Andrew Mountbatten-Windsor Terancam Tak Bisa Jadi Raja Inggris

Pemerintah Inggris mempertimbangkan mengajukan undang-undang baru, untuk menghapus bekas Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi kerajaan Inggris. Foto: rnz.co.nz
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost Kasus pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat (AS) Jeffrey Epstein, menyeret bekas Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor sebagai ‘korban’ baru.

Pemerintah Inggris mempertimbangkan mengajukan undang-undang baru, untuk menghapus Andrew dari garis suksesi kerajaan Inggris.

Niat itu muncul, menyusul penangkapan adik Raja Charles III Andrew tersebut, setelah munculnya pengungkapan baru terkait Epstein.

BBC pada Jumat (20/2/2026) melaporkan, Pemerintah Inggris berencana mengajukan proposal tersebut, yang akan mencegah Andrew Mountbatten-Windsor menjadi raja.

Sejumlah politikus Inggris menyuarakan kemarahan terhadap mantan Pangeran Andrew setelah ia ditangkap pada Kamis (19/2/2026), atas dugaan pelanggaran jabatan publik, menyusul pengungkapan terbaru dalam dokumen yang dirilis di AS terkait Epstein, yang meninggal di penjara pada 2019.

Ed Davey, pemimpin Partai Demokrat Liberal, menilai status mantan pangeran itu dalam garis suksesi kerajaan, perlu dipertimbangkan.

BACA JUGA: Geger Epstein Files, Gagalnya Sistem Hukum dan Moral Global

“Jelas ini adalah isu yang harus dipertimbangkan parlemen pada waktu yang tepat.”

“Tentu saja monarki ingin memastikan ia tidak pernah bisa menjadi raja,” katanya.

Stephen Flynn, pemimpin Partai Nasional Skotlandia (SNP) di Westminster, mengatakan kepada tabloid Inggris The Sun, publik wajar merasa marah jika seorang pria yang berbohong tentang pertemanannya dengan Epstein, masih berpeluang menjadi kepala negara.

Andrew Bowie, sekretaris bayangan Skotlandia dari Partai Konservatif, menilai menghapus Andrew dari garis suksesi adalah langkah tepat.

“Jika ia dinyatakan bersalah atas hal ini, saya pikir parlemen sepenuhnya berhak untuk bertindak menghapusnya dari garis suksesi,” ujarnya.

Survei YouGov yang dipublikasikan pada Jumat mengungkapkan, 82 persen warga Inggris kini meyakini Andrew Mountbatten-Windsor harus sepenuhnya dihapus dari garis suksesi kerajaan, hanya 6 persen menyatakan ia seharusnya tetap berada dalam daftar tersebut.

Terakhir kali garis suksesi diubah melalui undang-undang parlemen adalah pada 2013, ketika Succession to the Crown Act memulihkan hak individu yang sebelumnya dikecualikan, karena menikah dengan seorang Katolik.

Individu terakhir yang dikeluarkan dari garis suksesi takhta melalui undang-undang adalah Raja Edward VIII, yang turun takhta pada 1936, demi menikahi Wallis Simpson yang bercerai, sehingga ia dan keturunannya tak berhak mewarisi takhta Inggris.

Membantah

Pada Kamis, Andrew Mountbatten-Windsor yang berusia 66 tahun, ditahan kepolisian Thames Valley, lalu dibebaskan 11 jam kemudian.

“Setelah melakukan penilaian menyeluruh, kami telah memulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik ini,” jelas Assistant Chief Constable Oliver Wright.

Mantan pangeran itu membantah melanggar hukum terkait hubungannya dengan Epstein.

Pada 9 Februari lalu, kepolisian Inggris membenarkan pihaknya tengah mendalami laporan dugaan pelanggaran hukum sesuai prosedur.

Andrew bertugas sebagai utusan dagang Inggris pada periode 2001-2011.

Ia mengundurkan diri dari tugas kerajaan pada 2019, setelah hubungannya dengan Epstein terungkap.

Menurut pengungkapan terbaru berkas Epstein, pada 7 Oktober 2010, Andrew mengirimkan jadwal perjalanan dinasnya sebagai utusan dagang ke Singapura, Vietnam, Shenzhen, dan Hong Kong kepada Epstein.

Pada 30 November 2010, tak lama setelah menerima laporan perjalanan tersebut dari asisten khususnya, Andrew diduga meneruskan laporan itu kepada Epstein.

Pemuja Setan

Kirill Dmitriev, asisten Presiden Rusia Vladimir Putin, menuding mantan Pangeran Inggris Andrew sebagai satanik, bersama teman-teman Barat liberalnya.

Dmitriev mengutip berkas Epstein yang baru dirilis, yang berisi tuduhan anonim mantan bangsawan itu ikut serta dalam penyiksaan seorang anak.

Departemen Luar Negeri AS merilis bagian terakhir berkas Epstein, yang berjumlah lebih dari 3 juta dokumen.

Salah satu dokumen menampilkan saksi anonim FBI yang mengeklaim mereka berusia 6-8 tahun, ketika dibius dan dibawa ke pesta jaringan pedofil, pada pertengahan tahun 1990-an yang dihadiri oleh Andrew.

Saksi tersebut mengaku pada suatu kesempatan, mereka ditabrak oleh mobil yang dikendarai oleh Pangeran Andrew.

Pada kesempatan lain, rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, yang menjalani hukuman 20 tahun, diduga mengikat mereka ke meja dan menyiksa dengan sengatan listrik, disaksikan Andrew.

BACA JUGA: Dikaitkan dengan Banyak Tokoh Dunia, Siapa Jeffrey Epstein?

“Pangeran Andrew dan teman-teman liberal Baratnya yang Satanis menyiksa anak berusia 6 tahun,” tulis Dmitriev di X.

Ia menautkan laporan media yang merinci kesaksian tersebut, dan menambahkan tulisan  ‘Rusia memerangi Satanisme.’

Andrew kehilangan gelar kerajaannya setelah tuduhan dari mendiang Virginia Giuffre, yang mengaku diperdagangkan kepada pangeran oleh Epstein, pada awal tahun 2000-an saat berusia 17 tahun.

Kasus Andrew dengan Giuffre diselesaikan di luar pengadilan pada tahun 2022, tetapi pengawasan yang diperbarui muncul setelah memoar anumerta Giuffre pada Oktober lalu, merinci pelecehan tersebut.

Giuffre meninggal karena bunuh diri pada April lalu.

Polisi tidak menyebutkan pelecehan seksual atau perdagangan manusia, dan masih belum jelas apakah klaim tersebut akan diselidiki.

Rilis terbaru berkas Epstein memicu skandal, pengunduran diri, dan penyelidikan kriminal di seluruh politik, bisnis, dan akademisi di seluruh dunia.

Di Inggris, tiga pejabat senior dalam pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer mengundurkan diri dalam 10 hari terakhir.

Namun, sejumlah tokoh Barat terkemuka yang disebutkan dalam berkas tersebut belum didakwa dan menyangkal melakukan kesalahan, termasuk Presiden AS Donald Trump, pendiri Microsoft Bill Gates, dan CEO SpaceX Elon Musk.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sebelumnya menuduh pejabat Barat melindungi rekan-rekan Epstein, mengatakan kasus ini mengungkap kemunafikan keadilan Barat. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like