Belgia dan Jerman Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Rusia

Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin mengungkapkan, para pemimpin negara-negara NATO Eropa tidak merahasiakan fakta sedang bersiap perang melawan Moskow dan Minsk. Foto: ceris.be
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken mengungkapkan, negaranya menyiapkan 1.500 pasukan untuk pengerahan cepat di dalam wilayah tanggung jawab NATO pada 2026.

“Pada saat yang sama, satu batalyon infanteri mekanis lengkap dengan semua unit pendukung akan disiagakan, untuk kemungkinan pengerahan dalam dua gelombang jika diperlukan.”

“Secara total, 1.500 personel militer akan siap dikerahkan di mana saja di wilayah Euro-Atlantik dalam waktu nol hingga 30 hari,” ungkap Francken kepada La Libre, dikutip pada Minggu (14/12/2025).

Belgia juga akan mengerahkan satu skuadron F-16 ke sayap timur NATO, di dekat perbatasan Rusia pada 2026.

“Belgia (pada 2026) akan melakukan dua misi patroli udara yang melibatkan armada F-16-nya.”

“Detasemen pertama yang terdiri dari empat F-16, didukung oleh sekitar 100 tentara, akan difokuskan pada Kutub Utara, beroperasi dari Islandia.”

BACA JUGA: Trump: Perang Dunia Bisa Terjadi Jika Main-main Soal Ukraina

“Detasemen kedua akan difokuskan langsung pada sayap timur dan berbasis di Lituania atau Polandia, keputusan akhir mengenai hal ini belum dibuat,” jelas Francken.

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyatakan aktivitas NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang perbatasan baratnya.

Aliansi tersebut memperluas inisiatifnya dan menyebutnya sebagai pencegahan agresi Rusia.

Otoritas Rusia telah berulang kali menyatakan keprihatinan terhadap peningkatan kekuatan blok militer-politik di Eropa.

Kremlin menyatakan Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.

Jerman Kirim Tentara ke Polandia

Jerman bakal mengirim sekelompok tentara ke Polandia, untuk membantu proyek penguatan perbatasan timur negara itu, seiring kekhawatiran meningkat tentang ancaman dari Rusia.

Polandia, pendukung kuat Ukraina dalam perjuangannya melawan Moskow, mengumumkan rencana pada Mei tahun lalu untuk memperkuat sebagian besar perbatasannya yang mencakup Belarus dan eksklave Rusia Kaliningrad.

Tugas utama tentara Jerman di Polandia adalah kegiatan teknik, kata juru bicara kementerian pertahanan di Berlin pada Jumat malam, dilansir Al Arabiya.

Kegiatan teknik ini mencakup membangun benteng, menggali parit, memasang kawat berduri, atau mendirikan penghalang tank.

“Dukungan yang diberikan oleh tentara Jerman sebagai bagian dari (operasi) terbatas pada kegiatan teknik ini,” terangnya.

Juru bicara tersebut tidak menyebutkan jumlah pasti pasukan yang terlibat, hanya mengatakan jumlahnya akan berada di kisaran dua digit menengah.

Mereka diharapkan berpartisipasi dalam proyek ini mulai kuartal kedua tahun 2026 hingga akhir tahun 2027.

Juru bicara tersebut menekankan, persetujuan parlemen tidak diperlukan untuk pengerahan tersebut, karena tidak ada bahaya langsung bagi para prajurit dari konflik militer.

Kecuali untuk kasus-kasus pengecualian tertentu, parlemen Jerman harus menyetujui pengerahan angkatan bersenjata negara tersebut ke luar negeri.

Sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Warsawa telah dengan tegas mendukung Kyiv dan menjadi jalur transit untuk senjata yang dipasok oleh sekutu Barat Ukraina.

Warsawa juga telah memodernisasi angkatan daratnya dan meningkatkan pengeluaran pertahanan.

Jerman adalah pemasok bantuan militer terbesar kedua bagi Ukraina setelah Amerika Serikat, dan telah mengirimkan sejumlah besar peralatan ke Kyiv, mulai dari sistem pertahanan udara hingga kendaraan lapis baja.

Eropa Nilai Rusia Hambat Perdamaian

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengingatkan, meskipun Ukraina memperoleh jaminan keamanan, ketiadaan konsesi nyata dari Rusia berisiko memicu perang baru di kawasan lain.

Dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera, Jumat (12/12/2025), Kallas menegaskan penyelesaian berkelanjutan untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina tidak akan tercapai, jika Rusia tidak mengubah perilakunya dan menerima pembatasan konkret terhadap kekuatan militernya.

Menurut Kallas, hambatan utama bagi perdamaian adalah Rusia.

Ia menyatakan, jaminan keamanan bagi Ukraina tanpa diikuti konsesi dari Rusia, hanya akan memindahkan potensi konflik ke wilayah lain, meskipun bukan lagi di Ukraina.

Ia menuturkan, Uni Eropa menyambut meningkatnya momentum diplomatik menuju perdamaian, termasuk upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Amerika Serikat.

Namun, Rusia dinilai belum menunjukkan kemauan tulus untuk menghentikan perang, sebagaimana terlihat dari serangan yang terus berlanjut terhadap warga sipil dan infrastruktur Ukraina.

BACA JUGA: Volodymyr Zelenskyy: Ukraina Takkan Serahkan Wilayah ke Rusia!

Kallas menekankan, gencatan senjata harus menjadi langkah awal menuju kesepakatan yang kredibel.

Pencegahan konflik di masa depan, lanjutnya, mensyaratkan jaminan Rusia tidak lagi memiliki kemampuan melancarkan perang baru.

Untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan, ia menyebut Uni Eropa memerlukan konsesi nyata dari Rusia, baik berupa pembatasan kekuatan militer maupun pengendalian anggaran pertahanannya.​​​​​​​

Kallas kembali menegaskan sikap tegas Uni Eropa, tidak boleh ada konsesi wilayah dan tidak ada pengakuan atas pendudukan wilayah Ukraina. 

Ia menekankan, perubahan batas wilayah tidak dapat dilakukan dengan kekerasan.

Ia juga menegaskan, tidak boleh ada celah dalam arsitektur keamanan Eropa yang memberikan Rusia peran langsung.

Terkait kemungkinan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa pada 2027, Kallas mengatakan proses aksesi tetap berbasis pada penilaian kinerja dan keputusan negara-negara anggota.

Namun, ia mengakui dukungan Amerika Serikat dapat membantu mengatasi hambatan politik di dalam Uni Eropa.

Ia menambahkan, dorongan dari Amerika Serikat dapat menjadi sinyal positif bagi negara anggota yang selama ini menghambat kemajuan Ukraina, termasuk Hungaria, untuk mencabut hak veto mereka. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like