NarayaPost – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dan memicu Awan Panas Guguran pada Rabu (19/11) sekitar pukul 14.13 WIB. Aktivitas vulkanik ini mendorong kenaikan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB.
“Awan panas masih berlangsung, dengan amplitudo maksimum 40 mm. Awan panas dengan jarak luncur 8,5 km dari puncak gunung,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, Rabu (19/11). Ia menambahkan bahwa arah angin bergerak ke utara.
“Saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak ditutup,” jelasnya, sambil menyebut cuaca di sekitar wilayah tersebut terpantau berawan. Badan Geologi melaporkan bahwa pada pukul 16.35 WIB, awan panas mulai mengarah menuju Sungai Sumbersari. Zona berbahaya ditetapkan meliputi radius 5 kilometer ke seluruh sektor dan mencapai 17 kilometer di bagian selatan–tenggara.
BACA JUGA: Bocah 11 Tahun Kena Stroke Setelah Terhantam Bola di Sekolah
Sejak Rabu pagi (19/11), Gunung Semeru tercatat mengalami tiga kali erupsi beruntun. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa erupsi pertama terjadi pukul 04.10 WIB dengan kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl. Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya, dan aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi 142 detik.
Tak lama berselang, erupsi kedua berlangsung pada pukul 05.09 WIB dengan tinggi kolom mencapai 600 meter di atas puncak. Abu vulkanik terpantau dominan putih hingga kelabu dan mengarah ke tenggara, sementara alat seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 150 detik.
Erupsi ketiga terjadi pukul 06.05 WIB dengan kolom letusan setinggi 600 meter atau 4.276 mdpl. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu mengarah ke sektor tenggara dan selatan, dan aktivitas ini kembali terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi 137 detik.
BACA JUGA: Tolak Keras Ancaman Trump, Presiden Meksiko Lakukan Ini
Rangkaian erupsi yang terjadi sejak Rabu pagi dan diikuti munculnya Awan Panas Guguran pada siang hari memperlihatkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat secara signifikan. Kenaikan status dari Level II menjadi Level III menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih tinggi bagi warga di sekitar kawasan lereng, khususnya karena jarak luncur awan panas mencapai 8,5 kilometer dan arah pergerakannya telah teridentifikasi menuju sektor sungai seperti Sumbersari. Penutupan akses Jembatan Gladak Perak menjadi salah satu langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak langsung.
Laporan Badan Geologi mengenai radius bahaya yang meliputi 5 kilometer di seluruh sektor dan hingga 17 kilometer di sisi selatan–tenggara mempertegas bahwa area rawan perlu terus dipantau. Data yang disampaikan petugas pos pengamatan tentang tiga kali erupsi berturut-turut, masing-masing terekam dengan amplitudo serupa dan disertai kolom abu tebal, memberikan gambaran bahwa tekanan di tubuh gunung masih berlangsung. Perubahan arah abu dan angin yang bergerak dari barat daya hingga tenggara juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi jarak jangkauan material vulkanik.
Dengan kondisi cuaca yang berawan dan aktivitas vulkanik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, informasi resmi dari pos pengamatan serta imbauan instansi kebencanaan tetap menjadi acuan utama bagi warga dan pihak berwenang dalam mengambil langkah pengamanan. Situasi ini menegaskan bahwa monitoring intensif dan respons cepat tetap diperlukan selama aktivitas Semeru berada pada level siaga.