NarayaPost- Banjir Jakarta meluas seiring dengan curah hujan yang tinggi mengguyur ibu kota sejak Senin pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat sedikitnya 10 rukun tetangga (RT) serta 23 ruas jalan utama dan permukiman di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Utara (Jakut) kini terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 95 sentimeter.
“Saat ini, terdapat 10 RT dan 23 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Kondisi ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas warga serta aktivitas transportasi di sejumlah titik strategis kota. Banjir kali ini tidak hanya merendam permukiman padat penduduk, tetapi juga berimbas pada ruas jalan penghubung antar kawasan yang sangat krusial. Pihak BPBD melaporkan bahwa banjir terjadi akibat intensitas hujan deras yang berkelanjutan sejak pagi hari, diperparah oleh luapan sungai kecil dan saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air secara cepat. Genangan air sulit surut walaupun intensitas hujan sudah menurun sekitar siang hari.
Dia mengatakan banjir yang terjadi di Jakarta pada Senin pagi disebabkan hujan deras yang melanda wilayah DKI dan sekitarnya. Berdasarkan data per pukul 10.00 WIB, banjir meluas di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, dengan ketinggian 20-95 sentimeter (cm).
Jakarta Selatan
Kelurahan Cilandak Barat: 1 RT
Ketinggian air: 40 cm
Kelurahan Cipete Utara: 3 RT
Ketinggian air: 70 cm
Kelurahan Duren Tiga: 1 RT
Ketinggian air: 40 cm
Kelurahan Cilandak Timur: 3 RT
Ketinggian air: 95 cm
Penyebab banjir: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Jakarta Utara
Sebanyak 2 RT yang terendam banjir di Jakut, yaitu:
Kelurahan Tanjung Priok: 2 RT
Ketinggian air: 20 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi
BACA JUGA : Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Akses Pendidikan Meluas
Menurut BPBD DKI Jakarta, banjir Jakarta meluas terutama karena curah hujan yang tinggi sejak dini hari hingga pagi yang turun secara terus-menerus. Hal ini menyebabkan saluran drainase cepat penuh sementara volume air tidak bisa segera dibuang ke sungai besar ataupun drainase induk. Selain itu, sejumlah area memiliki topografi rendah yang membuat genangan cenderung stagnan.
BACA JUGA : Anggaran Rp100 Miliar Bukan Cuma untuk Bongkar Tiang Monorel
BPBD Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan tim untuk melakukan respon cepat di lokasi-lokasi banjir. Personel BPBD, bersama unsur pemerintah daerah hingga relawan, tengah mengawasi titik genangan air, mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan, serta memastikan arus lalu lintas di titik banjir tetap aman. Mereka juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memperlancar aliran air, termasuk pelepasan pompa dan pembersihan saluran drainase yang tersumbat.