Bertemu Bos BPS, Apa yang Dibahas Menkeu Purbaya?

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Dok. Bisnis.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menjelang rilis resmi data pertumbuhan ekonomi kuartal III pada 5 November mendatang, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (28/10). Lantas, apa yang dibahas Menkeu Purbaya dengan bertemu Bos BPS?

Pertemuan dua pejabat ini sempat menarik perhatian publik karena waktunya berdekatan dengan pengumuman penting terkait ekonomi nasional. Namun, Purbaya menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas soal pertumbuhan ekonomi, melainkan mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Bertemu Bos BPS, Purbaya Diskusi Tentang Sensus Ekonomi 2026

“BPS juga nggak kasih bocoran ke kita terkait pertumbuhan ekonomi. Tadi kita diskusi tentang sensus ekonomi tahun 2026, biayanya seperti apa, pelaksanaannya seperti apa, itu saja. Clear semuanya akan dijalankan, mereka mulai eksekusi Juni, Februari mulai rekrut tenaga surveyornya,” kata Purbaya di kantornya.

BACA JUGA: Eks Bupati Sleman Sri Purnomo Ditahan soal Dugaan Korupsi Dana Hibah

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BPS untuk memetakan seluruh pelaku usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Tujuannya adalah menyediakan data dasar yang akurat sebagai pijakan dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.

Dalam unggahan akun Instagram resmi @menkeuri, pertemuan antara Menkeu Purbaya dan Kepala BPS disebut juga membahas sinergi antar instansi dalam meningkatkan kualitas data statistik guna memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan sinergi antar kementerian dan lembaga yang makin erat, Menkeu Purbaya berharap peranan pemerintah akan semakin memperkuat sektor-sektor utama ekonomi nasional. Langkah ini menjadi kunci penting untuk memastikan Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” tulis keterangan resmi tersebut.

Purbaya Perkirakan Pertumbuhan Kuartal III 2025 Sedikit Lambat

Terkait proyeksi ekonomi, Purbaya memperkirakan pertumbuhan kuartal III-2025 sedikit lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12 persen. Ia menyebut gejolak sosial pada Agustus lalu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi laju ekonomi. “Sedikit di atas 5% lah pertumbuhan ekonomi kuartal III, mungkin lebih rendah dari kuartal II, saya nggak tahu, lebih rendah sedikit kelihatannya karena ribut-ribut,” ujarnya.

Meski begitu, Purbaya optimistis pertumbuhan akan kembali meningkat pada kuartal IV-2025 dengan potensi mencapai 5,5 persen. Ia menilai kondisi ekonomi nasional mulai membaik seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Jadi itu yang paling penting bahwa ekonominya sudah berubah. Lalu dari survei kemarin yang saya tunjukkan, kepercayaan masyarakat ke pemerintah naik ke level sebelum ribut-ribut itu, jadi itu level yang cukup tinggi, artinya kepercayaannya cukup tinggi ke presiden,” ungkapnya.

Purbaya menambahkan bahwa optimisme masyarakat terhadap ekonomi turut dipengaruhi oleh stabilitas harga, kondisi sosial yang membaik, dan ekspektasi pertumbuhan yang terus positif.

BACA JUGA: Mahasiswi KIP-K UNS Dugem, Kampus Cabut Beasiswa-Beri Sanksi Etik

“Yang penting dipicu oleh ekspektasi mereka ke perekonomian yang meningkat. Mereka bilang ekonominya membaik, harapannya ke depan membaik terus, harga tetap terkendali, stabilitas sosial, politik mereka pertimbangkan,” tuturnya.

Fokus Pemerintah Siapkan Sensus Ekonomi Mendatang

Pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan fokus pemerintah dalam menyiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar perumusan kebijakan berbasis data akurat. Meski berlangsung menjelang rilis pertumbuhan ekonomi kuartal III, Purbaya menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas soal angka pertumbuhan.

Di sisi lain, ia memproyeksikan ekonomi kuartal III sedikit melambat namun tetap stabil di atas 5 persen, dengan optimisme peningkatan pada kuartal IV. Pemerintah berharap sinergi lintas lembaga terus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like