Angkat Bicara Prabowo soal Kasus Bullying yang Marak Terjadi

Ilustrasi Bullying. Dok. Halodoc.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah kembali mencuri perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara turut menyoroti maraknya kekerasan antar pelajar tersebut dan meminta agar seluruh kasus segera ditangani dengan serius.

Salah satu insiden yang memantik keprihatinan luas adalah kasus bullying terhadap siswa SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MH (13). MH mengalami sejumlah luka fisik dan trauma berat akibat tindakan perundungan itu, hingga akhirnya meninggal dunia.

Polres Tangerang Selatan membenarkan kabar wafatnya MH. Korban mengembuskan napas terakhir pada Minggu (16/11) pagi setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.

BACA JUGA: Jejak Pasukan Garuda Jaga Perdamaian Dunia

“Bapak Kapolres Tangerang Selatan (AKBP Victor Inkiriwang) menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional,” ujar Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil, Minggu (16/11).

Korban Bullying Telah Dirawat Selama Sepekan

MH sebelumnya mendapat perawatan medis selama sepekan. Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kematiannya dengan berkoordinasi bersama sejumlah ahli, termasuk dokter yang menangani pasien tersebut.

“Sementara koordinasi dengan dokter yang menangani. Kemarin orang tuanya saya temui langsung. Sebelumnya dari penyidik sudah beberapa kali bertemu, namun kita masih berempati waktu itu saat almarhum masih hidup,” kata AKBP Victor Inkiriwang di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/11).

Penyidik telah meminta keterangan dari enam saksi yang mengetahui rangkaian kejadian. Polisi juga tengah menyiapkan pemeriksaan lanjutan terhadap keluarga korban.

“Kemarin saat kami melayat, bercakap-cakap dengan pihak keluarga, dalam waktu dekat pihak keluarga akan kita layani untuk kita mintai informasi,” tambah Victor.

Setelah mencuatnya insiden bullying di Tangsel tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh terhadap kasus perundungan di sekolah. Pernyataan itu disampaikannya seusai meluncurkan interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi pada Senin (17/11), ketika Prabowo dimintai tanggapan terkait kasus MH yang mengalami trauma hingga berujung kematian.

“Itu harus kita atasi,” tegas Prabowo.

Mendikdasmen Akan Bentuk Tim Antibullying

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga angkat bicara, ia menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menangani perundungan di sekolah. Tim tersebut dirancang melibatkan orang tua, murid, hingga masyarakat, agar kejadian serupa seperti di SMPN 19 Tangsel tidak kembali terulang.

Abdul Mu’ti berencana menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) baru untuk memperbarui regulasi penanganan bullying yang berlaku sebelumnya. Ia menilai perlu adanya pendekatan yang lebih menyeluruh dan humanis dalam penyelesaian kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Kalau penanganan yang itu, kita nanti akan terbitkan Permendasmen untuk memperbaiki Permendasmen sebelumnya, nanti kita akan bentuk tim yang ada di sekolah dengan pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif,” ujar Abdul Mu’ti di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11).

Ia menegaskan bahwa peran seluruh unsur sangat penting untuk memastikan keamanan siswa.

“Nanti melibatkan orang tua, melibatkan murid, dan juga masyarakat, sehingga berbagai kekerasan yang selama ini terjadi tidak terulang lagi di masa-masa yang akan datang,” lanjutnya.

Meski begitu, Abdul Mu’ti menyebut bahwa dirinya belum menerima laporan terperinci terkait kasus bullying yang menimpa siswa SMPN 19 Tangsel hingga menyebabkan MH meninggal. Ia menyerahkan proses penyidikan sepenuhnya kepada kepolisian.

BACA JUGA: Kata Prabowo Soal Digitalisasi, Guru Masih Kurang Kompetensi?

“Saya belum dapat laporannya, karena sekarang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Jadi kami belum dapat laporan secara lengkap kasus yang di Tangsel,” ujarnya.

Langkah Terukur Pemerintah Atasi Persoalan Bullying

Rangkaian peristiwa yang menimpa MH di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali menegaskan pentingnya langkah cepat dan terukur dalam menangani perundungan di lingkungan sekolah. Aparat kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban melalui pemeriksaan saksi dan koordinasi dengan tenaga medis, sementara pemerintah pusat menyiapkan langkah preventif melalui pembentukan tim antibullying di setiap sekolah.

Atensi Presiden Prabowo yang sudah angkat bicara, juga rencana kebijakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terjadi, sekaligus memperkuat perlindungan bagi seluruh peserta didik di masa mendatang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like