agresor, dan kemudian mereka sendiri yang menciptakan gagasan mereka siap melindungi seseorang dari agresor yang dituduhkan ini,” ulasnya.

Zakharova memperingatkan Eropa, setiap upaya meningkatkan ketegangan di Arktik dan menciptakan ancaman bagi keamanan Rusia, anggota penuh komunitas Arktik, akan memiliki konsekuensi serius.

“Dapat dipahami setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik, terutama di bidang keamanan, tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan memiliki konsekuensi yang luas,” tegasnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like